Kau selama ini memilih diam
Mengawasiku tanpa mengenal ujung jenuh
Tak mengapa meski aku tak memindai keberadaanmu

Kau selama ini memilih bungkam
Tak ada sentuh
Namun aura bara hatimu membakar
nyalakan dahan senyum yang sempat dipeluk belukar

Kau selama ini memilih diam
Namun nyalang kasihmu tak pernah bungkam
Kulihat ada kunang-kunang di sekelilingmu
yang membuatmu indah bahkan di kala petang