Sunday, 17 November 2013

Teman Menguntungkan

Friends with benefit. Dari makna kalimat tersebut kita menarik kesimpulan jika berteman dapat memberikan keuntungan. Maksud dari tulisan saya kali ini bukan tentang mencari sahabat untuk mencari keuntungannya saja, tetapi bagaimana berteman itu mendekatkan kesempatan kita untuk beruntung. Bingung? Sebenarnya ada hal yang sedikit berbeda. Mari kita kupas satu-satu.
Berteman hanya untuk mencari keuntungannya saja akan menjadikan kita mengajukan syarat pada orang lain jika ingin berteman dengan kita. Misalnya saja, jika kita ingin bisa hang out ke tempat-tempat keren dan oke tapi kantong cekak, kita mencari teman yang kantongnya tebal, kita tidak punya kendaraan lalu mencari teman yang memiliki kendaraan pribadi hanya sebagai tukang ojek dan sebagainya. Orang-orang tipikal seperti inilah yang akan mendapat cap negatif dari lingkungan.
Berteman agar mendekatkan kesempatan kita dengan keberuntungan memiliki makna yang positif. Maksudnya adalah networking. Menjalin networking agar wawasan kita luas, menjalin rekan bisnis, dan mengembangkan kesempatan lainnya. Saya sendiri merasakan hal tersebut. Awalnya ketika networking saya masih belum luas, kesempatan itu belum terbuka lebar. Untungnya, karena saya senang berkenalan dengan dunia serta teman baru, memperluas networking itu dilakukan dengan cara mengasyikkan.
Kopdar komunitas FAM (Forum Aktif Menulis)
Cabang Surabaya

Perlakukan semua orang dengan tulus dan tanpa tendensi apapun. Bisa jadi ada banyak kesempatan yang terbuka yang diperoleh dari teman. Berteman dengan berbagai karakter dan sifat membuat kita banyak belajar. Salah satu manfaat yang saya rasakan adalah mendapat kesempatan untuk menjajal kemampuan menerjemahkan bahasa Jepang serta mendapatkan pekerjaan menarik yang saya peroleh saat ini.
Ketika sedang sibuk mempersiapkan skripsi dan wisuda, saya membayangkan akan banyak biaya yang dibutuhkan. Tiba-tiba saja saya mendapat tawaran dari teman kampus untuk menjadi penerjemah pembalap Jepang di sebuah even balap motor nasional. Kemudian saya mendapat informasi lowongan kerja dari sahabat baik saya juga. Lalu saya mendapat kesempatan untuk menerjemahkan naskah produksi bahasa Jepang dari salah seorang senior. Alhamdulillah, kebutuhan skripsi serta wisuda bisa saya usahakan sendiri. Setelah wisudapun, selang dua hari saya telah bekerja sesuai dengan bidang dan minat studi saya.
menjadi penerjemah bahasa jepang di even
 Sirnas KYT Granprix 2013

Berkawan dengan teman satu hobi juga banyak memberi manfaat. Awalnya, saya sangat malu mempublikasikan tulisan-tulisan saya, namun setelah saya mengikuti komunitas menulis online perubahan baik mulai terjadi. Saya mendapat banyak ilmu, keberanian mempublikasikan semakin kuat, dukungan dari kawan sesama penulis terus mengalir maka energi menulis saya semakin besar. Syukurlah, saat ini saya sudah menelurkan beberapa karya bersama penulis lainnya, memenangkan beberapa lomba menulis dan satu karya novel perdana saya menjadi sepuluh besar karya terbaik dalam sebuah kompetisi. Ditambah mengikuti komunitas menulis lainnya yang digawangi penulis senior dan karya jempolan, stimulus berkarya semakin tumbuh subur dalam diri saya.
workshop "Satus Wong Suroboyo Nulis Cerpen"


Jadi, mari berteman untuk mendapatkan keuntungan. Bukan berarti kita mengambil manis lalu membuang mereka setelah tidak butuh. Bertemanlah untuk saling berbagi. Berbagi dalam hal positif, jauhi teman yang membawa pengaruh negatif. Mengembangkan networking bukan berarti kita kehilangan prinsip pribadi. Tetaplah bergaul dengan baik, jika anda mampu memberi kesempatan pada teman anda, bagilah hal tersebut. Rasakan energi menjadi kawan yang menguntungkan.
sepuluh besar karya cerpen terbaik workshop

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^