Thursday, 18 June 2015

Pendoa

Dua pendoa sedang merapalkan pengharapannya kepada yang disebut Maha Kuasa. Mereka menyebut yang disembah sebagai Sang Esa.

''Sang Esa, dekatkanlah selalu diriku dengan pendoa berwajah sendu yang kini menjadi kekasihku itu. Singkirkan halangan cinta kami yang bernama restu,'' doa si Lelaki alias Pendoa Satu.

Sedangkan si Pendoa Dua yang berwajah seolah dunia terlalu menyedihkan buat hatinya, malah sedang ketakutan. Ayahnya sedang menghitung nafas satu per satu. Ia tak mampu untuk sekedar berdoa buat kekasihnya.

''Jika kami diizinkan bersatu, maka Kau pasti membuka jalan, Wahai Esa. Jika tidak, maka ringankanlah sakit patah hatiku nanti,'' batin Pendoa Dua di sisi pembaringan ayahnya.

Maka Sang Esa masih menimbang-nimbang di singgasanaNYA. Dua pendoa yang sama-sama menggetarkan, membuat sedih malaikat cinta yang sedang menyimpan panahnya. Semuanya sedang menunggu keputusan Sang Esa.

''Salah satu di antara mereka harus mengubah cara berdoa, supaya sama. Jika dua doa disejajarkan dalam kesamaan pandangan, akan lebih ringan buat keduanya,'' jawab Sang Esa.

Ini bukan tentang siapa yang dikabulkan. Tak ada doa yang terkucilkan, hanya saja dua pendoa itu belum menyamakan asanya. Bagaimana bisa menentukan, jika yang satu bersujud lima waktu sedangkan yang satu berdoa khusyuk di hari Minggu?

1 comment:

  1. Hemm dulu temenku juga pernah ada yang seperti ini, dan udah bisa ditebak.. Restu jadi penghalang yang membuat mereka harus berpisah..

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^