Saturday, 25 May 2013

Tips Praktis Menulis Fiksi



Menulis adalah salah satu kegiatan mengasyikkan yang tidak butuh biaya dan waktu yang bisa disesuaikan dengan keinginan kita. Menulis dapat menghasilkan penghasilan tambahan, contohnya saja menulis artikel di surat kabar, penulis novel, cerpen dan lain-lain. Mungkin anda adalah seorang penggila buku namun merasa tidak berbakat dalam menulis? Jawabannya, SALAH BESAR... Tiap orang tidak perlu bakat alam untuk tumbuh menjadi penulis profesional, modal menjadi penulis yang baik adalah gemar membaca, mau belajar dan siap berlatih menulis. Dalam materi kali ini, saya akan membedah beberapa kendala menulis fiksi, dan inilah beberapa tips praktis menulis kreatif fiksi yang telah saya rangkum dari beberapa sumber.
1.    JUDUL
Mungkin anda sering mendengar pepatah Dont’t judge a book by it’s cover, pepatah ini mungkin sangat sesuai bila anda ingin mencari kualitas, bukan hanya pembungkus yang mengkita namun miskin manfaat. Tapi kita juga tidak boleh memungkiri, bahwa judul yang menarik dan membuat penasaran tentunya akan membuat mata kita tertarik untuk membelinya, apalagi saat ini d berbagai toko buku, semua buku yang dijual telah dilapisi plastik pembungkus agar tidak bisa dibaca. Jadi buatlah judul yang membangkitkan rasa ingin tahu pembaca, menggelitik, tidak menimbulkan makna ambigu namun tetap mewakili keseluruhan isi cerita.
2.    Pembukaan menarik
Paragraf pertama dari cerita harus menimbulkan minat dan hasrat bagi pembacanya. Memilih kata-kata yang tidak terlalu bertele-tele serta membawa pembaca untuk masuk ke tema cerita yang anda buat. Poin ini sangat penting, karena biasanya editor naskah akan membaca secara keseluruhan sebuah naskah jika paragraf atau bagian pembuka cerita sangat menarik dan menggelitik rasa penasaran pembaca.
Berikut adalah salah satu contoh paragraf pembuka dari cerpen saya yang berjudul “Episode Sampah”,, “Bocah kecil itu menatapku dengan bola matanya yang jernih. Pakaiannya yang compang-camping, badannya yang hitam dan bau tak menutupi pesona matanya yang menjeratku. Lalu aku direngkuhnya dan aku dipeluknya erat-erat. Aku tak lagi merasa jijik. Ada kehangatan yang menyergap dalam sanubariku. Aku yang mula-mula berencana perlahan mati di sudut gelap tempat ini, disebuah sudut kecil di kotaku yang kucintai, kini seolah menemukan setitik cahaya.”

3.    Penutup yang memberikan pesan
Jangan terburu-buru untuk menuntaskan cerita. Buatlah cerita yang senatural mungkin hingga akhir. Penutup yang baik dapat memberikan pembaca sebuah perenungan atau amanat yang tersirat. Buatlah ending cerita yang membuat pembaca bebas untuk beropini atau mengembangkan imajinasinya. Bila membuat ending yang jelas, hindari pemilihan kata-kata yang seolah mendikte jalan pikiran pembaca.
4.    Alur
Anda bisa menggunakan alur maju, mundur atau campuran. Yang paling penting adalah buat alur yang mudah dipahami dan runtut. Andah boleh menggunakan alur campuran, asal pembaca tidak kebingungan untuk membacanya. Posisikan diri anda sebaga pembaca atau minta orang lain sebagai pembaca pertama anda.

5.    Setting yang pas
Untuk membuat cerita yang terasa nyata dan membangkitkan imajinasi pembaca, anda harus melakukan riset secara detil dan menyeluruh mengenai setting yang anda gunakan dalam cerita. Jangan hanya mengandalkan pengetahuan anda yang terbatas. Lakukan riset melalui media internet, buku atau terjun langsung ke lokasi.

6.    Sudut pandang
Sudut pandang dalam naskah fiksi bisa berbentuk kata ganti orang pertama dan orang ketiga. Untuk penulis pemula, biasanya sering menggunakan kata ganti pertama untuk mendalami karakter. Semuanya terserah anda, pakailah yang menurut anda paling cocok digunakan dalam cerita.

7.    Kesesuaian bahasa
Lihat tema cerita yang anda buat, apakah isinya mengenai percintaan remaja, komedi, dan lain-lain. Sesuaikan gaya bahasa sesuai dengan tema yang anda buat. Dan sesuaikan juga dengan logika cerita, misalnya seorang siswa SMU yang biasa memakai bahasa gaul saat berbicara dengan temannya tentu akan memakai bahasa sopan ketika bicara dengan gurunya di sekolah.

8.    Konflik
Konflik adalah bumbu cerita yang palig ditunggu oleh pembaca. Ramu konflik cerita dengan bumbu yang menarik dan buat senatural mungkin, jangan terlalu banyak membuat kalimat hiperbol. Buatlah seolah-olah pembaca ikut merasakan permasalahan yang dialami tokoh dalam cerita.

9.    Logika cerita
Logika cerita adalah kelogisan dalam mengurai alur dan jalannya cerita. Misalnya anda membuat cerita berlatar belakang tahun 60-an, tentu akan sangat tidak masuk akal bila anda menyebutkan iklan masa kini atau telepon Blackberry pada cerita.

Inilah beberapa tips singkat menulis kreatif fiksi untuk anda. Semoga bermanfaat untuk anda yang berniat menjadi penulis fiksi. Teruslah berlatih dan tetap belajar

1 comment:

  1. kadang kalo nulis fiksi seolah2 ceritanya 'punya' alurnya sendiri,,mau diarahin kok rasanya alur yg mw kita bikin kok ga pas..hehe

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^