Friday, 11 July 2014

Meronce Mimpi dari Balik Almari


Namanya Indari Mastuti. Founder agensi naskah Indsscript Creative sekaligus yang menjadi penggerak motivasi menulis bagi perempuan-perempuan Indonesia melalui Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis ini adalah seseorang yang sangat enerjik dan aktif terutama dalam mencapai mimpinya.  Tahukah anda jika rangkaian mimpi tersebut sesungguhnya berasal dari balik alamari?

 Masa kecil Indari Mastuti tidaklah mudah. Di masa kecilnya, ia sempat mengecap kehidupan keluarga berada dengan rumah besar dan tiga mobil yang siap mengantarnya kemana saja. Ayahnya yang berprofesi sebagai pengacara, memiliki prinsip yang tegas dan memilih jalan yang bersih dalam pekerjaannya. Akan tetapi kejujuran dan integritas yang tinggi tersebut juga memiliki kelemahan. Sang Ayah harus berhadapan dnegan kenyataan jika mengatur keluarga, tak semudah menegakkan keadilan di dunia hukum.

Kondisi keuangan rumah tangga yang kacau-balau dan konflik yang silih berganti muncul dalam keluarga, menggerogoti kesehatan ayah Indari. Sang kepala rumah tangga limbung dalam tekanan yang terus ia terima. Indari kecil belajar untuk memahami kesulitan keluarganya. Di tengah kerumitan keluarganya, Indari kecil diam-diam meronce mimpinya di balik almari. Tulisan-tulisan bersifat motivasi ditulis dan ditempel di balik almarinya dan juga sebuah jadwal harian dibuat oleh Indari untuk mengatur kegiatannya sehari-hari. Kebiasaan tersebut membawa dampak yang sangat baik, ketika dewasa dan bekerja, Indari memiliki sifat terorganisir dan taat deadline. Sebuah pondasi yang sangat penting untuk memulai bisnis sendiri.

Lulus dari bangku putih abu-abu, Indari memilih untuk bekerja di dunia ansuransi. Bekerja dnegan target dan irama yang cepat adalah hal yang digmarinya. Terbiasa dengan kedisiplinan yang dibuat sendiri sejak kecil, membuat Indari tidak kesulitan untuk beradaptasi. Selain jatuh bangun menafkahi keluarga, kuliah dan tetap menulis, Indari tetap memiliki semangat yang tinggi. Kesulitan hidup tidak lantas membuat dirinya lemah. Rangkaian mimpi yang ia tempel di balik almari dan cataan 101 mimpi yang ia buat, menjadi landasan untuk terus maju dan maju lagi.

 Setelah mengalami proses nain turun yang tak mudah, Indari hanya bersedih sebentar lalu mengejar mimpinya lebih keras lagi. Prinsip yang dipelajari dari mendiang ayahnya dan disiplin yang dipupuk sejak kecil melahirkan sosok wanita tangguh  seperti saat ini. Wanita yang mendapat penghargaan Perempuan Inspiratif Nova 2010 dan Perempuan Indonesia Terinspiratif Majalah Kartini 2012 ini kini bergerak menularkan semangat menulis pada ribuan wanita lain di seluruh Indonesia melalui agensi naskah yang dipimpinnya dan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis.

indonesia writers

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^