Tuesday, 4 March 2014

Berbicara Pada Diri

Adakah yang lebih menyedihkan dibanding kesendirian? Aku tahu itu sempat kau rasa. Terutama ketika awan mendung menjatuhkan buliran embunnya, kau termenung di sudut jendela seraya diam tanpa suara. Masihkah ada sepercik rasa penuh harap pada hati yang pernah berlubang? Jangan kau tanya aku, sebab kau sendiri mungkin lebih tahu jawabnya.

Hidup yang senantiasa memberikan maknanya. Penuh dengan cinta, iri, cemburu tanpa alasan hingga dendam tak berkesudahan. Banyak di antara kita mengerti dan paham apa itu sebabnya dan bagaimana menyelesaikannya. Aku hanya bisa mendendangkan lagu bernada kesedihan, namun syukurnya ada kehangatan senyum dari orang-orang yang jumlahnya sedikit itu namun menyayangiku tulus.

Jika penyakit yang mendera hingga nanah itu tak kunjung sembuh, apa yang kuketahui untuk bahagia? Tiba-tiba saja Tuhan yang sering kuabaikan itu muncul dalam bentuk kesunyian yang menenteramkan. Adakah di antara kita sadar jika Tuhan sedang memainkan perannya. Terkadang kecewa pada sikap orang tua yang memaksa kehendaknya, membuatku sadar jika,  manusia betapa tinggi kedudukannya masih menyimpan sisi lemahnya.

sumber: google


Kelemahan itu berusaha ditutupi dengan berusaha bersikap kuat, menggunakan topeng senyum yang mungkin bukan senyum sebenarnya. Betapa kacau hidup yang kukisahkan ini, tetapi hei kau diam-diam mengakuinya bukan?

Tempurung otakmu yang keras itu bisa hancur hanya dengan sekali benturan hebat, bagaimana pula dengan hati yang tak memiliki pelindung keras itu? Kau bertanya pada kegelapan yang hampa. Kutawarkan jawabnya, bunuh diri bukan jalannya. Berdiri, jatuh lalu berdiri lagi. Berjalanlah dengan tertatih, ayo keraskan suaramu, karena aku butuh energi penyemangat dari keyakinan itu. Kuberi tanganku, lalu genggam erat jemariku. Tarik aku atau akan kudekap dirimu dalam bimbang yang menggelisahkan. Damai yang nikmat. Itukah cinta? Coba tanya Tuhan kita. Aku tak pernah mencoba sangsi padaNYA.

3 comments:

  1. indah sekali kata-katanya..
    membaca postingan ini di pagi hari serasa mendapat energi positif untuk memulai aktivitas, :)

    ReplyDelete
  2. hmm, makin keras hati, sebenarnya ada keinginan sebaliknya. bisa jadi hati malah pengen nangis walo di wajahnya pengen marah. kesendirian bisa dihilangkan dengan berkumpul dengan sahabat dan saling berbagi cerita dan impian

    ReplyDelete
  3. kadang kesendirian harus ditepis dan dihadapi sesuai kenyataan namun tak ada yang salah jika melirik yang ada di sekitar kita (read: lawan jenis) yg masih single juga :p

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^