.comment-content a {display: none;}

Saturday, 7 March 2015

Ketika Perbedaan Harus Diperjuangkan

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 16:16
Response 

Judul : The Giver
Penulis : Luis Lowry
Penerjemah : Ariyanti Eddy Tarman
Tahun Terbit : Agustus 2014
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Apa yang terjadi jika di dunia tidak ada lagi perbedaan? Membosankan, meski tidak ada kekacauan. Di dunia Jonas yang disebut Komunitas semua hal telah diatur, mulai dari pakaian, cara membentuk keluarga, telah ditentukan oleh Tetua. Dalam Komunitas tidak ada peperangan dan kelaparan. Semua kebutuhan masyarakatnya tercukupi namun mereka tidak mempunyai pilihan.

Komunitas membentuk pemerintahannya sendiri dengan cara yang dianggap paling ideal. Pada tiap tahapan usia, masyarakatnya akan menerima tambahan tugas baru. Di usia Dua Belas, Jonas dan kawan-kawan sebayanya dipilihkan tugas sesuai bakat dan minat menurut pengamatan para Tetua. Pengamatan tersebut dilakukan ketika anak-anak usia Dua Belas melakukan kerja sukarela selama setahun. Anak-anak tersebut menerima tugas sebagai Asisten Penetasan Ikan, Ibu Kandung, Buruh, Insinyur, Perawat Lansia dan lain-lain. Jonas memperoleh mandat khusus sebagai penerima ingatan.

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, betapa memjemukannya dunia dalam Komunitas. Tidak ada warna-warni, semua bagian hanya berwarna monokrom hingga hak asasi manusia pun seolah dikebiri. Justru karena tidak adanya kesedihan, masyarakat dalam Komunitas berubah menjadi robot hidup yang tidak manusiawi. Jonas muncul sebagai simbol pergolakan terhadap kesamaan. Ia menerima banyak pelajaran setelah menjadi Penerima Ingatan.

Konsekuensi sebagai Penerima Ingatan adalah Jonas mengenal rasa sakit akibat kelaparan, sedihnya kehilangan sekaligus mengenal apa itu rasa cinta dan segala macam rasa yang telah dilupakan. Jonas belajar perubahan iklim, arti keluarga dan banyak hal lainnya dari sang Pemberi. Jonas pun mulai mempertanyakan apakah keteraturan dalam Komunitas sudah tepat?

Membaca buku ini menjungkirbalikkan harapan kita soal dunia utopis yang sering diangankan. Dunia yang damai memang menyenangkan, tetapi dengan tidak adanya dinamika, manusia menjadi tidak unik lagi. Novel ini sangat layak untuk dijadikan bahan renungan. Selain alur ceritanya yang unik dan tema tak biasa, novel ini memiliki sisi gelap yang dibalut dalam kedamaian. Usaha Jonas dalam mengembalikan sisi manusiawi dan warna di dunia Komunitas pun membutuhkan pengorbanan besar. Semua keberhasilan membutuhkan perjuangan dan rasa sakit di dalamnya.

0 komentar:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge