Tuesday, 18 February 2014

Hercules Modern, Akting Oke Cerita No Way

Ada yang tahu legenda Hercules? Seorang pahlawan Yunani yang legendanya sangat terkenal di berbagai negara. Legenda Hercules mulai populer di era 90-an. Saat itu saya masih duduk di sekolah dasar, saya selalu menunggu serial Hercules dan Xena The Warrior Princess tiap Minggu siang. Kedua serial itulah yang membuat saya jatuh cinta dengan mitologi dan kisah petualangan berbalut action.

Serial Hercules zaman 90-an dan versi Disney memiliki garis besar cerita yang sama, walau ada sedikit perubahan alur. Hercules adalah seorang pemuda tangguh berdarah setengah manusia setengah dewa yang menjadi pahlawan besar pada masanya. Versi serial, Hercules adalah putra Zeus dengan wanita manusia biasa, sedangkan di versi Disney, Hercules adalah putra kandung Dewa Zeus dan Dewi Hera. Hercules mengemban tugas di Bumi untuk memberantas kejahatan, dan seringkali musuh yang dihadapi berasal dari dunia imortal seperti monster, dewa dan lain-lain.

The Legend of Hercules yang baru rilis di awal 2014 di Indonesia ini, memiliki banyak perbedaan. Hercules memang berdarah setengah dewa, namun ia terlahir dari hubungan 'perselingkuhan' ibunya dengan Zeus. Ibu Hercules adalah istri seorang raja yang kuat namun lalim. Zeus menitipkan benihnya, agar kelak Hercules bisa menghapus kelaliman sang Raja. Kedua, banyak hal kurang adil dalam film ini, Hercules yang notabene berdarah setengah dewa dan selalu mendapat pengawasan dari ayahnya, Zeus, harus melawan sang Raja dan saudara tirinya yang masih seibu. Memang, sejak kecil, Raja tidak mengakui Hercules sebagai putranya, bahkan ia tega memerintah Hercules untuk berperang di Heliopolis supaya lekas terbunuh. Dipandang dari masa lalu kelahiran Hercules yang memang bukan darah dagingnya, pantas saja sang Raja sangat marah dan membenci Hercules. Jika ingin menjadikan Hercules pahlawan yang menentang sang Raja, kenapa tidak disamakan saja dengan versi serial lawasnya, dicarikan tokoh lain selain sang ratu.



Hercules versi Disney, menceriterakan jika perubahan Hercules dari sepenuhnya dewa mnjadi setengah manusia karena sebuah ramuan sihir ciptaan Hades. Di film Legend of Hercules, tokoh pahlawan harus melawan saudara manusianya yang lemah, padahal di dua versi lainnya Hercules selalu bermusuhan dengan Ares, saudara tirinya yang sepenuhnya dewa. Itulah mengapa, film ini menjadi kurang seru karena semua tokoh jahat adalah manusia sedangkan Hercules mendapat bantuan dari Zeus. Happy ending, tetapi klimaks gagal dan tidak terasa sekali mitologi Yunaninya. Sesungguhnya pusat cerita harus menggambarkan gunung Olympus dan Zeus, dalam film hanya digambarkan pusaran angin dan kilat dari awan. Untungnya, aktor dan aktris memiliki akting meawan dan editing sinematografinya cukup jempolan. 

1 comment:

  1. Saya suka nonton Hercules. Kayaknya ga pernah melewatkannya deh. Tapi yang ini belum sempat nonton nih...

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^