Tuesday, 7 June 2016

Petang, di Tengah Kota

Petang menjelang
Bunyi klakson pekakkan telinga
Bising, ramai, marah
Campuran rasa dan ingin membunuh

Hasrat membunuh waktu yang jalannya buru-buru
Namun waktu sama ngerinya dengan hantu
Tak terlihat, wujudnya miliki angka
Masih saja lajunya tak bisa henti sementara

Perut belum terisi
Sumpah makian jadi atribut jalanan
Kiri, truk yang menyalip
Kanan, roda dua yang tak tahu diri

Yang menenangkan cuma satu
Hangatnya nasi dengan senyuman
Tempat curahan lelah dengan penatnya jalanan
Petang, kerinduan bertambah 
menuju rumah

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^