Friday, 2 January 2015

Cinta Sejati Itu Ada

Adakah cinta tanpa air mata? Sebagian besar orang pasti menjawabnya, mustahil. Hanya yang membedakan adalah apakah air mata tersebut bermakna bahagia atau malah menyimpan duka. Film 'Assalamualaikum Beijing' yang diadaptasi dari novel bestseller berjudul sama karya Asma Nadia ini memberikan perspektif yang cerdas mengenai cinta baik yang sifatnya sementara dan benar-benar tulus.

Film dibuka dengan dialog antara Asmara atau dipanggil Asma (diperankan oleh Revalina S. Temat) dengan Dewa (aku lupa nama artisnya, haha) yang membuat kita terhanyut. Pengakuan Dewa yang sudah berkhianat, membuat Asma jatuh dalam kesedihan yang dalam, padahal pernikahannya sudah di depan mata. Meskipun berbeda dengan setting awal dalam novel dimana Dewa berbincang dengan Asma di halte kenangan mereka, tapi film ini menyuguhkan sajian baru yang tak kalah menyentuh. Nuansa persiapan pernikahan romantis dengan sendunya tangisan Asma, menjadikan opening yang mengena.

Penggambaran karakter dalam novel, bisa diterjemahkan dengan baik oleh sutradara dan pemeran filmnya. Misal tokoh Sekar (diperankan Laudya Cyntia Bella) yang sangat ceria, cenderung bawel dan penggemar film korea, terlihat sangat hidup dan menyegarkan suasana muram yang dirasakan Asma. Pertemuan Asma dengan Zhong Wen (diperankan Morgan Oey) sama dengan yang tertulis di novel. Asma tidak mau berjabat tangan, dan ini menyimpan kesan tersendiri bagi Zhong Wen.

Lewat film ini kita tak hanya ditunjukkan romantisme belaka, tapi juga sekelumit wawasan tentang sejarah keislaman di Cina. Penonton juga dimanjakan indahnya alam negeri tirai bambu serta pernak-pernik budayanya. Sebuah perpaduan manis antara romansa, religiutas dan legenda cinta Ashima.

Memang ada banyak perubahan dari versi novel ke layar lebarnya, tapi hal ini justru memberikan keunikan tersendiri. Pembaca novel tidak akan bosan karena perspektif baru tersebut dapat mencakup esensi cerita dalam durasi film yang terbatas. Anggap saja ini sebagai bonus.

Kita akan diajak menyelami patah hatinya Asma dan caranya bangkit kembali. Walaupun Dewa berusaha merebut cintanya lagi, Asma teguh pada pendiriannya. Asma meminta Dewa untuk fokus pada istri dan anaknya. Dari sini kita belajar jika air mata duka memang bisa terjadi dalam hubungan cinta. Kehadiran Zhong Wen yang akhirnya menemukan hidayah menjadi muallaf, menerbitkan cinta baru di hati Asma dan air mata bahagia. Sakitnya Asma tak menyurutkan tekat Zhong Wen untuk mempersuntingnya. Bagi Zhong Wen, Asma adalah pelitanya, Ashima-nya.

Secara keseluruhan novel ini sangat layak ditonton, terutama bagi mereka yang baru patah hati atau sedang mencari cinta sejati. Cinta sejati itu ada. Terus memperbaiki diri dan percaya, cinta-NYA akan menaungi kita sampai bertemu dengan jodoh terbaik dari-NYA.

2 comments:

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^