.comment-content a {display: none;}

Sunday, 24 April 2016

Mengapa Penulis Butuh Teman

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 06:11
Response 

Saya sangat menyukai quote dari Diva Press yang kurang lebih seperti ini,'Menulis berbeda dengan menjadi penulis. Yang satu bisa sendirian, yang satu butuh teman.' Saat memutuskan untuk terjun di dunia blogging sekaligus mulai mempublikasikan karya, memang quote tersebut ada benarnya.

Pada mulanya, saya menjadikan aktivitas menulis sebagai media tumpahan ide atau imajinasi liar saya. Sejak kecil sebagai penggemar cerita dongeng, saya sangat suka menuliskan kisah rekaan tentang putri dan pangeran. Beranjak dewasa, saya mulai menuliskan opini tentang kejadian sekitar berkisar topik self healing serta self development yang juga menjadi genre bacaan kesukaan saya. Hobi menulis saya lakukan karena saya bisa menuangkan segala rasa serta kegelisahan.

Namun, di saat saya mulai menerbitkan buku solo dan antologi, mulai terjun di dunia blog, ada berbagai hal baru yang saya ketahui. Jika ingin tulisan kita lebih hidup, banyak membaca saja tidak cukup. Saat sedang menciptakan karakter fiksi, saya harus belajar mengamati orang lain. Ketika ide tulisan sedang buntu, sebenarnya berbincang dengan sahabat, bersosialisasi dengan  banyak orang dan mengetahui banyak cerita dari mereka, maka writing block itu sudah bisa teratasi.

Penulis itu butuh teman. Setelah tulisan selesai, first reader sangat diperlukan untuk mengkritisi tulisan kita. Saya juga banyak terbantu setelah beberapa teman bisa menjadi pembaca yang memberikan saran untuk perbaikan tulisan. Mereka mengajarkan saya untuk tetap rendah hati.

Penulis itu butuh mentor. Selain mempelajari tulisan teman lainnya yang sudah profesional, saya bisa mendapat banyak ilmu menulis seperti blogging dan menulis artikel lewat belajar online dan offline. Berkembangnya networking sesama penulis, selain mengikat silaturahmi, juga memperbesar kesempatan bagi saya mendapatkan kesempatan langka seperti job artikel, berkenalan dengan penulis senior berpengalaman dan event menarik lainnya.

Dari beragam pengalaman itulah, saya semakin yakin jika ingin menjadi penulis serius, maka saya tidak boleh menutup diri di dalam kamar. Riset mendetil lewat bacaan, menikmati liburan di luar kota dan memiliki banyak teman adalah vitamin yang bagus untuk menulis.

0 komentar:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge