Wednesday, 13 December 2017

Beware From ‘The Victim Wannabe’ People

December 13, 2017 2 Comments





We are bornt as the social creature, no matter we are introvert or how much we avoid to be distracted from the world. Human always need other to make their life colourful also meaningful. But, in fact, life will not run smoothly. Sometimes we will find the obstacles then maybe some people make us upset and feeling miserable. Lost track, leaving behind, guilty are the normal feelings may occur. In one case, we may be a victim but in anoher case that I have found is there are some people whom showing off their suffer to obtain another simpathy for their own sake.

I call the people who take advantage from another sympathy as ‘the victim wannabe’ people. It is normal to use mask to hide our truth, but according to me it is bad if we use it to reap many benefits without thinking the side effect. Who is ‘the victim wannabe’? I describe it below based on my own experience.

1.     They will praise us often, then asking for many things
We like to be loved and admired. This kind of ‘the victim wannabe’ people will praise for our achievement although it is not a huge success. Slowly, they look as our supporter. Then, they start to ask our help, pretending they cannot do it alone and we will feel guilty if we want to refuse their asking. They place themselves as the one who need help in every single time.

2.     They are blamer
Maybe we have heard those kind of complaint from the victim wannabe person,”I was dumped because her/him. She is liar.” And “I fail because my parents never allow me to do this task. I lost of my concentration to finish it properly.” Complaint is not wrong, but it becomes a problem if they invite us to hate the people who they blame. They repeat it continuously. When we have the missunderstanding with this kind of people, they will reject to talk wisely then we will become the next wrong person. They will blame us and shouting to the crowd that we cause troubles.




3.     Hothead and selfish
The difficult thing is the victim wannabe will never recognize that they are annoying. They think as the good one and force another to receive their opinion. Hothead and selfish.

So if you meet or knowing the three characters of the victim wannabe, please beware! It is better not to stay close. You can give advise but because of their hothead character maybe it will not be easy. Don’t be too kind and too permissive. We can make a friend without thinking who they are, but we should know who can treat us as a good friend sincerely.

Friday, 8 December 2017

Mengenal Jenis Mesin Jahit dan Fungsinya

December 08, 2017 0 Comments
Perempuan tak pernah lepas dari mode atau fashion. Bisnis retail selalu menjadikan perempuan sebagai target market utama karena sebagian besar pemerhati fashion berasal dari kaum hawa. Jadi tidak heran lagi jika pakaian, sepatu dan tas contohnya adalah komoditi yang laku di pasaran hingga menjadi barang koleksi. Terutama soal pakaian. Tuntutan untuk selalu tampil modis rupnaya juga tak hanya menjadi kebutuhan perempuan, kaum adam pun saat ini selalu memperhatikan model berpakaiannya dan jika memiliki uang berlebih juga rela membeli pakaian dari desainer terkenal.


Berbicara soal desainer, kita mungkin hanya berpikir jika desain pakaian yang mereka buat akan bisa diselesaikan oleh penjahit khusus lalu pakaian akan selesai. Padahal di satu karya saja, banyak sekali ornamen yang dibutuhkan. Sebuah pakaian tak hanya dibuat gambarnya lalu beres dengan satu jahitan. Ada bermacam-macam jenis mesin jahit yang dibutuhkan sesuai kebutuhan ornamen pada baju. Yuk mengenal jenis mesin jahit dan fungsinya supaya wawasan kita tak hanya terbatas pada desain baju saja.


1. Mesin Jahit Tipe Klasik


Sumber gambar: MatahariMall.com 

Apakah di antara kita ada yang akrab dengan salah satu mesin jahit yang memiliki merk bermakna ‘kupu-kupu’? Mesin jahit tipe klasik tersebut biasanya dipakai oleh generasi nenek atau ibu kita untuk menjahit dan membuat baju sederhana. Bisa dibilang suaranya ketika sedang melakukan proses penjahitan juga sangat khas. Benang jahit diletakkan di tempatnya lalu kain disiapkan di bawah letak jalur menjahit, kemudian pedal mesin digerakkan dengan kaki supaya bisa menjalankan mesin. Dalam perkembangannya, mesin ini  digerakkan dengan dinamo sehingga proses menjahit bisa selesai lebih cepat. Mesin jahit tipe klasik ini termasuk mesin jahit murah.

2. Mesin Jahit Konveksi dengan Tipe Highspeed
Jika ingin mendirikan sebuah bisnis konveksi, mesin jahit highspeed adalah pilihan cerdas. Mesin jahit ini memiliki sistem pemotong benang dan juga mampu memberi kunci untuk bagian awal jahitan serta di akhir proses penjahitan. Kecepatannya juga cukup tinggi sehingga penjahit yang menggunakannya harus memiliki skill yang baik agar tidak sampai melenceng dari pola yang dibuat sebelumnya. Efisiensi yang diberikan tentu sangat bermanfaat untuk mereduksi waktu pengerjaan dan hasil yang diperoleh juga jauh lebih rapi serta optimal.

3. Mesin Jahit Obras


hargamesin24.blogspot.com 

Obras adalah proses finishing yang penting supaya jahitan pakaian atau celana tidak terurai dan tetap rapi. Ternyata proses pengobrasan itu tidak menjadi satu dengan mesin jahit konvensional. Mesin jahit obras mempunyai pisau pemotong khusus yang berguna supaya jahitan lebih rapi. Celana jeans kita pun lebih kuat dan pakaian pun tidak amburadul setelah dijahit. Benang tidak akan mudah lepas jika sudah diobras.

4. Mesin Jahit Dengan Jarum Dua Rantai
Mesin jahit ini adalah tipe mesin yang sering digunakan untuk produksi kaos. Sistemnya adakah memakai jarum dengan feed mechanism lalu membuat dua baris rantai jahitan yang tak hanya cocok untuk menjahit biasa tetapi juga untuk tipe jahitan dekorasi. Mesin ini juga sering digunakan untuk membuat underwear dan bahan kulit.

5. Mesin Jahit Digital


Sumber gambar: MatahariMall.com 

Seiring berkembangnya dunia digital, kini mesin jahit juga telah tersentuh teknologi. Mesin jahit digital telah terkomputerisasi dengan bermacam-macam tombol untuk banyak fungsi. Penjahit bisa melakukan proses penjahitan dari yang sulit sampai rumit, terutama untuk jenis-jenis desain yang butuh kreativitas tinggi hanya dengan menekan tombol. Harganya tentu jauh lebih mahal karena beberapa sistem mesin jahit dijadikan dalam satu mesin.


Itulah beberapa jenis mesin jahit dan fungsinya yang rupanya cukup kompleks. Bagi para pecinta fashion bisa lebih menghargai pakaian yang dibeli setelah mengetahui proses-proses yang harus dilalui dalam satu produk. Yang paling penting, tetap cintailah produk dalam negeri, ya!

Thursday, 7 December 2017

5 Keindahan Alam yang Tersembunyi di Manado

December 07, 2017 2 Comments


Jika dibandingkan dengan Jakarta, kota Manado mungkin tidak memiliki luas wilayah yang jauh lebih besar. Namun, ternyata wilayah yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi ini memiliki beragam destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Sebut saja Taman Laut Bunaken yang akan memberikan anda sensasi kehidupan nyata di bawah laut yang memesona.

(sumber : ksmtour.com)

Tak habis sampai di situ saja, Manado pun memiliki banyak destinasi wisata yang ternyata keberadaannya masih belum banyak diketahui para wisatawan. Mana saja tempat memesona itu? Berikut ulasannya,

1.   Pulau Manado Tua
Di antara Bunaken dan Manado, terdapat beberapa gugusan pulau-pulau kecil. Salah satunya adalah Pulau Manado Tua. Dari jauh, pulau ini akan tampak seperti bukit setinggi kurang lebih 650 meter. Menariknya, tepatnya sekitar 50 meter di bawah laut, terdapat kubah lava yang masih aktif mengeluarkan gelembung dan juga karang lava yang terkadang dijaga oleh sekawanan ikan hiu.

2.   Pulau Siladen
Pulau lainnya yang berada di perbatasan Taman Laut Bunaken dan Manado adalah Pulau Siladen. Tak jauh berbeda dengan Bunaken, pulau kecil ini juga memiliki wisata bahari bawah laut yang mengagumkan. Bahkan, jika beruntung, anda akan bisa berjumpa dengan hewan laut terlincah, lumba-lumba.

3.   Cagar Alam Tangkoko
Bagi Anda yang gemar melakukan tracking, menuju Cagar Alam Tangkoko adalah pilihan yang tepat. Selain berjalan kaki sembari menikmati suasana alam Tangkoko yang memikat, Anda pun bisa menjumpai sekawanan hewan-hewan yang termasuk dilindungi, seperti kera hitam dan tarsius. Jangan lupa juga sempatkan untuk menaklukkan Gunung Tangkoko.

4.   Danau Linow
Danau Linow berlokasi sejauh 50 menit dari Kota Manado, tepatnya di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, tak jauh dari Bukit Doa dengan patung Yesusnya yang terkenal. Tak jauh berbeda dengan Telaga Warna, air yang berada di Danau Linow bisa berubah warna, mulai dari biru, hijau, kuning, hingga kecoklatan. Di dekat danau ini juga terdapat pemandian air panas yang bisa Anda sambangi.

5.   Pulau Lembeh
Ingin berfoto di pantai pribadi? Segera kunjungi Pulau Lembeh. Dengan menggunakan perahu dari Kota Bitung, Anda bisa berkeliling menuju pantai berpasir putih yang masih sangat asri, tempat-tempat yang asik untuk menyelam atau snorkelling, hingga bersosialisasi dengan masyarakat Suku Sangir asli Pulau Lembeh di Kampung Pintu Kota Kecil.

Belum puas menjelajah Manado tapi takut bujet habis? Tenang, percayakan pilihan hotel murah di Manado hanya di Airy Rooms. Tarifnya yang terjangkau sangat pas untuk anda yang ingin singgah lebih lama di Manado. Tak perlu khawatir, meskipun berbujet rendah, akomodasi ini mudah ditemukan karena berada pada lokasi yang sangat strategis.


Di dalam kamar, anda akan disuguhi dengan tempat tidur yang bersih dan empuk, AC, televisi dengan layar datar, dan air mineral serta fasilitas Wi-Fi gratis. Fasilitas di dalam kamar mandinya juga tak kalah lengkap. Ada shower air panas dan perlengkapan penunjang lainnya.


Anda bisa langsung melakukan pemesanan hotel melalui aplikasi Airy Rooms pada ponsel anda. Pilih hotelnya, dan selesaikan pembayarannya dengan transfer bank, kartu kredit, atau langsung membayar tunai di gerai Indomaret terdekat dengan tempat Anda. Mudah kan? Siapa bilang liburan itu mahal?

Sunday, 26 November 2017

A’YAT KHALILI: Dari Karya, Prestasi dan Perjalanan

November 26, 2017 0 Comments


Adalah A’yat Khalili, salah seorang penulis kreatif yang lahir di Kampung Telenteyan, Desa Longos, Gapura, 10 Juli 1990. Dalam hal ini secara khusus akan dibahas siapa sosoknya, pengalaman dan kerja kreatifnya dalam dunia tulis-menulis. Sebagai pribadi yang lebih banyak muncul di berbagai kompetisi, event, media dan pertemuan-pertemuan nasional dan mancanegara di berbagai kota sampai luar negeri, tentu pembahasan ini bisa menjadi semacam deskripsi sederhana. Melihat aktivitas hidupnya sebagai anak kampung yang telah berkeliling tanah air hingga ke mancanegara dengan hobinya dalam berkarya., ketekunan dan produktifitas dalam menulis telah mengantarkan sosok anak kampung ini mengenal dunia yang luas dengan berbagai produktifitasnya.

Pada Maret 2014 silam, ia diundang ke mancanegara, mulai dari Malacca, Ipoh, Perak dan Kuala Lumpur, untuk menghadiri berbagai acara, seminar dan menjadi pemerhati Baca Karya Dunia di Dewan Bahasa & Pustaka Kuala Lumpur, juga penghargaan Anugerah Puisi Dunia NUMERA 2014 yang diterimanya atas terpilihnya tulisan “Selendang Semesta” sebagai hasil releksinya mengenai penari yang mengenalkan tarian Nusantara ke dunia internasional, bernama Rosa Chan. A’yat terpilih sebagai penerima penghargaan itu dengan 15 penulis lain. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan keterkejutannya menerima penghargaan yang diberikan kepadanya. Kesempatan itu juga adalah momen keduanya untuk sampai ke Negeri Upin Ipin, setelah undangan Sampena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara pada tahun 2011 silam.
***
Sebenarnya menerima penghargaan sudah biasa, karena sejak menjadi pelajar ia memang sudah mempunyai hobi berkarya dan menulis, bahkan sejak kelas Madrasah Aliyah di Annuqayah, sudah terpilih menjadi juara dari 1.700-an peserta untuk menerima penghargaan Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional Jakarta (Depdiknas, 2006) dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa & Sastra 2006, sekaligus Hari Sumpah Pemuda ke-68. Hari itu, baginya menjadi hari yang paling membahagiakan dalam hidup, bagaimana tidak, bagi seorang anak kampung yang baru duduk di bangku kelas 1 MA dan belum pernah melihat dunia luas, atau tepatnya belum pernah sekali pun keluar kota dan provinsi sendiri, tentu momen itu menjadi hari pertama yang paling mengesankan, bisa mengunjungi ibu kota negara dengan prestasi dan bertemu orang-orang yang selama itu hanya ia kenal melalui tulisan dan namanya saja.



Pengalaman itu berbeda dengan pengalaman seseorang yang pergi tamasya, tour, travelling, atau silaturrahmi ke suatu daerah tertentu. Kebahagiaan mendapat penghargaan dan apresiasi membuat inti dasar kemanusiaan menjadi bangkit dan bergolak. Seorang anak yang belajar dengan malas, kalau sering diperhatikan apalagi diberi sesuatu, semangat dan kerajinannya pasti lebih bertambah. Seorang tukang kerja bangunan, kuli, buruh atau siapa pun, jika upah atau gajinya ditambah, akan lebih berapi-api dalam bekerja. Dan ia yakin, bahwa pemberian motivasi yang paling baik bagi orang lain adalah dengan perhatian, pengertian atau apresiasi terhadapnya. Begitu juga untuknya, itu mungkin adalah buah dari ketekunan menjaga hobi menulis dan berkarya.

Sebulan kemudian dari penghargaan itu, ia mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT), Desember  2006. Dalam undangan yang sama di Surabaya, ia diberi kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan teman-teman dari Gersik, Kediri, Bojonegoro dan Surabaya. Pertemuan dengan banyak teman dari luar daerah menjadi kesenangan tersendiri baginya. Bisa belajar bersama dan menambah komunikasi, mempunyai banyak kenalan dan jaringan. Dan ia yakin sejak saat itu, bahwa menulis akan mengantarkannya mempelajari banyak hal, bertemu banyak hal, termasuk budaya, pengetahuan, adat, perilaku dan bahasa-bahasa yang unik dari daerah lain, yang tidak akan ia dapatkan di daerahnya sendiri. Dari berbagai pertemuan demi pertemuan itulah ia melihat dunia menjadi lebih luas. Dimana-mana seperti mempunyai teman untuk komunikasi dan belajar.

Sampai pada penghargaan Dunia NUMERA, itu semua karena informasi dan komunikasi. Jauh sebelum penerimaan karya untuk Anugerah Numera 2014 ini, seorang wartawan senior di Sabah, mengiriminya pesan untuk mengikuti dan mengirimkan karya rekomendasi ke penghargaan itu. Sampai tak terduga ternyata lolos. Dan tanggal, 20-25 Maret 2014, diundang ke Malaysia untuk menerima penghargaan dan mengikuti berbagai acara Baca Karya Dunia.

Yang terpenting baginya dalam penghargaan dan acara, adalah bertemunya dengan orang-orang dari luar yang sebelumnya hanya tahu nama dan karya. Diskusi dengan mereka seperti memberikan berbagai pengalaman baru, dari cara berbahasa, adat, budaya dan kebiasaan hidup yang berbeda menjadi pelajaran. Selebihnya adalah terus berusaha dan tertantang untuk bangkit dan terus belajar lebih tekun, tidak hanya menulis, tapi juga belajar banyak bahasa di dunia, menurutnya. Berkenalan dengan orang asing baginya, juga salah satu cara memamfaatkan kesempatan itu dengan sering-sering komunikasi dengan mereka.

Mulai sharing pengalaman tulis-menulis, aktivitas hidup, pekerjaan, hobi, impian sampai kepada bahasa. Inilah yang ia katakan, menulis mengantarkan belajar banyak hal, “tidak mungkin kita mengenalkan karya kepada orang di luar sana tanpa tahu bahasa mereka, bukan? So, gunakan relasi sebagai pemantiknya”. Nah, dari pertemuan dan pengalaman bertemu dengan orang-orang berbeda itulah kadangkala sadar dan menyadari, bahwa diluar sana ada orang yang “mungkin” punya tekad dan minat yang sama. Untuk mendukung komunikasi, selalu mengikuti aktivitas Nano World Indonesia (NWI), PPI Oxford, PPE Society dan beberapa group lain yang menghubungkan kepada dunia luar untuk berkenalan dan bertukar pengalaman sampai kepada soal kuliah dan beasiswa.

