Sunday, 16 November 2014

Pemuja Bayangan

Yang tak bisa dipaparkan

Degup rahasia di tiap

Hembusan nafas

Menyebar di udara hampa

Lafadz rindu yang berlagu

Menuju pori-porimu



Kau melenggang dengan potongan senyum

Melanglang buana dalam tidurku

Suatu asing mekar

Tak terkendali

Di bawah tempurung otakku



Sayangnya,

Baik doa ataupun buket bunga

Untuk keindahanmu

Yang sulit aku sentuh

Hanya teronggok tanpa nama

Kau pun mengenalku

Sebagai pemuja bayanganmu

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^