Wednesday, 15 August 2018

One Week One Book, Gerakan Literasi yang Digandrungi Anak Muda

August 15, 2018 3 Comments


Logo Gerakan One Week OneBook


Membaca adalah jendela dunia. Peribahasa itu sudah melekat di benak kita mungkin sejak masih kanak-kanak, tetapi buktinya lebih banyak yang memilih untuk menghabiskan waktu dengan asyik di media sosial sembari menepiskan aktivitas membaca. Sudah banyak diketahui jika Indonesia adalah negara yang minat bacanya tak setinggi negara maju lain contohnya Jepang. Di Jepang, kita akan mudah menemukan orang-orang yang berdiri atau duduk di angkutan umum sambil membaca buku.

Lintang, founder komunitas


Melihat dari minimnya aktivitas membaca itulah, Lintang Indra Listika, seorang penggemar buku asal Sidoarjo ini nekat mendirikan komunitas online Gerakan One Week One Book. Komunitas online yang lahir pada  4 Januari 2018 ini kini sudah menjadi sebuah tren baru di kalangan para kutu buku.

Sebuah Gerakan yang Terbentuk Karena Rasa Miris

Lintang memiliki komitmen untuk setidaknya bisa membaca habis satu buku dalam satu minggu. Merasakan manfaat dari membaca buku dan ingin mencari kawan-kawan yang serupa, ia pun mencari komunitas online yang senada dengan semangat membacanya. Kita tahu jika sudah bertebaran komunitas menulis, fotografi atau handicraft di media sosial yang tentunya terus mendorong anggotanya untuk berkarya, namun Lintang belum menemukan komunitas online yang mengajak komunitasnya untuk rajin membaca.

Dari temuan itulah, Lintang memutuskan untuk mendirikan komunitas Gerakan One Week One Book di Instagram. Berangkat dari rasa miris dengan fenomena lingkungan juga membuat Lintang bersemangat untuk menyebarkan virus membacanya. Ia ingin banyak orang yang lebih banyak menyisihkan waktu untuk membaca daripada berselancar di media sosial atau menonton acara TV yang tidak bermutu.

Tantangan Komunitas dan Proses Pengenalannya
 Meskipun tujuannya positif, tenyata Gerakan One Week One book juga menuai pro dan kontra.
“Respon awal kehadiran komunitas ini 80% pro 20% kontra. Saya sangat bersyukur banyak teman-teman yang tertarik bergabung menjadi anggota kami, bahkan ikut mempromosikan komunitas ini secara sukarela, ikut memberikan sumbangsih secara tidak terduga.” Kata Lintang.

Pihak yang kontra dengan komunitas membaca ini tak selalu memberikan kritik yang halus, ada juga yang mengkritik dengan kalimat nyinyir yang cukup menyinggung. Mungkin karena berbasis virtual, ada yang beranggapan jika Gerakan One Week One Book adalah komunitas yang berjalan dengan main-main.

“Padahal meskipun virtual, saya dan para admin berusaha keras membuat para anggota merasa secara nyata kehadiran komunitas ini.” Imbuh Lintang lagi.

Proses pendaftaran anggota baru dilakukan dengan memposting ulang banner komunitas di akun Instagram dan wajib menyetor review singkat buku yang dibaca minimal satu buku dalam seminggu. Admin akan mencatat dan memberikan nomor keanggotaan untuk para member komunitas.

Komunitas ini memang diperkenalkan lewat Instagram mengingat banyak generasi muda yang kini tertarik untuk menjadikan Instagram sebagai media kreatif mereka. Sudah banyak terlahir bookstagramer, istilah untuk pereview buku di Instagram dengan mengkreasikan foto bukunya seapik dan seunik mungkin.  Review yang ditulis juga bebas, bisa saja kutipan paling menarik dalam buku atau hal berkesan yang didapat usai membaca. Tidak ada patokan pakem khusus dalam membuat review.

Event One Week One Book dengan IDN Times Community 






Kegiatan Selain Membaca Buku Sekali Seminggu
Hebatnya lagi, komunitas ini sudah memiliki peserta yang cukup besar apalagi sudah ada lima orang admin di beberapa kota yang bertugas untuk menghandle antara lain di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

“Admin komunitas ini hanya ada 5 orang. Saya sendiri, Ajoy, Dini, Reni, dan Jihan. Kunci utama solidnya admin bagi saya pribadi ialah rasa saling memiliki, kepercayaan, kekeluargaan, komunikasi dan saling pengertian,” ujar Lintang.

Selain review buku di Instagram, komunitas juga memiliki agenda lainnya yaitu One Day One Post (ODOP), Bincang Literasi, Bincang Buku, Giveaway Buku, Consistent Reader Challenge, The Best Photo Challenge dan Kelas Moco Bareng. Ada grup WA khusus untuk melakukan aktivitas tersebut. Anggotanya sangat antusias dengan kegiatan Gerakan One Week One Book karena mereka memiliki wadah khusus bagi sesama pembaca dan bisa berdiskusi dengan para penulis yang baru saja menerbitkan karya.

Perkembangan Literasi di Tengah Generasi Muda
Sebagai pendiri Gerakan One Week One Book, Lintang optimis dengan naiknya minat baca dan perkembangan literasi di tengah generasi muda. Sudah banyak bermunculan program yang terkait dengan literasi di Indonesia seperti aplikasi buku digital gratis semacam Ipusnas dan Ijakarta. Kita tidak perlu membeli buku, cukup meminjam dalam batas waktu tertentu di dua aplikasi tersebut dan dapat memperpanjang masa pinjaman jika diinginkan. Di sekolah juga mulai diterapkan gerakan literasi membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.


Membaca kini bukan lagi menjadi kegiatan membosankan yang dianggap cupu. Dengan inovasi dan teknologi yang membantu kita untuk membaca, maka ini bisa menjadi lifestyle yang keren. Buat kalian, baik muda atau tua, mari membaca agar pikiran lebih terbuka serta waktu tidak terbuang sia-sia untuk aktivitas kurang bermanfaat. Let’s read like a breath!

Wednesday, 8 August 2018

Ingin Move On? Hadapilah Kenyataan!!

August 08, 2018 6 Comments
tips move on


Di beberapa kesempatan bertemu sahabat dan kenalan, mereka sering bertanya apa resep saya selalu terlihat bahagia dan passionate. Ditambah lagi saya adalah orang yang sering jadi sasaran tempat curhat. Padahal ada masa di mana saya juga pernah down sampai makan saja malas, salah satunya patah hati atau ada masalah di tempat kerja.

 Namun life must go on, hidup harus jalan terus. Untungnya orang tua menanamkan prinsip untuk berani bertanggungjawab atas apapun pilihan hidup dan berani menerima kesalahan. Sayangnya, tidak semua beruntung menerima pembelajaran bagaimana mengakui kesalahan yang telah dilakukan.

Betapa banyak yang di luar berkoar-koar jika dirinya kuat, tetapi jauh di dalam hati hancur berantakan. Bahkan jika ada yang membahas soal penyebab sakit hatinya, berpura-pura itu tidak masalah. Atau malah sebaliknya, ada yang sudah tahu jika keputusan yang diambil berdampak tidak baik buat diri, hanya saja bersikap naif dengan pikiran kita akan mampu mengubah yang buruk menjadi baik. Bodoh dan tabah tipis sekali perbedaannya.

Dari beragam pengalaman kawan yang mau berbagi kepada saya dan menyaring apa yang pernah terjadi di dalam hidup saya, ada beberapa hal yang seharusnya ditanam dalam pikiran supaya kita tak menjadi Pasukan Gagal Move On.

1.         You Are Not Superhero! Be Smart!
Pernah dengar komentar begini dari seseorang yang sedang kasmaran sampai buta mata hatinya?

“Dia itu mungkin sering bohong, tapi aku pasti bisa ngubah kebiasaannya.”
“Kalau aku sabar, pasti hobinya buat ngomong kasar bakal hilang.”

Atau di bidang pekerjaan seperti ini.
“Mungkin bosku ini melatihku supaya aku jadi tangguh.” (Padahal tidak ada penghargaan baik secara finansial dan moral, si bos hobi memaki tanpa mengajari)

tips move on


Manusia itu diciptakan cerdas kok. Dan memang tiap kali kita menerima kesulitan, tidak boleh langsung berpindah haluan atau menyerah. Tetapi jika sebuah keadaan yang berusaha kita perbaiki itu membuat kualitas hidup terus menurun, maka sudah seharusnya kita berhenti. Mencoba beberapa kali itu harus, namun kalau berisiko melemahkan semakin parah maka angkat kaki dan katakan selamat tinggal. Kamu bukan superhero!

Kalau hubungan cintamu lebih banyak membuatmu menangis berember-ember, putuskan hubungan. Jika orang yang kamu percaya, tega berbohong ratusan kali, maka putuskan untuk tidak percaya lagi. Jika seseorang sering tidak menghargaimu, putuskan untuk berhenti akrab dengannya.

Tiap orang memang berhak dengan kesempatan kedua, tetapi tidak untuk kesempatan keempat hingga kelima. Kesalahan yang dilakukan berulang kali itu bukan khilaf, melainkan watak. Jangan repot-repot berusaha mengubah, waktu kita lebih berguna untuk menjalin hubungan baru yang lebih suportif.

2.         Jujur Menerima Konsekuensi Keputusan yang Kita Ambil
Pernah salah mempercayai orang atau gagal di sebuah hal yang kita tekuni itu bukanlah sesuatu yang memalukan. Kita tidak bisa memprediksi situasi dan kondisi yang akan terjadi di masa depan, yang bisa kita kendalikan adalah bagaimana respon dalam menghadapinya. Bersikap baik memang tidak boleh pilih-pilih, tetapi kalau apa yang kita pilih rupanya salah, jangan malu mengakui. Jujur pada diri sendiri itu yang paling penting. Kalau sudah tahu bahwa keputusan itu keliru, maka segera berhenti melanjutkan dan berpindah ke langkah baru.



3.       Tidak Berusaha Melupakan, Jangan Hanya Menikmati Diam
Semakin berusaha melupakan, maka pasti akan sulit move on. Terus menyimpan dendam, maka hidup akan semakin tidak tenang. Memaafkan tanpa memberi kesempatan kedua kali itu hak kita. Tidak membenci itu pilihan utama, lalu terus upgrade diri agar menjadi pribadi yang selangkah lebih maju.

Carilah bidang baru yang bisa kita pelajari, buatlah target impian yang ingin kita capai dari hal paling sederhana. Datangi tempat baru dan perbanyak kegiatan. Mendekatkan diri pada Tuhan tentu wajib. Kita awalnya mungkin akan berpura-pura kuat, sampai akhirnya menjadi kuat hanya pilihan yang bisa diambil. Meresapi masa lalu yang pahit dengan stalking, malas makan, membenci semua orang hanya akan meredupkan aura diri. Menangislah hari ini, lalu besok berjalanlah dengan gagah.


Apakah sudah tahu pilihan mana yang ingin kamu ambil agar menjadi lebih tangguh? Tentukan sekarang, jadilah pejuang bukannya pecundang!


Tuesday, 31 July 2018

Flash Fiction Competition Blog Kata Reffi

July 31, 2018 6 Comments



Hai teman-teman penulis kece, sudahkah kamu menulis hari ini? Akhirnya seperti yang saya tulis di status FB minggu lalu, the day comes. Waktunya pengumuman info lomba flash fiction!!!!!

Kompetisi ini adalah sebagai salah satu bentuk syukuran saya yang baru saja menerbitkan buku tunggal ketujuh yang berjudul Mr Secret and Miss Cuek di Storyclub. Novel ini bisa terbit setelah menjadi salah satu naskah terpilih Event Novel Romance Storyclub. Nah, salah satu hadiah yang saya dapat adalah dua voucher penerbitan gratis di Storyclub. Saya akan menggunakan voucher itu satu, dan satunya lagi ingin saya bagi buat teman-teman.

yuhuu,novel saya terbaru :D


Nah berhubung hanya ada satu voucher, tentu nggak afdol dong kalau saya kasih ke orang tertentu. Kesannya nanti pilih kasih, hehehe. Maka saya buat challenge ini supaya banyak teman yang bisa bergabung. Hadiahnya apaa?

1 Pemenang Utama akan mendapatkan
  • -       Voucher penerbitan novel romance minimal 100 halaman (wajib genre romance, boleh saja kamu gabung dengan genre lain asal unsur romance masih kental). Voucher ini valid sampai 31 Desember 2018 di Penerbit Storyclub.
  • -          Paket buku koleksi pribadiku

1 Pemenang Kedua
Pulsa sebesar Rp50.000

Cara kompetisinya bagaimana?
  • Like Fanpage Blog Kata Reffi & Moviereffi, klik di sini
  • Like Fanpage Storyclub, klik di sini
  • Buat flash fiction berdasarkan prompt gambar yang tertera di sini. Kamu bebas membuat genre apa saja, pokoknya ada unsur kalimat di dalam gambar ini di dalam tulisan kamu dan beri underline atau dibuat bold (tebal) ya supaya saya bisa mudah menemukan.




  •  Jumlah kata 300-500 kata.
  •  Hanya boleh mengirimkan satu cerita saja.
  • Wajib ditulis di dalam blog platform wordpress dan blogspot. Jangan memakai selain kedua platform itu.
  • Di akhir tulisan, sertakan kalimat ini “Tulisan ini diikutsertakan dalam Flash Fiction Competition Blog Kata Reffi”
  • Jika sudah selesai, laporkan linknya di kolom komentar postingan fanpage Blog Kata Reffi yang akan dibuatkan khusus. Bukan di halaman blog wordholic.com ya.
Format laporan link adalah
Nama:
Judul:
Link:

  •     Yang tidak memenuhi step-step di atas akan langsung didiskualifikasi.
  •     Waktu penulisan dari 31 Juli  sampai dengan 20 Agustus 2018 jam 23.59 WIB
  •      Pengumuman pemenang 30 Agustus 2018.


Kalau ada yang tanya:

1.       Misal voucher nggak dipakai sampai hangus gimana?
Ya itu sudah hak kalian, jadi kalau tidak dimanfaatkan bukan saya yang rugi, hehe

2.       Menulis novel itu susah kakaak!
Nanti kan ada waktu dari akhir Agustus sampai Desember niih, menulis minimal 100 halaman saja masa tak sangguup? Katanya mau jadi penulis, eh.

3.       Kak, aku belum sanggup nulis novel, boleh nggak ikut tantangan ini?
Bebas. Kan namanya penulis itu harus menjajal kemampuannya dong. Menang kalah urusan belakang, yang penting nuliss.

4.       Kak, aku nggak punya blog.
Bikin dong. Udah banyak tutorial cara bikin blog wordpress dan blogspot. Saya nggak minta website aneh-aneh. Penulis harus mau belajar untuk upgrade dirinya.

Yuk buruan nulis ya teman-temaaan!!! 

Monday, 30 July 2018

Interpreter Journey 1: Rasa Ingin Tahu Adalah Kunci!

July 30, 2018 4 Comments




Sekitar dua minggu lalu saya membuka poling di fanpage Blog Kata Reffi & Moviereffi tentang pembahasan apa yang pengin diketahui pembaca. Dan yah, tips menjadi interpreter menempati ranking teratas poling. Jadi saya akan membuat tulisan berseri dalam kategori tips dan akan selalu saya awali di judul dengan ‘Interpreter Journey’.
(Baca Juga: My Interpreter Journey Sharing)

Mengapa memilih judul seperti itu? Karena ini murni pengalaman saya yang masih balita di dunia interpreting, sekitar 5 tahun pasca menjadi sarjana di jurusan Sastra Jepang Universitas Dr Soetomo Surabaya.

Okey, I start it with the first skill that you should have to be the good interpreter, it is HIGH CURIOSITY.

Rasa ingin tahu menjadi dasar utama. Sebenarnya tak hanya menjadi interpreter juga sih, tetapi baik translasi atau menerjemahkan naskah dan pekerjaan lain juga butuh rasa ingin tahu. Namun, karena koridor pembahasan saya soal interpreting, dari postingan part pertama ini fokuskan pandanganya ya.

Sebenarnya, menjadi interpreter atau translator di dunia industri bukanlah cita-cita utama saya. Saya ingin menjadi news anchor, jurnalis hingga menjadi duta besar. Benang merahnya, sama-sama ingin menggunakan kemampuan berbahasa asing dan mencari kesempatan lebih luas lagi. Namun, ketika saya gagal SNMPTN untuk masuk jurusan Hubungan Internasional, pikiran saya langsung menjurus untuk belajar bahasa asing satu lagi selain Inggris. Bahasa Inggris sudah cukup bisa saya kuasai. Untuk berkomunikasi pun tak buruk-buruk amat.

Kalau kamu mau membuat kesempatan lebih luas, ya kuasailah satu bahasa asing lain selain bahasa Inggris. Terutama bahasa asing yang banyak digunakan di Indonesia seperti mandarin dan Jepang. Misalnya kamu memilih satu bahasa asing saja juga tidak masalah. Fokus sampai jadi ahlinya.


Kenapa saya akhirnya pilih Jepang?

Simple, karena saya terpapar kamus Jepang sejak usia sekolah dasar. Sounds funny, right? Papa pernah iseng membeli satu kamus percakapan kecil bahasa Jepang-Indonesia lalu buku itu terlupakan. Saya buka, eh kok aneh? Saya bisa baca ejaan latinnya, tapi terkesan aneh. Lalu tiap selesai menonton film kartun macam Inuyasha, lagunya berbahasa Jepang dengan tulisan tak bisa saya baca. Ini membuat sebal  karena saya ingin tahu artinya.

Buku ini saya beli ketika sama sekali ga hapal kanji

Dan ternyata setelah belajar lebih dalam di bangku kuliah serta menjalani dunia interpreter, rasa ingin tahu bisa menjadi modal awal yang sangat penting.


  • Curiosity Membuatmu Jadi Tabah

Belajar bahasa yang non-latin macam Jepang itu bukan hal mudah. Kalau motivasi kamu setengah-setengah, pasti dijamin akan putus asa di tengah-tengah. Mau lancar ngomong aja pasti bisa, tetapi kalau kamu mau menjadi interpreter jelas harus banyak membaca. Mulai dari membaca materi di luar buku kuliah dan membaca isu populer. Saya biasanya akan membaca artikel terbaru soal Jepang dalam bahasa Indonesia dan berusaha mencari kosakata dalam bahasa Jepang.

Kamu harus ingin tahu soal huruf kanji, kamu harus tahu soal budaya juga. Setidaknya dengan materi yang penuh, kamu nggak akan gagap sewaktu benar-benar terjun di dunia interpreter. Lama-lama kamu akan semakin tabah ketika mendadak mendapat tugas penting saat menerjemahkan. Kalau menghapal kanji dan menambah kosakata saja kamu sudah tabah, apalagi kalau diminta menerjemahkan di sebuah event atau meeting? Ini bisa jadi petualangan menyenangkan.


  • Rasa Ingin Tahu untuk Meminimalisir Kesalahan

Di awal menjadi interpreter, saya membekali diri dengan ketabahan. Lalu belajar menggali informasi dari beragam sumber. Jangan hanya mengandalkan sumber benda mati seperti buku dan internet, cari sumber hidup yaitu manusia. Misalnya, saya akan tanya ke teknisi lokal bagaimana cara menggunakan sebuah mesin. Saya catat lalu saya coba terjemahkan. Saya cari padanan kata bagian mesin dalam bahasa Jepang. Jadi ketika si orang Jepang bertanya atau minta diterjemahkan ke orang lokal, saya tinggal mengkroscek apakah yang dimaksud ini sudah benar atau tidak. Delivery akan lebih smooth dan kamu bisa menambah nilai plus karena sudah mempersiapkan diri.


Itulah dua hal yang penting dengan adanya curiosity atau rasa ingin tahu. Nah kamu sedang belajar bahasa asing apa nih? Tunggu seri selanjutnya ya

Tuesday, 24 July 2018

Cinta Membuat Elbert Reyner Menjadi Movie Blogger

July 24, 2018 6 Comments
tips movie blogger
foto dok. Elbert Reyner


Film adalah hiburan sejuta umat. Sudah menjadi kodrat bagi manusia untuk mencari hiburan berupa tontonan selepas bekerja atau sekadar mengisi waktu luang. Lihat saja perkembangan film di Indonesia dan mancanegara. Dulu tiap kali ada pagelaran layar tancap di kampung-kampung, pasti tidak akan pernah sepi peminat. Film dalam negeri pernah mengalami masa jaya-jayanya di medio 80 sampai 90-an lalu memasuki masa mati suri hingga digebrak kembali dengan film remaja Ada Apa dengan Cinta, Petualangan Sherina dan Jailangkung di awal 2000-an.

Bioskop menjadi salah satu tempat menarik untuk pergi bersama keluarga hingga berkencan dengan orang terkasih. Kini pergi nonton sudah menjadi semacam lifestyle keren semacam ngopi di kafe. Dan semakin banyaknya pecinta film yang tumbuh juga mendorong sebuah hasrat untuk mengabadikannya dalam sebuah tulisan seperti lewat blog. Salah satu movie blogger Indonesia yang terbilang sukses dalam membangun blog filmnya adalah Elbert Reyner. Dan kali ini Elbert akan berbagi apa alasannya membuat blog film dan bagaimana ia mengembangkannya hingga sesukses sekarang.

  • Menulis Review Film Karena Suka

Menonton film sudah menjadi hobi Elbert. Menariknya lagi tiap selesai menonton sebuah film, ia berhasrat untuk meluapkan opininya tentang film itu dan berdiskusi dengan sesama penyuka film. Blog adalah platform  paling awal yang ia kenal. Ia menganggap jika menulis di blognya A Cinephile's Diary, itu sama dengan menulis di buku harian. Mengawali dari hal yang disukai lalu berlanjut untuk ingin mengembangkannya adalah langkah awal yang baik.


  • Bagaimana Membuat Review yang Baik

“Waktu nulis review, saya selalu memulai dari summary di paragraf pertama. Ini memudahkan saya dan pembaca juga buat kasih introduction tentang film yang akan dibahas sebelum masuk ke topik utama yaitu tentang kualitas filmnya.” Jawab Elbert di dalam email yang dia tuliskan untuk menjawab pertanyaan saya.

Introduction ini sangat penting agar pembaca bisa paham dengan apa isi yang akan dibahas. Elbert mengibaratkan bagian ini sebagai pengenalan tokoh atau karakter di sebuah film. Pembaca yang tidak paham hanya akan mengecek rating tanpa peduli isi reviewnya seperti apa.

Langkah berikutnya adalah membahas terkait plot dan premis sesuai dengan opini Elbert. Apa yang ia sukai dan tidak ia sukai akan dijabarkan di bagian tersebut. Dan di bagian akhir akan dibuat kesimpulan reviewnya dengan memberikan bintang dari skala 1 sampai 5.

tips movie blogger
foto dok. Elbert Reyner

  • Ketertarikan Pembaca Indonesia pada Film Menurut Elbert

Menurut Elbert seiring dengan membaiknya industri perfilman nasional saat ini turut mendorong tingkat kepercayaan penonton pada karya anak negeri. Berbeda halnya di tahun 2011 lalu saat industri film sedang turun drastis serta angka penurunan penonton di bioskop yang semakin lesu. Kasus tingginya pajak film di tahun 2011 sempat membuat film dari beberapa studio besar tidak bisa masuk. Merembet ke anggapan nasionalisme untuk lebih mencintai film nasional daripada asing, malah mendorong masyarakat untuk anti film Indonesia. Syukurnya, permasalahan tersebut makin terurai dan kualitas film nasional turut meningkat.

  • Prospek Movie Blogger di Masa Depan

Elbert tidak pernah berniat untuk menggantungkan hidupnya dari blog,” Tujuan saya bikin blog itu cuma tiga dan nggak pernah berubah: sebagai media untuk berpendapat, untuk mencari teman sesama pecinta film dan membangun network di dunia film.” Katanya.

foto dok. Elbert Reyner

Pendapat lain dari peraih penghargaan Indonesia Piala Maya ini adalah agar dalam menulis harus menikmati prosesnya serta jujur. Meski Elbert terkadang menerima kritik atau rasa tidak suka dari seorang film maker karena reviewnya, ia beranggapan itu adalah bagian dari proses menulisnya secara jujur dan apa adanya. Terbukti, dengan ketulusannya dalam berproses, Elbert meraih pencapaian yang melebihi nilai materi. Mulai dari berkenalan dengan para sineas film, aktor dan aktris sampai prestasi terbarunya menjadi bagian dari produksi film Buffalo Boys yang baru tayang di bioskop sejak 19 Juli 2018 lalu.

  • Kriteria Movie Blogger yang Baik dan Tools-nya

Elbert biasa menggunakan Pages dari Macbook Pro dan blogger sebagai media review filmnya. Tulislah sesuai gaya kamu, cocok dengan kata hati dan jangan terlalu baper saat membuat ulasan. Tontonlah beragam genre sampai yang film klasik seperti di Netflix agar wawasan kamu lebih berkembang. Ulasan sepanjang 400 sampai 500 kata sudah cukup menarik asal diimbangi dengan pengaturan gambar yang sesuai agar pembaca tidak jenuh. Biasanya Elbert akan menyisipkan gambar setelah satu atau dua paragraf.


Itulah penjelasan Elbert Reyner terkait aktivitas bloggingnya. Kecintaannya pada film telah mendorongnya untuk mau berbagi lewat blog dan mencapai banyak prestasi. So Inspirative!


Sunday, 22 July 2018

Writing Insight: Trinity, The Naked Traveler

July 22, 2018 18 Comments
Instagram: trinitytraveler 


Senang sekaligus gugup setelah mendapat tugas untuk mewawancarai  Trinity. Siapa sih yang tidak kenal beliau? Travel blogger yang berjasa mempopulerkan genre travel writing di Indonesia itu, salah satunya ya traveler keren ini. Traveling sudah menjadi passionnya hingga berhasil membuahkan karya. Tak hanya bercerita lewat blognya yang diberi tajuk The Naked Traveler, Trinity juga berhasil menerbitkan seri buku traveling yang best seller tiap tahunnya.

Traveling dulunya dianggap sebagai kebutuhan tersier. Orang harus menabung dulu agak lama supaya bisa jalan-jalan. Sedihnya lagi karena alasan kesibukan, traveling menjadi aktivitas yang tidak dianggap penting. Seiring berkembangnya teknologi dan juga mungkin tingkat stres yang makin tinggi, membuat traveling makin dicari. Dan Trinity sukses membuktikan jika traveling pun bisa menjadi kebutuhan sama pentingnya. Siapa yang tahu lho kalau menjadi travel blogger itu ternyata bukan menjadi tujuan awalnya.


  • Traveling dan Menulis Itu Sejalan

Trinity suka menulis, sama besarnya dengan traveling. Sejak masih duduk di bangku SMA, ia menjadi reporter koran sekolah sehingga kemampuan jurnalistiknya terasah dengan baik. Selain itu tiap kali traveling, Trinity pasti akan menuliskan catatan perjalanannya di sebuah buku diary. She is a natural  story-teller. Artikel-artikelnya juga sering dimuat di majalah semasa itu. Tak ada batasan untuk menulis. Trinity akan menuliskan pengalaman jalan-jalannya lalu dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya.

Instagram: trinitytraveler


Dan dari saran teman-temannya itulah akhirnya Trinity mulai melanjutkan cerita tentang serba-serbi travelingnya di media blog. Tak ada niat untuk menjadi populer di pikiran Trinity. Siapa yang tahu justru dari hobi itu nantinya akan mengantarkan Trinity di jalan kesuksesan sebagai penulis. Do what you love, love what you do, sangat tercermin dari apa yang dikerjakan seorang Trinity.


  • Prinsip Menulis Menurut Trinity

Ketika saya bertanya soal prinsip apa saja yang dipakai untuk membuat artikel atau tulisan bertema traveling, Trinity menjawab,”Tidak ada prinsip khusus. Yang penting tahu mau menulis di media apa dan tentunya tetap sesuai fakta,  juga menerapkan prinsip jurnalistik.”

Menulis di blog tentu berbeda jika akan menulis di majalah. Blog itu mediumnya lebih santai dan kita bisa menggunakan bahasa sehari-sehari seperti sedang bercerita dengan teman. Jika ingin mengirimkan artikel ke majalah, tentunya harus tahu bagaimana karakter majalah itu sendiri. Berikutnya adalah harus sesuai dengan fakta. Misalnya, alamat sebuah tempat wisata tidak boleh salah dan bagian-bagian lokasinya tentu tidak boleh ada kekeliruan.

Tulisan-tulisan Trinity menekankan pada kejujuran dari pengalamannya menjelajahi suatu tempat. Tentunya itu sesuai dengan apa yang ia rasakan dan alami selama perjalanan. Dari judul blog The Naked Traveler saja pembaca pasti bisa menarik kesan jika ceritanya ditulis secara honest. Inilah yang menjadi ciri khas unik Trinity yang masih dipertahankan hingga sekarang.


  •  How to Stay Positive

Menulis pengalaman traveling secara jujur ternyata juga menarik pengalaman berkesan buat Trinity yaitu menerima kritik.

Instagram: trinitytraveler

“Aku menulis di blog kan sesuai dengan pengalamanku, yang namanya mengalami sendiri tentu bisa berbeda dengan apa yang dialami orang lain. Aku tidak menulis tutorial atau panduan.”

Oleh sebab itu, Trinity lebih banyak melakukan perjalanan dengan dananya sendiri supaya tidak menjadi halangan untuk tetap menulis secara honest. Tentunya hal ini berbeda jika perjalanannya mendapat dukungan dari sponsor. Jika disponsori, tulisan pasti tidak akan terlalu outspoken, ada hal-hal yang harus ditinjau ulang sebelum akhirnya tulisan itu tayang atau diterbitkan.

Itulah insight menarik dari phone-interview saya dengan penulis yang baru saja menjelajah Asia Tengah ini. Tunggu saja tulisan menariknya setelah berkunjung ke Kirgistan, Tajkistan dan Uzbekistan.  Tekuni apa yang kita cintai, siapa tahu kamu akan menemukan pengalaman berharga seperti Trinity.

 

Saturday, 14 July 2018

Investasi Kepala Itu Juga Penting!

July 14, 2018 2 Comments



Investasi kepala itu apa?  Bisa dengan jalan pendidikan formal,  bisa dari baca buku,  bisa dengan gabung komunitas,  atau ikut workshop dan seminar.  Ada yang berbayar dan ada pula yang gratis.

Nah saya memilih untuk memadukan keduanya.

Sebagian orang pernah berkata, apa tidak sayang uang dipakai buat beli buku?  Buat apa datang ke seminar gratis tapi jaraknya jauh,  kan sayang uang transportnya.  Hobimu apa bisa bikin kaya?  Serta jutaan komentar satir lainnya.

Masalahnya,  ada investasi positif dan ada yang bisa dibilang tidak memberi kontribusi pengembangan pribadi (saya tidak bilang negatif,  toh definisi ini bisa berbeda bagi tiap orang).  Kalau kamu hobi main game online sampai lupa belajar misalnya,  jelas itu tak membuatmu berkembang.  Lain halnya kalau dari hobi main game lalu berkembang jadi juragan studio game,  jelas itu hobi yang berkontribusi positif.



Let's say,  apa yang saya pilih dan pelajari itu sejalan dengan passion.  Dan  kadang kalau terlalu melenceng,  akan ada alarm dari hati dan kepala.

 Itulah sebabnya sebelum mengambil keputusan untuk belajar sesuatu atau ikut workshop yang berbayar,  well I will ask myself a thousand times wether I need it for my passion or not.  Tidak semua bagian diri kita perlu dioptimasi,  cukup yang sejalan dengan tujuan yang saat ini ingin dicapai.  Contoh,  saya tak akan serius belajar koding,  cukup di konten karena itu tak menjadi minat saya meski ada hubungannya dengan blog.  Buktinya,  menjadi content writer bisa menghasilkan karya juga 😁

Lantas bagaimana agar kita mengenali pilihan tertentu sudah sejalan dengan passion dan goal kita?

 1.   Buat Plus Minus List
Sebelum memutuskan,  buat daftar nilai plus dan minus.  Cantumkan sejujur-jujurnya apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan.  Lihat apakah kelebihan itu lebih banyak mengarah pada tujuan kita?

 2.   Goal Setting
 Buatlah resolusi dengan setting tujuan atau goal setting yang jelas serta terukur.  Ingin mencapai apa tahun ini,  aktivitas bulanan apa yang akan dilakukan,  pencapaian harian apa yang dibutuhkan.  Serta tools dan penunjang apa yang wajib atau perlu untuk membantu kita juga wajib ditulis.

 Seperti saya yang ingin menjadi Japanese Interpreter,  penulis buku plus content writer,  maka saya butuh latihan bahasa,  menulis buku dan juga branding.  Branding bisa dari blog dan networking.  Sempat saya ingin menyeriusi dunia HRD,  tetapi ternyata itu bisa dipelajari sambil bekerja di kantor.  Branding utama saya tentu bahasa dan tulisan.  Soft skill yang tak terlalu industrial lebih saya sukai karena sejalan dengan impian lain yang lebih besar.

 4.   Find The Right Circle 
Cari komunitas,  mentor dan lingkungan yang mendukung.  Jadilah pemacu diri untuk maju tetapi juga fokus.  Tidak semua skill harus dipunyai,  jadilah spesialis satu atau dua bidang, bukannya generalis yang kemampuannya setengah-setengah.

Inilah yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan.  Investasi kepala itu sama pentingnya dengan tubuh,  tak terlihat namun hasilnya bisa meningkatkan kualitas diri bahkan hidup.

Sunday, 8 July 2018

5 Hal Haram yang Harus Dijauhi Pekerja Kreatif

July 08, 2018 16 Comments


Pekerja kreatif adalah pekerja yang menggunakan ide dan juga kreativitasnya sebagai senjata utama. Konsep pekerja kreatif tidak hanya berlaku untuk jenis pekerjaan yang berbau desain dan juga tulisan saja, semua pekerjaan yang kita lakukan dan profesi apapun yang sedang kita jalankan butuh kreativitas di dalamnya. 

Nihilnya kreativitas berarti tidak adanya inovasi baru yang membuat hasil kerja bisa terlihat lebih baik lagi. Akan tetapi selain kreativitas dan juga kemampuan yang baik, seorang pekerja kreatif sebenarnya wajib memiliki satu hal yaitu ‘good atittude’.

Attitude seperti apa sih yang haram dilakukan oleh seorang pekerja kreatif? Yuk simak beberapa poin penting di bawah ini,

1. Jangan bermulut besar
Tips pekerja kreatif
https://www.aconsciousrethink.com/7043/pathological-compulsive-liars/

Jadilah seorang pekerja kreatif yang tidak terlalu banyak membual, terutama kepada klien.  Persiapkan bagaimana mengelola kalimat yang nanti keluar baik saat wawancara ataupun sudah bekerja nanti. Saat sedang melakukan sebuah deal pekerjaan, berikan deadline yang wajar dan juga jangan sok menyombongkan kualitas di awal perkenalan kepada klien. Cukup kerjakan sebaik mungkin tugas kita tepat waktu, maka klien akan menilai sendiri bagaimana kualitas kita.


2. Plagiasi is a big no no
Tips pekerja kreatif
http://store.domiciliationmaroc.co/check-essay-plagiarism.html

Pekerja kreatif itu memang identik dengan hal-hal yang berbau inovasi. Ada kalanya ita merasa stuck atau kehabisan ide. Maka jika hal itu terjadi coba berhenti sejenak dan baca atau tonton video berkualitas yang bisa memicu ide. Namun, jangan pernah menyontek karya dan ide orang lain. Kamu boleh terinspirasi, namun jangan sampai meniru sama persis karya orang lain lalu mengaku sebagai ide originalmu. Kredibilitas kerja seseorang yang berkecimpung di bidang kreatif pasti akan anjlok jika diketahui karyanya ternyata hasil plagiat.


3. Jangan suka ngaret
On time atau tepat waktu adalah sebuah frasa sederhana namun memiliki impact yang besar bagi personal branding seseorang. Tepat waktu adalah poin penting yang harus dimiliki siapapun, termasuk para pekerja kreatif. Biasakanlah untuk datang minimal setengah jam lebih awal dari waktu janjian jika ada janji temu dengan calon klien.

Tips pekerja kreatif
livelifehappy.com/life-quotes/dont-wait-until-its-too-late-you-might-not-get-another-chance/

Buang hobi ngaret alias telat jika mendapat undangan untuk wawancara kerja atau saat sedang membicarakan project. Bahkan setelah kamu memperoleh kepercayaan dengan klien pun, usahakanlah selalu penuhi target kerja sesuai deadline. Misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti sakit sehingga mengganggu project, hubungi klien dan bicarakan langsung. Tetaplah bersikap profesional supaya klien tetap merasa dihargai.


4. Tidak mau mendengar pendapat orang lain

Tips pekerja kreatif
https://www.someecards.com

Seringkali jika sudah menjadi seorang pekerja kreatif yang punya banyak klien, kita akan memiliki sedikit rasa prestise yang tinggi. Apalagi jika sudah banyak  klien yang puas dengan hasil kerja kita. Think to stop for a while! Jangan sampai kepuasan pribadi mengubahmu menjadi seseorang yang angkuh sampai tidak mau mendengar pendapat dan kritik orang lain. Saran dan kritik yang membangun juga dibutuhkan supaya hasil kerja semakin bagus ke depannya.


5. Not interested to keep studying
Satu hal ini yang sangat berbahaya. Kalau kamu sudah terlena dengan kesuksesan-kesuksesan proyek kecil dan juga besarmu, bisa saja muncul satu perasaan berpuas diri. Memang jika dalam kadar yang pas, rasa puas itu adalah tanda bahwa kita bahagia dan senang dengan hasil kerja yang sesuai deadline serta mampu memuaskan klien.

https://tony-evans.com/

Namun jangan sampai keinginan untuk terus memperbaiki diri  itu berhenti. Dunia kita terus berkembang baik dalam segi pengetahuan tetapi juga dalam segi kreativitas. Terus bermunculan orang-orang kreatif yang memiliki inovasi tidak terduga. 

Kamu harus mau terus belajar, jangan sombong dengan apa yang kamu peroleh saat ini. Bersikap rendah hati dan mau mencari wawasan terbaru akan membuat kreativitasmu sendiri tidak akan kering.
Inilah beberapa hal yang sebaiknya tidak diterapkan seorang pekerja kreatif. 

Attitude yang baik juga menjadi poin plus plus selain kemampuan dan kecerdasan yang hebat. Stay creative, stay humble, and keep studying!

Thursday, 5 July 2018

The Population's Growth Side Effect

July 05, 2018 0 Comments


Human is the part of nation's attention. many governments worldwide put their attention to the people's population's growth to measure the country's wealthiness. In the other hand, the rapid increasing in population brings many obstacles. Housing problem with the good sanitary is one of the big issue for the poor country which has too many inhabitants. People who want to get better education and job also meet with the difficulties. And the side effects are mentioned below.



Firstly, the important thing for a family is staying at their comfortable place.  But it will become a problem when the land has been crowded with the other family. For example in China that has the biggest number of population. They build a tiny house without noticing how clean the water, the environment's health or the standard of living. It means the new baby born add up the new trouble when the parents cannot guarantee their home's healthiness.

Secondly, a child who is raising with many brothers or sisters may lose the chance to have a better education. We can see the real condition in our society. The Villagers think to have many children for developing the family's financial issue. In fact, because the parents do not have the ability to send their children to get a degree, their sons and daughters will be end up as the jobless. They only can help the parents to look for the money with the low-paid job.

Thirdly, there are many kinds of job field now. We can work not only as a company's worker but also as a freelancer. The freelancer's job such as a freelance writer, interpreter or blogger give the opportunity to get monthly income. However,  the children who never taste the occasion to study math, computer, foreign language etc, may not own the skill to have or creating a job. It clearly to be seen that population's increasing is related with the lack of capability to give a better life for children.

To sum up, dramatic growth in population will cause the troubles in people's housing, getting a good education also having a high-paid job. I strongly agree if we choose to control  the pregnancy.  If we cannot control the population, I am sure we will not live well  in the future.





Wednesday, 4 July 2018

Supaya Tak Menjadi Penulis Baper

July 04, 2018 2 Comments

tips menulis profesional



Menulis memang cara terbaik untuk meluapkan ide, keresahan atau sekadar ingin berbagi pengalaman. Ketika tulisan sudah dipublikasikan dan dibaca banyak orang, sejak saat itulah karya kita akan mendapat penilaian beragam. Ada yang bilang bahwa menulis merupakan pekerjaan yang melalui dua tahap. Pertama, tahap penciptaan yang tentu saja tidak sebentar waktu yang dihabiskan. Dimulai dari penggodokan ide, proses menulis, editing, mengendapkan naskah, mengecek kembali tulisan hingga baru diterbitkan baik melalui penerbit indie atau mayor. Tahap kedua adalah publikasi. Sebelum diumumkan di khalayak umum, penerbit dan penulis berdiskusi mengenai naskah apakah ada yang perlu direvisi atau tidak, desain layout dan kover serta harga. Sangat panjang dan cukup melelahkan, bukan?

Setelah naskah kita terbit, akan ada yang akan menyukai, mengkritik atau malah membenci habis-habisan. Lantas bagaimana agar kita tak menjadi penulis baper yang berpikiran negatif?


 1. Jangan Mencintai Karya Membabibuta

 Boleh saja seorang penulis itu mencintai karyanya, namun jangan sampai tutup mata dengan kekurangannya. Cinta yang berlebihan itu tetap tidak baik. Ketika ada kritik soal gaya bahasa, alur yang kurang baik atau tokoh kurang kuat misalnya, cobalah untuk menggali naskah kita lagi. Nantinya kritik tersebut akan membangun kualitas kepenulisan kita.

2. Jangan Defensif, Berpikirlah Logis
Ketika menerima kritikan super pedas, berpikirlah logis. Kalau kalimatnya berisikan kritik atas teknis dan susunan cerita, kita masih boleh peduli. Tetapi kalau sudah bernada ejekan kurang bermutu, hanya bilang jelek karena beda selera bacaan atau secara pribadi menyerang Anda, abaikan saja. Penghina atau haters akan makin senang jika diperhatikan. Buktikan saja dengan membuat karya baru yang lebih baik. Bersikap defensif juga kurang baik. Belajarlah open minded namun saring kembali masukan-masukan yang didapat.

tips menulis profesional



 3. Berinteraksi dengan Kelompok Positif
 Ketika ragu apakah karya Anda bagus atau mungkin tidak tahu di mana letak kekurangannya, carilah teman sesama penulis atau yang sekiranya bisa memberikan input.  Yang bukan penulis namun bisa memberi saran secara obyektif juga bisa dijadikan pembaca. Kalau di dalam kelompok hanya terjadi debat kusir, tinggalkan saja.



 4. Ikut Kompetisi 
Lho apa tidak berisiko malah menguatkan sikap baper? Kalau kalah kan bisa menimbulkan kurang pede? Mungkin pertanyaan itu akan muncul di dalam pikiran, namun justru dengan berkompetisi kita akan memaksa diri untuk bersikap ksatria, membaca peta persaingan serta belajar rendah hati. Apabila naskah kita menjadi menang atau misalnya menjadi salah satu naskah terpilih misalnya, bersikaplah ramah jika ada yang memuji atau bertanya tentang tips-tips kepenulisan, berikanlah saran semampu kita. Jikalau kalah, bacalah karya pemenang itu dengan membeli bukunya. Keuntungan lain dari mengikuti kompetisi menulis adalah kita akan mempunyai stok naskah dan bekerja sesuai deadline. Beberapa novel saya beruntung di kompetisi lain atau terpilih diterbitkan satu dan dua tahun berikutnya.


Sudah siap untuk menjadi penulis profesional? Seperti halnya berbisnis, ada banyak hal yang perlu dikembangkan di luar teknik menulis. Kalau buku sudah terbit pun,  seorang penulis juga perlu berlajar teknik digital marketing, branding, dan lain-lain. Be the great professional writer!