Dari berbagai gerilya tersebut, jika dihitung, barangkali sudah puluhan karyanya terbit dalam buku bersama. Masing-masing memberikan kesan dan kebahagiaan, yang paling berkesan adalah buku “Sebab Akulah Kata,” Buku pemenang Lomba Menulis Puisi Tingkat SMA/Sederajat Jawa Timur 2007 ini, adalah buku pertama yang  menerbitkan tulisannya yang menjadi juara 1 ketika masih duduk di bangku kelas 1 MA.  “Kaliopak Menari,” Buku rampai cerita selama mengikuti acara Liburan Sastra Pesantren (Berlibur, Berkarya, Bersastra) dari Penerbit Matapena di Kaliopak, Bantul, Jogja, 26-28/08/2008. “Pukau Kampung Semaka,” hasil seleksi Anugerah Batu Bedil Award 2010 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Tanggamus, Lampung, buku pertamanya berkumpul dengan penulis senior Indonesia, begitu juga dalam buku “Puisi Menolak Lupa,” ia bertemu teman-teman mahasiswa dari berbagai kota yang kelak menjadi sahabat inspiratif baginya. “Indonesia Hari Esok,”buku esai pertamanya yang mendapat penghargaan STAIN Purwokerto (sekarang IAIN) 2012. Tulisan dalam buku “Ibu Nusantara, Ayah Semesta” yang dipilih Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dan NulisBuku.com sebagai karya terbaik tahun 2012, dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan memperoleh rating terfavorit dari goodreaders bidang fiksi. Terus “Cinta Pertama (sahabatkata, Jakarta, 2010)”, kumpulan tulisan cerpen pertama. “Sinar Siddiq (Malaysia, 2012)”, buku kumpulan karya pertama antar penulis manca negara. Ada “Narasi Tembuni (KSI, Jakarta, 2012), “Pancasila, Globabalisasi dan Budaya Virtual (obsesipress, 2014),” dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2010 ke atas, ia juga banyak menulis cerita dan esai, baik untuk buku dan event, beberapa juga di media. Untuk tahun 2006-2009, itu masa gila-gilaan menulis puisi dan membombardir media dan lomba. Hasilnya adalah semangat semakin bergolak. Dan penghargaan-penghargaan yang ia terima pun jika dihitung dari yang biasa ke bergengsi sejak 2006-2014, juga sudah berpuluh-puluh, hanya saja sebagian yang diingat, misalnya: Penghargaan Pusat Bahasa Depdiknas Jakarta, November 2006, Penghargaan Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) 2006, Anugerah Piala Walikota Surabaya 2007, Penghargaan STAIN Purwokerto (berturut-turut 4 kali selama 2010, 2012, 2013, 2014), Penghargaan FLP-Kazi Depok 2011,  Penghargaan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dan NulisBuku.com 2012, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia 2013, Penghargaan Piala Mahfudz MD-Lakpesdam NU dan Harian Bangsa 2014, Penghargaan Kampanye Sastra ITB 2014, dan Anugerah Asia-NUMERA Kuala Lumpur 2014, dan maih banyak lagi yang tidak disebutkan.

Berkat dari tulis-menulis itu ia bisa berkeliling dan menghadiri berbagai acara, seminar, diskusi, workshop, dan undangan-undangan lain. Dari pekerjaan sederhana itu, ia menyampaikan bahwa dengan hasil pengalaman yang ia terima itu, bahwa satu-satunya cara untuk menghargai hobi dan impian adalah dengan mempelajari, menekuni keinginan dan membangkitkannya untuk menargetkan pencapaian –“bahwa itu pula yang benar-benar kita inginkan, tidak hanya ada dalam kepala, ada dalam andai atau sekedar merasa cukup biasa saja. Sebab, dunia tidak sesederhana apa yang kita lihat, semuanya butuh dipilih. Katakan tidak, pada apa yang menjadikanmu terbatas belajar, mungkin begitulah caranya kita memulai proses untuk bangkit dan menggebrak diri sendiri. Jadikan semua tempat dan waktu untuk belajar. Selagi itu baik dan mengarah kepada jalan yang lurus, janganlah merasa terbatas untuk belajar kepada siapa pun, kecuali anda adalah orang yang merasa pintar, sehingga semesta yang luas ini menjadi sempit. Jika anda adalah orang pintar hari ini, suatu saat mungkin tidak lagi, karena dunia terus berkembang dan maju, kecuali jika anda mampu menggunakan waktu dan kesempatan sebaik mungkin. Semua orang di dunia tidak mampu melakukan sesuatu yang sempurna, tapi setiap orang diberi kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang terbaik dalam hidupnya” demikian pesannya dalam suatu interview. 

Ketika mulai menemukan langkah dan suasana baru tersebut, mulai mengalami satu per satu semua hal di atas, pada dasarnya A’yat masih mengarung diri di sebuah lembaga yang amat sangat ia cinta dan banggakan saat itu. Lembaga yang menjadi pembentuk karakter, ilmu, pengetahuan, kedisiplinan, kerapian, semangat, percaya diri, maju, kreatif, produktif, mandiri dan penuh tatakrama dalam hidup. Tempat diajarkan berbagai ilmu dan pengetahuan. Doa, ikhtiar, motivasi dan inspirasi yang diberikan menjadi aliran darah dan jiwa yang penuh pengabdian. Tak ada kalimat yang cukup pada otak untuk menceritakan semua pengalaman yang ia terima. Kecuali pengabdian tiada henti bagi dua lembaga hidupnya saat masih masa-masa belajar di PP. Mathali’ul Anwar, Pangarangan-Sumenep (2004-2006) dan PP. Annuqayah, Guluk-Guluk (2006-2014).


Monday, 20 November 2017

Mengupas Strategi Kaya dari Menulis Indie

November 20, 2017 9 Comments

Di hari Minggu lalu tepatnya tanggal 19 November 2017, FAM Surabaya menyelenggarakan launching 4 buku tunggal dan juga talkshow bertajuk ‘Strategi Memasarkan Buku Indie’ bersama Ma’mun Affany. 4 buku yang dilaunching juga diperkenalkan secara singkat oleh masing-masing penulisnya antara lain; saya yang menulis kumpulan cerpen ‘Perempuan dengan Sayap di Tubuhnya’, Yudha Prima menulis ‘Kun Muhibban’, Suprapno penulis buku ‘Di Batas Waktu’ dan Agus Salim yang menulis ‘Jihad Bil Qalam’.


25 orang yang hadir di event tersebut mengikuti acara dengan asyik. Ma’mun Affany membagikan secara komplit perjalanannya menjadi penulis indie sukses yang bahkan salah satu karyanya sudah diangkat menjadi film di layar lebar. Selama ini buku dari terbitan indie seringkali dipandang sebelah mata, berbeda dengan buku mayor yang selalu dianggap lebih keren.

“Jika ingin cepat terkenal, berkaryalah di penerbit mayor, namun jika ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak, maka terbitkan karya secara indie.” Kira-kira seperti itulah pesan dari penulis 9 buku tersebut. Karena jika menjadi penulis mayor, maka potongan pajak yang diterima pasti lebih banyak dibandingkan dengan menerbitkan karya sendiri.

Berlokasi di ruang dongeng Perpustakaan Provinsi Surabaya, penulis jebolan Gontor tersebut menyebutkan salah satu kunci utama mengapa karyanya selalu laris. Walaupun diterbitkan sendiri, seorang penulis indie harus membuat karyanya secara profesional. Jangan asal memilih editor dan juga perhatikan kualitas packaging buku yang akan diterbitkan.

“Penulis harus sabar dalam menjalani prosesnya. Setelah sebuah karya selesai dibuat, penulis harus memikirkan bagaimana desain kover yang tepat dan juga judul apa yang kira-kira menarik pembaca. Idealis dalam berkarya boleh, namun jika ingin karya kita menarik minat banyak pembaca, maka kita harus pintar-pintar memperhatikan target pasar yang ingin dimasuki.

4 penulis FAM Surabaya

Beberapa tips penting yang dijelaskan oleh Ma’mun Affany supaya buku terbitan indie bisa laris manis antara lain sebagai berikut.


Bersama Mas Ma'mun Affany

1. Rencanakan target pembaca
Setelah sebuah buku selesai ditulis, penulis wajib memikirkan kira-kira dari usia berapa maka karya tersebut akan menarik perhatian. Ma’mun Affany membagi menjadi empat jenis genre buku dengan masing-masing kekurangan serta kelebihannya. Empat genre buku yang sering dipasarkan di Indonesia adalah buku ilmiah (buku bahan ajar), pengetahuan sekilas, pengetahuan yang menghibur dan hiburan. Usia pembaca dari 15-25 tahun disebut sebagai usia yang paling mudah membelanjakan uang untuk membeli buku favoritnya,”Dan hingga saat ini pasar terbesar dunia perbukuan kita adalah dari genre hiburan yaitu novel. Novel akan selau dicari pembaca apalagi jika sudah menjadi bestseller. Novel akan selalu abadi meski sudah berganti zaman.” Ujar penulis bestseller ‘Kehormatan di Balik Kerudung’ tersebut.

2. Perhatikan momentum
Cerdaslah memilih momentum yang pas saat akan meluncurkan buku. Jika buku kita bernuansa religi, bisa dicoba untuk mempublikasikannya di saat Ramadan. Momentum yang pas, akan mendorong psikologi calon pembaca untuk membeli.

3. Jangan terlalu percaya diri sebelum dites
Tes ini maksudnya, berikan karya yang akan kita terbitkan pada beberapa pembaca untuk dinilai. Kita bisa meminta tolong rekan atau sahabat yang pasti bisa menilai secara kritis, tak hanya sekadar bagus atau jelek. Paling tidak ada 5 orang yang mengatakan baik, maka kita baru bisa menerbitkan karya tersebut. Jika banyak yang menilai itu kurang, jangan terlalu kaku mempertahankan pendapat, maka segeralah memperbaiki atau menulis ulang. Terapkan mindset jika kita menulis untuk pembaca, bukan untuk diri sendiri, sehingga usahakan membuat karya terbaik sesuai dengan saran dan kritik yang diterima dari para pembaca pertama.

4. Judul menarik dan unsur buku profesional
Semua buku karya Ma’mun Affany dibuat tidak asal-asalan. Menurutnya, buku indie yang diedit oleh editor andal, memiliki desain kover dan layout yang menarik serta kualitas cetak layaknya buku mayor, akan menaikkan nilai buku secara tidak langsung. Judul yang baik tidak selalu bombastis, namun menggelitik hati calon pembaca untuk membeli buku kita dan tergerak untuk segera membacanya.

5. Penulis perlu juga belajar marketing dan internet branding 
Penulis masa kini tidak boleh berpangku tangan setelah karyanya terbit. Terutama penulis indie. Kita harus belajar membuat cara promosi yang menarik dan juga melek internet branding. Buat buku indie kita memiliki gaung di internet, bisa dengan memperbanyak review di banyak blog atau sering promosi di media sosial.



Inilah beberapa tips bermanfaat yang dibagi Ma’mun Affany dalam sesi talkshownya. Penulis indie juga bisa mendapat rezeki berlimpah jika paham triknya. Tetaplah menulis dan terus berlatih menjadi penulis sekaligus marketer andal untuk karya kita sendiri.

Thursday, 16 November 2017

Kalau Sedih Jangan Menyebalkan (Etika Curhat)

November 16, 2017 6 Comments

Curhat adalah kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial. Seperti halnya makan dan minum, curhat dibutuhkan agar tumpukan keruwetan pikiran tidak membusuk di dalam kepala dan jiwa hingga menjadi penyakit. Bisa dibilang, terkadang menceritakan masalah itu tidak bertujuan untuk mencari solusi tetapi hanya untuk mengosongkan sampah pikiran.

Mencurahkan isi hati bukan hanya milik kaum perempuan, laki-laki juga ada kalanya butuh momen curhat dengan orang terdekat. Nah bagi kita yang memiliki sahabat, pasti pernah melakukan curhat atau justru sering menjadi tempat curhat. Ada yang perlu digarisbawahi. Pendengar yang baik akan dipilih banyak orang untuk menjadi tempat curhat, tetapi pernah tidak kita berempati kepada sahabat atau kenalan yang jarang curhat namun malah menjadi penampungan cerita orang lain? Pasti juga ada waktu di mana muncul perasaan sebal dengan tingkah pihak yang sedang bercerita banyak hal pada kita?

Beberapa hal di bawah ini sebaiknya kita perhatikan agar saat curhat pun tetap beretika.

1.     Lihat situasi dan kondisi
Mungkin sahabat kita itu adalah orang paling sabar dan tidak pernah mengeluh, tapi please jangan asal pilih waktu dan memaksanya di saat tidak tepat. Misalnya, menelepon di tengah malam padahal besok sahabat kita harus ke kantor pagi-pagi. Apalagi jika dia sudah berkeluarga, kalau memang sangat butuh tempat pelampiasan untuk bercerita namun situasi belum memungkinkan, cobalah untuk menulis jurnal. Menulis sudah terbukti secara ilmiah dapat meringankan beban pikiran. Jangan asal membuat status sembarangan di saat emosi sedang labil. Pernah dengar kasus penulis status facebook dipolisikan karena menyindir atasannya tanpa disensor? Itulah contoh cara curhat yang ngawur. Dan pilihlah sosok yang tepat ya. Batasi curhat kepada lawan jenis yang bukan pasangan kita, terutama jika masing-masing sudah menikah. Jangan sampai gara-gara keseringan curhat malah menumbuhkan benih-benih cinta terlarang.

cara curhat yang baik



2.     Mendadak merasa jadi pusat perhatian
Pernah tahu kenalan atau sahabat yang bilang begini di kala curhat?

"Kamu itu nggak ngerti apa yang kurasain. Jadi nggak usah deh sok menasehati.” 

Atau bisa jadi justru kita yang tanpa sadar pernah melontarkannya? Sebenarnya, kalimat itu bermakna egois lho. Seseorang yang peduli dan sayang pada kita, pasti akan ikut sedih jika kita mengalami kesedihan atau kegagalan. Menjadi pendengar yang baik itu memang sulit, setidaknya kita bisa menerima saja saran mereka. Untuk dipakai atau tidak saran tersebut, ya itu kembali kepada diri kita. Coba bayangkan posisi si tempat curhat. Bisa jadi kita sering curhat soal masalah yang sama, kebodohan yang sama dan juga kesalahan yang itu-itu saja. Namanya manusia pasti ada enegnya. Jadi, tahan diri untuk berkomentar pedas ketika mereka memberi saran.

cara curhat yang baik



3.     Kalau curhat, sesekali juga harus mau menjadi tempat curhat
You are not a center of stage in this world! Dunia ini tidak berpusat di diri kita. Sudah tahu istilah take and give, bukan? Jadi kalau sudah sering curhat sama seseorang, berilah mereka perhatian dengan kalimat begini,”Makasih udah mau dengerin curhat recehku, kalau kamu ada masalah, kamu bisa cerita apa aja ke aku.” Apalagi jika sahabat kita termasuk orang yang sangat tertutup. Lihatlah kegelisahan di mata dan kesehariannya, jangan memaksa dia untuk bercerita, namun coba hibur agar dia bisa tertawa. Dan pastinya jadilah orang yang bisa dipercaya, bukannya ember.

Menjadi pendengar yang baik memang tidak mudah. Setidaknya mulai sekarang coba kita merenungkan hal-hal yang sudah disebutkan di atas. Jadilah tukang curhat yang bisa menjaga etika. (Baca Juga: I Am A Woman, Not A Merchants's Goods)

Thursday, 9 November 2017

Detektif Tak Sempurna dengan Cerita Luar Biasa

November 09, 2017 0 Comments

Cerita detektif adalah cerita yang membuat rasa penasaran kita bangkit, pusing menebak siapa pelaku kejahatannya dan juga berusaha menerka bagaimana langkah si detektif dalam membongkar sebuah kasus. Menariknya lagi, cerita dan film detektif itu punya basis penggemar yang rata-rata loyal. Sebut saja  tokoh fiksi detektif seperti Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle dan juga kisah-kisah detektif karya Agatha Achristie, mempunyai fans setia sejak zaman baby boomers sampai generasi milenial masa kini.

Dari dunia anime, kita juga pasti tidak asing dengan Detective Conan. Tokoh anime Shinichi Kudo yang menyusut menjadi anak kecil itu selalu membuat Detective Mori tertidur dengan jarum biusnya, lalu mulai membongkar kasus. Uniknya, anime tersebut juga dibuat katanya karena terinspirasi dari Sherlock Holmes. Ini salah satu bukti jika ketenaran Sherlock Holmes telah menginspirasi para kreator untuk membuat cerita detektif versi baru.

Tokoh-tokoh detektif seperti Shinichi Kudo, Sherlock Holmes dan Hercule Poirot memang punya gaya sendiri dalam  memecahkan suatu kasus, namun mereka memiliki kesamaan dalam pengembangan karakter. Tokoh detektif memiliki daya ingat tajam, bisa menerka alur sebuah kasus hanya dari detil-detil terkecil, lalu menganalisa dengan canggih. Masalahnya, hal tersebut memang membuat cerita menjadi seru tetapi rasanya agak mustahil jika diaplikasikan di dunia nyata.

Dan Robert Gilbraith, nama lain dari JK Rowling, berani mendobrak monotonnya karakterisasi tokoh detektif lewat tokoh fiksi ciptaannya, Cormoran Strike. Debut novel seri detektifnya, Cuckoo’s Calling menjadi hits di pasaran. Meskipun ia dikenal sebagai penulis fantasi, teryata tangan dingin JK Rowling berhasil meramu cerita detektif menjadi lebih humanis.

Cormoran Strike digambarkan memiliki tubuh tinggi besar, memakai satu kaki palsu dan juga sensitif. Bagi yang menjadi penggemar Sherlock Holmes pasti tahu bagaimana karakter si detektif cerdas itu sangat jauh dari kisah cinta. Detektif seolah-olah ‘dihukum’ tidak memiliki kekasih hati. Cormoran Strike malah kebalikannya. Ia masih sulit move on dari mantan tunangan yang mencampakkannya demi lelaki lain dan juga harus bersusah payah untuk bekerjasama dengan beberapa pihak jika sedang melakukan penyelidikan. Menurut saya, usaha dari Cormoran Strike terlihat lebih manusiawi dan membuat rasa penasaran lebih besar. Detektif berkaki palsu sebelah itu juga memiliki ciri khas detektif andal, seperti daya ingat tajam dan pandai menganalisa sebuah rangkaian peristiwa kunci.
cuckoos calling cover
sumber gambar: Google


Asisten detektif nyentrik ini malah seorang perempuan bernama Robin. Robert Gilbraith a.k.a Rowling menitipkan pesan kesetaraan gender lewat tokoh Robin. Meski awalnya hanya menjabat sebagai sekretaris Cormoran Strike, dengan upaya dan juga keingintahuan tinggi, Robin pun dipercaya untuk ikut menyelidiki kasus kejahatan. Konflik lainnya pun muncul ketika tunangan Robin cemburu pada sang detektif.

Ketidaksempurnaan sifat dan perilaku Cormoran Strike memang kadang menyebalkan, tetapi inilah yang membuat saya jatuh hati. Detektif secerdas apapun juga manusia biasa yang punya perasan dan ego. Detektif tak sempurna itu menggulirkan nafas baru di dunia spionase. Yang sempurna kadang muncul dari perbedaan serta keunikan.