Monday, 21 July 2014

Pengaruh Seni pada Perkembangan Otak Anak

Usia balita dan anak-anak adalah masa-masa emas perkembangan otak manusia. Pada usia emas, mulai dari 0 sampai 5 tahun, perkembangan sel-sel otak manusia mengalami kemajuan yang sangat pesat dibandingkan saat mencapai usia dewasa. Pada masa ini, orang tua harus tanggap untuk merangsang kemampuan motorik, spasial dan kemampuan lainnya yang amat sangat membantu tumbuhnya kecerdasan anak di berbagai bidang.

Dari beragam penelitian para ahli, salah satu bentuk pendidikan yang membantu peningkatan kemampuan otak anak secara cepat adalah pendidikan seni. Cabang-cabang seni yang beraneka ragam seperti seni musik, tari, lukis, sastra dan lain-lain akan membantu berkembangnya emosi jiwa, kecerdasan rohani atau spiritual dan pemahaman kebudayaan yang sangat baik. Jika diarahkan secara tepat, anak-anak yang mendapat pendidikan seni dengan baik, akan mempunyai kecerdasan yang lebih baik, kepekaan dan daya nalar yang seimbang. Menjejali otak anak dengan pendidikan membaca dan berhitung saja tanpa diimbangi pendidikan seni, akan mencetak anak-anak yang pandai dalam teori tanpa memiliki kematangan emosi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Salah satu bukti nyata pengaruh positif pendidikan seni mampu mencetak generasi cemerlang adalah Stefie Siera Ngangi. Stefie sejak kecil sibuk dengan beragam aktivitas berkesenian. Mulai dari mengikuti kursus tari balet, seni operet dan mengikuti kursus modelling, melatih kemampuan Stefie di berbagai aspek. Sejak kecil, Stefie berhasil memenangkan berbagai kompetisi berkat serius menekuni dunia seni seperti kontes putra dan putri daerah. Bahkan Gadis aktif ini juga sempat mengenyam pendidikan di luar negeri untuk menekuni dunia tari. Karena telah kenyang berkecimpung di dunia seni dan merasakan manfaatnya sejak kecil, membuat Stefie tersentuh untuk mengembangkan sistem pendidikan yang edukatif sekaligus menghibur bagi anak-anak usia dini.

Semenjak lulus SMU, Stefie Siera Ngangi telah membuka sebuah tempat pendiidkan untuk anak-anak dari usia 0 sampai 6 tahun. Pengajar dengan jam terbang dan profesionalitas teruji dijadikan pendidik di sekolah yang ia kelola. Mimpi lain dari gadis ini adalah memiliki akademi tari atau dance sendiri dan  gedung pementasan untuk kesenian milik sendiri.

Pengaruh positif pendidikan kesenian yang mampu menumbuhkan empati juga memberi stimulus pada anak untuk berpikir kreatif. Lihat saja Stefie yang berhasil menjadi wirausahawan sukses di bidang seni dan pendidikan anak-anak usia dini. Kecintaan pada seni dan anak-anak, membuat gadis ini terus melangkah maju. Jadi, apakah anda ingin menjadikan anak-anak anda menjadi secerdas dan sekreatif Stefie? Jawabannya, beri mereka stimulus pendidikan seni yang mereka sukai sejak dini.

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^