Sunday, 20 April 2014

Stop Melamun, Segera Hidupi Hidupmu (Komen FIlm The Secret Life of Walter Mitty)



Walter Mitty yang diperankan oleh Ben Stiller, memiliki kebiasaan unik sekaligus merugikan, hobi bengong  tanpa memandang waktu dan kondisi. Ia adalah seorang manajer di bidang negatif film majalah Life. Walter sangat berdedikasi pada pekerjaannya, akan tetapi kebiasaannya yang sering bengong tanpa pendahuluan, membuatnya tidak memiliki banyak teman.

Film ini awalnya memiliki alur yang agak lambat. Akan tetapi ketika penonton diajak melihat imajinasi Walter, maka kita akan sedikit terhibur. Saat ada seorang atasan baru yang menghinanya, Walter akan membayangkan dirinya memukul orang tersbeut dan mengalami pertarungan ala superhero (kalau dilihat-lihat modelnya ala Fantastic Four dengan gabungan Spiderman, LOL). Cheryll Melhoff, rekan kerja Mitty di majalah Life adalah salah satu orang yang menganggap keanehan Walter Mitty bukanlah hal yang buruk, ia bersikap biasa saja. Walter atau saya suka memanggilnya Mitty, jatuh cinta dengan wanita beranak satu tersebut.



Petualangan tak terduga dimulai setelah Walter Mitty menerima permintaan dari kontributor tetap majalah Life, Sean O'Connel, untuk menjadikan negatif film nomor 25 sebagai kover utama majalah Life berikutnya. Walter hanya menemukan beberapa foto tidak penting, secarik kertas dan dompet, sementara negatif film nomor 25 tidak ia temukan. Atasan Walter sangat marah, dan Walter pun dipecat. Walter yang kikuk akhirnya menerima saran dari Cheryll untuk mencari Sean dari clue-clue foto yang ada. Pria pelamun itu segera berangkat ke Greenland untuk mengejar Sean dan mencari negatif film nomor 25.

Di sinilah alur dan cerita mulai berjalan menyenangkan. Kita akan dimanjakan dengan keindahan alam Greenland dan bahasanya yang asing. Petualangan gila pertama yang dialami Walter adalah ia harus terjun di lautan bersuhu minus dari atas helikopter dan hampir diserang hiu. Ia juga harus bersepeda dan berlari di dekat erupsi gunung berapi karena tak memiliki transportasi. Lucunya, penyakit melamun Walter Mitty berangsur menghilang. Hal yang lucu ketika ia menyentuh muka orang-orang yang menyelamatkannya dari serangan hiu, untuk memastikan jika mereka nyata. Petualangan terus berlanjut hingga membawa Walter ke Himalaya. Ia bertemu dengan banyak orang asing, suku pedalaman, dan pengalaman-pengalaman menantang sekaligus menarik di perjalanannya. Yang membuat tercengang, ternyata negatif film itu ada di dompet yang diberikan Sean tetapi telah dibuang oleh Walter di tempat sampah.

"To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other and to feel. That is the purpose of life." adalah motto majalah Life.

Walter yang telah bekerja selama 13 tahun, akhirnya menemukan makna nyata dari moto majalah Life. Untuk melihat dunia, maka bahaya akan menghampiri, untuk melihat dunia di balik tembok, dan menemukan kehidupan yang sesungguhnya kita harus berani mendobrak batasan diri. Itulah tujuan hidup sesungguhnya. Lamunan dan imajinasi sehebat apapun tidak akan menjadikan kita sebagai pahlawan, jika kita tidak bergerak untuk meraihnya. Walter si pelamun yang sering dianggap sebagai pecundang membuktikan itu. Ia pun berhasil menyelesaikan tugasnya, berbicara berani pada atasan yang telah bertindak semena-mena, dan yang paling hebat, ia berani mendekati wanita idamannya. Film ini layak ditonton oleh orang-orang pesimis dan hobi berkhayal tanpa berani mewujudkan mimpinya. Mari hidup sebenarnya. Ending yang indah, karena rupanya negatif film nomor 25 itu adalah potret Walter yang sedang serius bekerja. Sean sangat mengagumi etos kerja Walter. Walter pun berubah menjadi pemberani dan lebih menikmati hidupnya.

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^