Sunday, 9 October 2016

Personal Branding Week 1: Nama Sebagai Merk dan Branding


Di minggu sebelumnya kita belajar tentang menyusun tiga kata utama penting yang akan menjadi ciri khas personal branding dan juga bagaimana menyusun mission statement.  Masih dari pelajaran minggu pertama dari Coursera, kali ini saya akan menjelaskan sedikit sejarah personal branding dan juga bagaimana perkembangannya berdasarkan materi yang saya baca  dari www.socialfresh.com.

Banyak yang mengira jika personal branding maraknya dimulai beberapa tahun terakhir ini. Padahal sebenarnya, sudah banyak merk besar yang menggunakan strategi personal branding, bukannya sekadar menjual produk demi melariskan usahanya. Di tahun 1850-an, seseorang memberi nama bisnis mereka dengan unsur dari nama asli mereka sendiri. Para etrepeneur baheula itu berdiri di belakang produk yang mereka hasilkan dan juga kualitas jasa yang mereka tawarkan. Orang-orang tersebut tidak membaca buku personal branding, merekapun tidak menggunakan social media semacam Twitter untuk memasarkan jasanya. Pada awal tahun 1850-an, personal branding hanya berupa bagaimana seseorang mengelola bisnisnya.


Kita ambil contoh, ada seorang pengusaha asal Florida yang bernama Jimmy, membuka sebuah usaha yang diberi unsur namanya sendiri yaitu Jimmy’s Drive dan Jimmy’s Car Wash pada tahun 1953. Jimmy menggunakan nama bisnisnya sebagai identitasnya. Jimmy’s Drive dan Jimmy’s Car Wash adalah dua titel penting yang dimasukkan dalam kartu nama. Bisnis itu masih berjalan hingga saat ini menjadi sebuah bisnis keluarga turun-temurun. Dan Jimmy wafat setelah membuka 15 cabang restoran serta 2 tempat cuci mobil. Bisnis milik Jimmy yang kini dikelola putra-putranya adalah salah satu bisnis cuci mobil tertua di Amerika Serikat.

Personal branding yang diterapkan oleh Jimmy adalah salah satu contoh sukses. Wajah dan juga tanda tangan Jimmy yang dicetak di atas menu restoran dan juga iklan usahanya, membuat loyalitas pelanggan Jimmy pun tak hanya bertahan tetapi juga berkembang. Dari pelanggan pertama yang sudah mengenal Jimmy dan juga kualitas usahanya, lantas terus diturunkan pada generasi berikutnya. Tentu saja meskipun Jimmy telah wafat, wajah dan juga namanyalah yang menjadi simbol bisnisnya. Putra-putranya hanya terus berinovasi sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan dasar-dasar dan kualitas Jimmy saat mulai mengembangkan bisnis.

Di Indonesia sendiri kita mengenal banyak sekali nama-nama yang berhasil membrandingkan namanya. Salah satunya adalah Johnny Andrean di bidang hairstyling. Dengan menyebut namanya saja, kita pasti akan tahu jika bisnis Johnny Andrean berkisar di penataan dan perawatan rambut, dan itu masih bertahan hinga kini di tengah munculnya hairdresser baru yang tak kalah berbakat. Nama Johnny Anrean menjadi sebuah jaminan kualitas.
Image result for johnny andrean
image source : www.weyap.com

Beranjak ke awal 1900-an, pada tahun itu pun bisnis yang muncul dibangun oleh founder atau pendiri yang memiliki kualitas pribadi yang kuat. Dengan kualitas pendirinya, produk yang dihasilkan pun terus mengalami kemajuan karena mendapat kepercayaan konsumen. Beberapa nama yang berhasil di tahun itu dan hingga kini masih kita dengar namanya adalah Ford Motor Company, Honda Motor dan juga Sears & Roebuck. Semua bisnis papan atas tersebut menggunakan nama pendirinya. Tentu saja setelah para founder membangun integritas yang kuat dalam bisnis, maka nama yang menjadi merk bukanlah hal yang mustahil lagi.

Lantas beberapa dekade berikutnya, para pelaku bisnis seolah mengalami amnesia. Para entrepeneur yang menginginkan usahanya semakin sukses, malah mulai melupakan pentingnya personal branding dari pendiri atau pemilik bisnis. Nama dari owner atau founder tidak lagi dijadikan identitas yang mutlak. Meletakkan nama sendiri sebagai nama sebuah bisnis, seolah menjadikan bisnisnya terlihat lemah dan kurang profesional. Mungkin ibaratnya seperti narsis berlebihan. Untuk mencintai sebuah produk, konsumen harus percaya pada produknya, bukan pengelola bisnsisnya.

Image result for personal branding quotes
image source: quotesgram.com


Ketika Muncul Endorsment dan juga Brand Ambassador

Ketika nama founder atau nama pemilik tidak lagi mejadi jaminan yang penting dalam sebuah bisnis, maka mulai dibutuhkan seorang brand ambassador atau duta produk yang melakukan promosi. Sebuah kualitas produk juga dinilai dari banyaknya endorsment positif dari public figure. Hal ini sempat mendorong penjualan produk, namun lama-kelamaan konsumen tak lagi butuh wajah-wajah orang tekenal untuk menilai kualitas produk. Konsumen masa kini menjadi lebih cerdas. Britney Spears yang sempat menjadi brand ambassador Pepsi, bukanlah sosok yang menciptakan Pepsi. Ia hanya menciptakan sebuah trend. Konsumen merasa tertipu. Pada kenyataannya, seorang artis itu juga dibayar mahal untuk mempromosikan produk. Para konsumen butuh seorang ahli yang benar-benar mengetahui seluk beluk produknya. Contohnya, mereka butuh seorang ahli mekanik mobil yang membuat mobil sendiri, bukan hanya menggunakan artis sebagai pengiklan.

Para konsumen butuh nama orang yang berkompeten untuk mempromosikan produknya. Seorang pemilik bisnis harus menjadikan namanya sebagai jaminan kualitas produk.

Mungkin hal ini bisa juga dijadikan sebagai strategi para penulis buku. Buku yang bagus bukan tergantung dari seberapa banyak endorsment orang terkenal di sana, tetapi memang dari kualitas pengarangnya. Endorsment hanya sebagai bagian kecil, bukan faktor utama. seorang penulis harus bisa membrandingkan dirinya jika memang tulisannya layak dibaca. Jalan salah satunya adalah sering menulis dan menghasilkan karya di berbagai media, menemukan basis pembacanya dan juga komunitasnya sendiri. Maka saat menerbitkan buku pun dia pasti sudah memiliki calon pembaca yang menunggu karyanya terbit.

Yuk mulai belajar meningkatkan kualitas personal branding kita! Gali potensi yang ingin kita tonjolkan. Buat mission statement yang kuat dan melekat di diri kita sehingga bisa menghasilkan jasa atau produk yang baik. Nama kitalah yang harus menjadi jaminannya.

No comments:

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^