Wednesday, 12 February 2014

Kemiripan Perempuan dengan Puisi

Kata para pria, perempuan adalah makhluk yang cukup sulit dipahami. Apa yang terucap seringkali berbeda dengan isi hati. Menurut beberapa orang, puisi adalah sebentuk karya yang bebas penafsirannya. Bisa jadi apa yang ditangkap oleh para pembaca, sedikit atau malah jauh berbeda dengan jalan pikiran penulis puisi.


Perempuan mirip dengan puisi. Masing-masing memiliki keindahan khas. Perempuan feminin nan lembut, dapat terkesan dengan puisi romantis mendayu. Perempuan berkarakter kuat dan dominan, berkorelasi dengan puisi penuh kalimat lugas tanpa perlu metafora berlebihan. Perempuan unik, mirip dengan puisi yag berisikan kalimat singkat, hanya terdiri satu atau dua kata, namun tetap menarik dan memikat.


Pemaknaan hati perempuan dan puisi memang butuh ketelitian tingkat tinggi. Jika ingin tahu apa arti sebenarnya, tanyakan saja langsung pada si perempuan dan si penulis puisi bersangkutan. Perempuan dengan sisi konservatifnya, mirip dengan aturan sajak lama seperti pantun dan gurindam yang terikat dengan hukum rima serta baris. Perempuan dengan pola pikir terbuka dan dinamis setipe dengan gaya puisi zaman kini yang terbebas dari aturan kaku puisi gaya lama. Keduanya memiliki keunikan. Keduanya sama-sama indah.
sumber : google


Jika perempuan identik sebagai manusia yang mengedepankan naluri serta perasaan, maka puisi tercipta dari kekayaan rasa tersebut. Jika para penyair pria mampu mengasah kepekaan rasanya, maka tentu tidaklah sulit untuk belajar memahami perasaan perempuan. Tidak ada hal yang sulit, hanya butuh kemauan saja. Perempuan, indahkanlah dirimu, sebagai barisan puisi indah di jantung dunia. Untuk semua perempuan, ibu, nenek dan juga, Diriku.

7 comments:

  1. Dalemmm banget...wanita seperti puisi..mantebbb...salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saam kenal mbk irowati... keduanya memang sama2 indah ^_^

      Delete
  2. Ih, menarik Mbak... Suka ^^. Karena saya suka puisi juga. Analogi yg menarik... Oh iya, saya pernah nulis yg mirip, tapi kalau saya membandingkan airmata dg puisi. Air mata, seperti hati wanita, memiliki sisi puitisnya sendiri. Salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe..ini tidak sengaja lewat di otak saja.. syukur kalau ada yg suka,,terimakasih sudah mampir mbk :D

      Delete
  3. sei indah2nya perempuan toh banyak juga yang menjadi alat poltik mba, misalnya dijadiin slogan emansipasi tetapi punya tujuan lain dibaliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang ada kasus seperti itu, tapi saya hanya sedang menganalogikan perempuan dengan puisi...sisi politik? bukannya pria juga banyak menunjukkan kualitas kepemimpinan dan kedermawanannya dalam kampanye? jika bebricara dalam ranah politik, semua orang berebut mencari alat atau tunggangan :)

      Delete
  4. Hai, postingan yang bagus. Ijin blogwalking ya :-)
    Ada info lomba seru nih, kamu bisa cek ini dan ini
    Makasih sebelumnya :)

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^