.comment-content a {display: none;}

Sunday, 1 May 2016

Jangan Saling Menyalahkan

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 06:06
Response 
source: Google

Pernah tidak, anda mendengar sebuah ungkapan menyalahkan yang kira-kira bunyinya begini,”Aku sekarang ngalamin kegagalan ya karena dijegal si anu, dikasih beban yang overload sama si itu, atau difitnah sama si ini,”. Kegagalan atau kejatuhan yang dialami, dijustifisikasikan akibat tindakan buruk orang lain. Dan tanpa sadar saya dan mungkin anda  juga pernah atau sering melakukannya. Sebagai sebuah tindakan alami, manusia memiliki metode pertahanan diri jika sedang dalam kondisi terpojok, salah satunya adalah menyalahkan keadaan termasuk menyalahkan orang lain.

source: Google
Mungkin di beberapa kasus, ada pengaruh atau tindakan tidak baik orang lain yang bisa menjadi batu sandungan dalam hidup kita. But, in every life always appear the antaghonist side. Bisa jadi orang lain menjadi malaikat atau malah musuh kita, dan sebaliknya bisa saja kita yang menjadi dewa penolong atau malah dianggap sebagai iblis bagi orang lain. Dalam hidup selalu ada yang namanya masa tersakiti sekaligus terselamatkan. Lantas bagaimana seharusnya kita bersikap? Gunakan akal dan hati secara seimbang. 



Saat terjadi suatu hal yang kurang menyenangkan, sebelum berkoar menyalahkan keadaan dan juga orang lain, berhentilah untuk diam sejenak. Apa mungkin sikap atau perilaku kita sendiri yang masih memicu ketidakberhasilan? Barangkali kebiasaan buruk atau kurang disiplinlah yang membuat kita gagal. Mungkin saja karena kita malas memperbaiki diri, makanya ada saja ketidakberhasilan yang menghadang. Apabila ada orang yang berniat untuk menjegal, kita boleh marah namun jangan sampai merendahkan martabat diri kita sendiri. Sifat terlalu merasa pintar dan merasa bahwa orang lain tidak secerdas atau sehebat anda, sampai tidak mau terbuka pada kritik, ialah sebuah karakter yang juga tidak baik.

Membalas orang yang menyakiti dengan kelicikan yang sama? Tidak mau introspeksi pada kesalahan atau kekurangan lantas berkoar pada banyak orang jika anda telah didzalimi? Membentuk aliansi untuk ikut membenci orang yang anda anggap sudah menyakiti? Saya hanya bisa bilang, itu tindakan PENGECUT.

Alih-alih membalas tindakan buruk, abaikan saja para pengganggu dan maju berkarya pada bidang yang anda cintai. Seperti halnya kebaikan, keburukan seseorang juga akan terungkap sendirinya tanpa perlu anda mencari bukti. Anda juga tidak perlu meyakinkan orang lain kalau anda punya hati baik. Terlalu mengoarkan kebencian, menandakan anda belum move on dan juga memang terpengaruh oleh tindakan orang lain. Gagal? Bangkit saja, tanpa perlu banyak menyindir sana-sini. Sebab orang yang berniat jahat pada anda akan merasa menang jika melihat anda terpuruk dalam kesedihan atau kebencian yang dalam. Tunjukkan pada mereka, jika anda masih bisa menyapa dengan senyum. Pemenang adalah yang bisa membuat musuhnya segan tanpa perlu banyak kalimat.

Mari belajar bersikap dewasa.


source: Google

4 komentar:

Robby Zulkifli on 1 May 2016 at 08:15 said...

saya suka dengan artikelnya mbak dan menurut saya artikelnya bermanfaat :)

ehh jangan lupa mampir ke blog saya robbybie.com ya ^_^ hehehe

Tira Soekardi on 1 May 2016 at 12:49 said...

betul sekali kawan, intropeksi diri itu memang kadang sulit karena keegoan kita sendiri

Agung Han on 1 May 2016 at 15:38 said...

kalimat terakhir ini mengena "Pemenang adalah yang bisa membuat musuhnya segan tanpa perlu banyak kalimat"
salam sehat dan semangat

ali shodiqin on 1 May 2016 at 23:06 said...

setuju sekali mbak, memang jangan saling menyalahkan. tapi saling mengigatkan itu lebih baik

salam kenal... sukses

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge