.comment-content a {display: none;}

Tuesday, 8 October 2013

Mari Berbicara Dengan Cinta

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 15:56
Response 
Cinta adalah hal abstrak yang tak bisa didefinisikan dengan kata-kata namun bisa dirasakan kehadirannya. Cinta adalah karunia Tuhan yang diberikan bagi umat manusia agar hidup berdampingan dengan saling mengasihi dan menyayangi. Cinta adalah bentuk pemberian yang harus dilakukan secara total dan tidak setengah-setengah.

Cinta dapat merekatkan dan memabukkan. Cinta juga dapat memantik api cemburu dan rasa mendominasi bila tidak digunakan dengan akal sehat. Cinta hanya bisa tumbuh subur di tengah gudang maaf, kasih, kesabaran, ketulusan dan rasa saling memiliki. Cinta adalah perwujudan nyata dari eksistensi manusia yang hidup di dunia secara kodrat dan hakiki.

Cinta memiliki pengaruh-pengaruh positif bila diimbangi dengan akal sehat. Cinta juga dapat melukai bila salah satu masih bersikap egois. Hal paling indah dalam cinta adalah bila ada rasa saling memaafkan dan menerima. Mungkin sebuah kesalahan besar kadang sangat sulit dimaafkan. Namun seorang manusia kadang memiliki batas kekurangan yang sangat lazim muncul di permukaan. Hanya cinta dan kasih tuluslah yang mampu mengobati jiwa yang tersakiti.
Cinta jangan kita jadikan sebagai sebuah objek. Jika kita menganggap cinta sebagai sebuah objek, maka kita akan bertindak seolah cinta tak boleh dimiliki oleh siapapun, hanya kita yang patut mengendalikan dan itu adalah awal kehancuran dari cinta yang kita agung-agungkan. Jadikan cinta sebagai sebuah subjek, ya subjek itu adalah diri kita sendiri. Jadikan diri menjadi orang yang pantas dicintai oleh siapapun. Terkadang kita salah dalam menyikapi rasa cinta atau salah dalam mendefinisikan sebuah pemaknaan rasa. Berhati-hatilah karena debar atau rindu terkadang hanyalah sebuah illusi yang seringkali menyesatkan kita dalam menjabarkan rasa cinta.
Cinta, Kagum ataukah Sekedar Suka?
Bukan cinta jika kita pertama kali bertemu dengan seseorang lalu debaran itu kita artikan sebagai sinyal datangnya belahan jiwa, itu adalah rasa kagum. Cinta baru bisa tumbuh ketika seseorang melewati waktu sedih dan bahagia bersama namun satu sama lain berusaha saling mengisi dan memperbaiki. Kagum terkadang akan luntur ketika kita mengetahui sisi buruknya. Suka bisa kita asosiasikan dengan menyukai hal-hal yang sesuai idaman kita. Hal inipun tidak berlangsung lama, karena bisa muncul rasa bosan jika tak benar-benar mencintai. 

Jatuh cinta sesungguhnya adalah ketika hati ini berdebar dengan orang yang tak pernah kita duga atau mungkin kita kira. Jatuh cinta mendobrak batasan-batasan diri sehingga kita mampu tampil berani bahkan kadang lupa diri. Yang mampu mengendalikan adalah rasa persahabatan dan saling menghargai. Bersahabatlah dengan cintamu. Dan hargai perasaan tulus semua orang yang menyayangimu. Jangan pernah katakan lagi, kita tak butuh cinta di dunia, karena itu hanyalah omong kosong penutup kesepian diri kita. Mencintailah dan tumbuh dewasalah. ^_^



3 komentar:

menujumadani on 8 October 2013 at 18:35 said...

Love is a wonderful think, dengan cinta dunia menjadi hidup, ada suka, sedih, marah semuanya mewarnai kehidupan manusia.

Heru Prasetyo on 8 October 2013 at 21:28 said...

kata cu pat kai, "Cinta, Cerita Indah Namun tiada Akhir
dengan mengenal cinta, berarti kita lebih memeditasi diri sendiri, karena cinta dalam arti luas bukan hanya mengingat tanggal lahir pacar, tapi berbagi dengan peka terhadap alam sekitar

Menarik mbak ulasannya ^_^

Reffi Seftianti on 9 October 2013 at 03:30 said...

All : terima kasih sudah berkunjung,,,cinta akan selalu menjadi nafas indah dalam kehidupan kita :)

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge