.comment-content a {display: none;}

Wednesday, 5 February 2014

Crayon Shincan Masih Lebih Baik Dibanding Sinetron Remaja Indonesia

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 00:21
Response 
Banyak yang mengatakan jika film kartun Crayon Sinchan adalah film kartun yang kurang mendidik sehingga anak-anak dianjurkan tidak terlalu sering menontonnya. Memang tokoh Sinchan yang nakal dan berlaku tidak sesuai usianya (bersikap genit dan sok tahu), adalah contoh kurang baik bagi anak-anak. Akan tetapi, sesungguhnya banyak hal positif yang bisa dijadikan renungan oleh para orang tua dari film kartun yang selalu tayang tiap Minggu pagi di salah satu stasiun televisi swasta tersebut.



Dari Crayon Shinchan, kita dapat mengetahui sistem pendidikan yang ada dalam keluarga Jepang serta budayanya. Misalnya, Misae, ibu Shincan, yang berdedikasi dalam keluarga dan selalu berusaha mengajarkan kedisiplinan pada putranya yang nakal. Seorang anak akan menjadikan orang tuanya sebagai orang pertama dalam proses meniru dan menjadi sesuatu. Lihat saja pada kegenitan Shincan yang diwarisi dari sifat genit Papa dan kakeknya. Memang anak-anak harus didampingi saat menonton film kartun tersebut, namun pesan-pesan implisit bagi orang tua juga sangat layak untuk diperhatikan. Sebelum menuntut anak kita bertindak baik, maka perbaikilah dulu sikap kita sendiri. Bagaimana seharusnya kita menyayangi hewan peliharaan, bersemangat menangani hambatan dan budaya menghormati yang lebih tua, juga dimasukkan dalam tayangan Crayon Shinchan.

Sinetron remaja Indonesia yang ditayangkan hampir tiap channel televisi, sebenarnya jauh lebih berbahaya dibanding Crayon Hinchan. Sinetron yang diperuntukkan untuk anak SD dan SMP seringkali diselipi unsur cinta-cintaan serta gaya berpakaian yang berlebihan. Anak-anak kecil zaman sekarang mudah sekali untuk bicara soal pacaran dan sejenisnya. Sama sekali tidak ada unsur budaya lokal di dalamnya. Jauh lebih tidak mendidik bukan?

2 komentar:

Destiany Prawidyasari on 5 February 2014 at 02:07 said...

kalau menurut saya sih, setiap acara pasti ada positif dan negatifnya, cuma bagaimana kita menyikapinya. kayak sinetron remaja aja, kayaknya kurang pantes untuk ditonton anak2 yg masih SD, dan perlu banget arahan dari orang tua soal itu.
tapi yang saya lihat sih, nggak ada lagi tontonan yang baik yg pas buat anak2, kebanyakan cuma buat remaja dan orang dewasa, masa iya qt mesti langganan tv berbayar untuk mendapatkan tayangan yang berkualitas? hehe :D

eh ya, salam kenal :)

Reffi Seftianti on 5 February 2014 at 19:34 said...

salam kenal juga mbk destiany.... memang lebih enak pakai tv kabel ya...menjadi orang tua juga memiliki tanggung jawab yang besar ya...semoga nanti kita menjadi orang tua yang baik :D

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge