Tuesday, 9 December 2014

Mendidik Anak dengan Seni

Mendidik anak tidak bisa sembarangan. Keluarga adalah tempat pertama sorang anak mendapatkan pendidikan pertamanya, sedangkan sekolah untuk melengkapi wawasan yang dibutuhkan nantinya hingga si anak mencapai usia dewasa. Sayangnya, sistem pendidikan kita masih belum menemukan formula yang tepat. Adanya pergantian kurikulum dan membuat para siswa menjadi kelinci percobaan, memicu tidak optimalnya sistem pendidikan Indonesia. Generasi muda dididik untuk menghafalkan teori dan konsep tetapi tidak didorong untuk berpikir secara kreatif.

Untuk mencetak generasi penerus yang gemilang, harus dimulai dari usia dini. Perkembangan sel otak yang sangat pesat di usia 0 sampai 5 tahun, merupakan momen emas untuk mengembangkan kemampuan dan kecerdasan anak. Hanya saja masih banyak orang tua yang beranggapan anak yang cerdas jika sudah lancar membaca, menulis dan menghitung. Akibatnya, anak-anak dipaksa belajar teori dan sedikit sekali mengembangkan bakat lainnya.

Stefie Siera Ngangi, gadis muda yang memiliki banyak prestasi di bidang seni, mendirikan beberapa sekolah untuk anak usia dini dengan konsep yang unik dan berbeda. Stefie berpendapat jika konsep pendidikan untuk anak seharusnya disesuaikan dengan usianya. Salah satu sekolah yang didirikan Stefie yaitu Stefie’s House of Creativity memberikan pendidikan seni tari balet untuk anak dan juga seni tari lainnya. Konsep pendidikan di dua sekolahnya yakni KiwiKids Preschool & Kindergarten dan Kiwi School, juga lebih banyak dilakukan dalam suasana yang fun serta tidak membosankan.

Aktif di kegiatan berbau seni dan budaya sejak kecil, akan membentuk kepekaan anak lebih baik. Stefie yang aktif di beraneka ragam kegiatan seperti tari, modelling dan aktivitas seni lainnya sejak kecil, telah menghasilkan banyak prestasi membanggakan. Ia yakin jika sekolah yang didirikannya akan mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki kreativitas tak terbatas dalam mewujudkan mimpi. Seni akan menajamkan kemampuan otak kanan anak. Mari mencetak generasi gemilang dengan seni.

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^