.comment-content a {display: none;}

Friday, 25 March 2016

Cara Manajemen Waktu Menulis

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 05:31
Response 

Kehabisan waktu. Itulah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Deadline pekerjaan yang semakin mendesak, membuat saya kelimpungan. Bagaimana seharusnya saya membagi waktu? Dan juga bagaimana caranya agar target menulis saya bisa tercapai? Semua kegelisahan tersebut membuat saya sedikit kedodoran dan juga sampai melupakan waktu untuk mengisi blog satu minggu ini.

Apa yang saya rasakan saat sedang jarang menulis? Tentu saja gelisah, perasaan sebal tanpa sebab dan juga sedikit stres. Tiap hari saya terbiasa menulis minimal dua halaman microsoft word. Kalau memang sedang sibuk, biasanya saya menyicil satu tulisan pendek untuk dikembangkan di sela istirahat kerja. Waduh, karena terlalu sibuk dinas luar kantor kesana-kemari, semua target dua minggu ini sedikit tersendat. Namun saya tidak ingin kejadian ini terus berkelanjutan.

Mengapa meski sibuk saya masih berusaha menyempatkan diri untuk menulis? Jawabannya adalah karena saya sudah menegaskan diri jika tiap bulan harus ada karya baru yang dibukukan, entah solo maupun antologi. Saya memang belum rajin mengirim naskah ke media massa, namun sebisa mungkin target mingguan atau bulanan untuk mengikuti lomba menulis selalu saya asah. Bahkan saya masih sempat menjadi freelance writer untuk sebuah project website.

Mungkin sebagian dari teman-teman penulis yang juga memiliki pekerjaan utama di kantor atau mengurusi bisnisnya sendiri bertanya-tanya, bagaimana sih cara mengatur waktu yang tepat untuk menulis?

1. Ukur kemampuan diri

Pertama, anda harus mengetahui kemampuan diri sebelum membuat time schedule. Anda bisa mencobanya dengan menghitung kecepatan menulis dengan penghitung waktu atau stopwatch. Hitung seberapa lama anda bisa benar-benar fokus menulis. Misalnya anda benar-benar bisa fokus selama lima belas menit, hitung jumlah kata yang bisa anda tulis atau ketik dalam jangka waktu tersebut. Jauhkan diri dari gangguan berupa telepon, SMS, socmed selama lima belas menit produktif anda. Ini menulis bebas tanpa edit loh. Anda baru boleh mengedit kalau tulisan utuhnya sudah benar-benar selesai. Jika anda sudah menemukan, jadikan sebagai patokan waktu wajib menulis anda tiap harinya. Lalu tingkatkan target jumlah kata sekaligus waktu sesuai dengan kebutuhan.

2. Membuat challenge mingguan hingga bulanan

Tiap minggu selalu bertebaran lomba serta event menulis di facebook dan juga socmed lainnya. Temukan satu challenge dengan deadline yang pas untuk kesibukan anda. Misalnya kalau saya, tiap bulan selalu mencari challenge berupa penulisan naskah solo yang berhadiah terbit gratis atau event menulis yang temanya sesuai dengan genre favorit, maka akan saya ikuti. Saya lihat ketentuan lombanya serta deadlinenya, kemudian saya susun jadwal menulis tiap hari atau full menulis di akhir pekan ketika sedang libur. Tantanglah diri anda dengan satu atau beberapa challenge yang membuat anda terpacu untuk menulis.

3. Membuat Idea Bucket List

Kumpulan ide seringkali terlintas tanpa sengaja di kepala. Anda bisa mencatat secuplik ide dari padatnya lalu lintas, keramaian mal, atau mungkin memasukkan karakter fiksi dari tokoh nyata klien anda. Saya biasa membuat idea bucket list atau kumpulan ide singkat yang bisa dikembangkan menjadi satu tulisan utuh. Jangan sampai ide unik dan bagus menguap tanpa anda catat.

Menulis adalah sebuah kemampuan yang tak hanya ditentukan lewat bakat. Asah terus minat dan passion anda dan nikmati prosesnya.

         
  

0 komentar:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge