.comment-content a {display: none;}

Sunday, 22 June 2014

Serakah Dengan Mimpi

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 03:00
Response 
Serakah dengan mimpi? Itulah kata-kata yang sering saya dapatkan jika saya berkata sedang sibuk merintis mimpi-mimpi saya. Saat ini saya bekerja sebagai penerjemah bahasa Jepang di sebuah perusahaan baja sekaligus menjadi penerjemah freelance. Banyak yang menyebut saya terlalu maniak mencari uang. Awalnya kuping panas juga jika mendengar omongan-omongan miring itu. Tapi setelah berpikir lama, saya merasa kalau menghiraukan omongan-omongan negatif itu maka hati saya capek, kesal, bahkan berpotensi menambah keriput. Ha ha ha.

Yang tak mereka tahu, daftar mimpi bahkan lebih dari dua biji. Ada deretan mimpi yang ingin saya wujudkan. Bahkan saya membuat daftar mimpi bulanan, tahunan hingga beberapa tahun ke depan. Menjadi blogger dan penulis yang mandiri secara finansial adalah target jangka panjang saya. Saya juga ingin membuat penerbitan indie sekaligus kursus bahasa Jepang sendiri. 

Sejujurnya saya bukanlah tipe orang yang suka bekerja kantoran. Bekerja di bawah arahan orang lain bukanlah tipe saya, tetapi memberi perintah pada orang lain juga bukan kegemaran saya. Jadi saya lebih senang bekerja sama dengan tujuan yang sama. Jika memiliki usaha sendiri tentu saya memiliki kesempatan untuk bermitra bisnis dengan orang lain. Dengan memiliki kursus bahasa Jepang dan menjadi penerjemah bahasa Jepang freelance, tentu ilmu saya tetap akan bermanfaat dan menghasilkan. Menulis adalah salah satu pekerjaan yang juga tidak menuntut kita pergi ke kantor dan berdandan.

Percuma saja jika saya menghiraukan pandangan negatif orang lain. Saya ingin fokus pada mimpi-mimpi saya. Target tahun ini alhamdulillah satu per satu sudah tercapai. Satu buku kumpulan puisi, novel solo dan belasan antologi sudah terbit. Tahun ini saya ingin buku solo saya terbit di penerbit mayor karena sudah ada dua buku solo yang terbit indie. Satu lagi, saya harus lulus uji kemampuan bahasa Jepang level 2 tahun ini (N2). Sudah gagal dua kali dalam ujian tersebut, tidak membuat saya kecil hati. Optimis dengan mimpi, berdoa, dan tetap 'serakah' memelihara mimpi. Semangat!

2 komentar:

Christanty Putriarty on 23 June 2014 at 14:31 said...

Ternyaat artinya begitu mendalam sekali yaa..keren dah mba :)

Reffi Seftianti on 24 June 2014 at 01:25 said...

terimakasih mbak...semoga bermanfaat ^_^

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge