.comment-content a {display: none;}

Sunday, 30 November 2014

Kaki Hias

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 07:53
Response 

Kaki yang menjuntai itu tidak membuat Grace terkejut. Ia sudah beberapa kali melihatnya, hanya saja wajah si pemilik kaki menjuntai selalu tidak terlihat. Kawan-kawan Grace juga sama sekali tak menyadarinya. Kaki itu menggantung bebas, seolah lampu hias yang sengaja dipasang untuk menerangi ruang tamu.

“Kamu nggak merasa ada yang aneh dengan suasana kelas ini?” tanya Grace pada Melly.

Melly menggeleng yakin. Matanya menyelidik, ia tahu jika Grace memiliki kemampuan istimewa yang tak umum,”Kamu melihat penampakan lagi?”

Grace mengangguk. Sebenarnya ia tak terlalu merasa ketakutan, hanya saja pemandangan kaki di atas atap kelas itu merusak pemandangan saja.

“Yap, seperti biasa,” jawab Grace jengah.

Kaki itu terus menggantung. Grace semakin sulit berkonsentrasi di saat pelajaran. Guru-gurunya pun sering menegurnya, karena ia lebih sering mengamati atap kelas ketimbang fokus pada pelajaran. Akhirnya ia meminta bantuan pada wali kelasnya, Miss Lily untuk membantunya mengusir penampakan kaki menjengkelkan itu.

“Hanya Miss Lily yang mempunyai kemampuan sama seperti saya. Tolong bantu saya ya, mengusir penampakan menjengkelkan itu,”

“Grace, bagaimana bisa kau mengusirnya? Itu adalah bagian dirimu sendiri. Kamu ini hanya makhluk dunia mimpi. Jika ingin penampakan itu menghilang, maka segera sadarlah dari koma panjangmu.”

Grace diingatkan kembali pada sosok gadis yang mirip dengan dirinya, sedang terbaring kaku dalam koma. Kaki itu adalah sisa dirinya yang samar muncul kembali di bawah sadarnya. Kaki itu adalah kenangannya, kenangan di saat ia berusaha mengakhiri nyawa dengan seutas tali. Sayangnya, belum sempat ia benar-benar mati, kekasihnya telah kembali, membawanya dalam pelukan dan tangis tanpa henti.

3 komentar:

attarsandhismind on 1 December 2014 at 02:47 said...

Ide ceritanya keren, nih.. cuma saja ujung kisah terasa generik alias umum dipakai sebagai penyelesaian. Tapi secara keseluruhan, bagus.. :)

Reffi Seftianti on 1 December 2014 at 17:02 said...

makasii,,saya simpan saran dan kritknya.. :)

coretantinta on 23 April 2015 at 19:07 said...

diarybookonline.wordpress.com
mulutjalanan.blogspot.com

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge