Sunday, 30 November 2014

Kaki Hias

Kaki yang menjuntai itu tidak membuat Grace terkejut. Ia sudah beberapa kali melihatnya, hanya saja wajah si pemilik kaki menjuntai selalu tidak terlihat. Kawan-kawan Grace juga sama sekali tak menyadarinya. Kaki itu menggantung bebas, seolah lampu hias yang sengaja dipasang untuk menerangi ruang tamu.

“Kamu nggak merasa ada yang aneh dengan suasana kelas ini?” tanya Grace pada Melly.

Melly menggeleng yakin. Matanya menyelidik, ia tahu jika Grace memiliki kemampuan istimewa yang tak umum,”Kamu melihat penampakan lagi?”

Grace mengangguk. Sebenarnya ia tak terlalu merasa ketakutan, hanya saja pemandangan kaki di atas atap kelas itu merusak pemandangan saja.

“Yap, seperti biasa,” jawab Grace jengah.

Kaki itu terus menggantung. Grace semakin sulit berkonsentrasi di saat pelajaran. Guru-gurunya pun sering menegurnya, karena ia lebih sering mengamati atap kelas ketimbang fokus pada pelajaran. Akhirnya ia meminta bantuan pada wali kelasnya, Miss Lily untuk membantunya mengusir penampakan kaki menjengkelkan itu.

“Hanya Miss Lily yang mempunyai kemampuan sama seperti saya. Tolong bantu saya ya, mengusir penampakan menjengkelkan itu,”

“Grace, bagaimana bisa kau mengusirnya? Itu adalah bagian dirimu sendiri. Kamu ini hanya makhluk dunia mimpi. Jika ingin penampakan itu menghilang, maka segera sadarlah dari koma panjangmu.”

Grace diingatkan kembali pada sosok gadis yang mirip dengan dirinya, sedang terbaring kaku dalam koma. Kaki itu adalah sisa dirinya yang samar muncul kembali di bawah sadarnya. Kaki itu adalah kenangannya, kenangan di saat ia berusaha mengakhiri nyawa dengan seutas tali. Sayangnya, belum sempat ia benar-benar mati, kekasihnya telah kembali, membawanya dalam pelukan dan tangis tanpa henti.

3 comments:

  1. Ide ceritanya keren, nih.. cuma saja ujung kisah terasa generik alias umum dipakai sebagai penyelesaian. Tapi secara keseluruhan, bagus.. :)

    ReplyDelete
  2. makasii,,saya simpan saran dan kritknya.. :)

    ReplyDelete
  3. diarybookonline.wordpress.com
    mulutjalanan.blogspot.com

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^