.comment-content a {display: none;}

Sunday, 16 July 2017

Perempuan Tak Boleh Dilarang Pintar

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 08:53
Response 
0 komentar Link ke posting ini
''Umurmu sudah mau kepala tiga, kalau masih pilih-pilih pasangan malah rugi! Buruan nikah!'' Kalimat itu selalu dikumandangkan oleh orang-orang di sekitar kita, termasuk di dalam keluarga saya sendiri. Seorang perempuan yang sekolah tinggi, berkarir bagus atau memiliki passion tak akan dianggap sempurna jika masih single di usia yang dianggap matang. Berbeda jika seorang pria berusia matang yang masih melajang, akan disarankan mencari daun muda.

Apakah perempuan itu hanya dinilai dari fungsi seksualitasnya saja? Lalu untuk apa dengan adanya gembar-gembor kesetaraan gender yang selalu dikumandangkan di banyak kesempatan? Perempuan di zaman apapun, tetap akan dinilai kurang sempurna jika belum menikah. Jikalau sudah menikahpun, pertanyaan berikutnya yang selalu menghantui adalah kapan mau punya anak? Apakah tidak kasihan dengan anak dan suami jika tetap berkarir di kantor atau di organisasi? Perempuan diakui kemampuan multitaskingnya, namun sekaligus juga diremehkan dalam urusan pilihan hidup.

Perempuan Indonesia Masih Harus Berjuang

Di medio tahun 2000 sampai 2004, hanya ada sekitar 9,8% perempuan dari total populasi penduduk Indonesia yang berhasil menduduki posisi legislatif. Seperti yang dijelaskan di dalam buku Besarnya Eksploitasi Perempuan dan Lingkungan di Indonesia, peraih nilai tertinggi di kelas hingga perguruan tinggi adalah perempuan. Ada sekitar 80% perempuan yang berhasil meraih prestasi terbaik, namun pada kenyataannya tak banyak perempuan yang bisa mencapai posisi tertinggi di sebuah perusahaan ataupun institusi lainnya.

Perempuan Indonesia disarankan untuk bisa berkarir serius jika putra dan putri sudah memasuki usia sekolah dimana tidak butuh pengawasan seketat saat mereka masih balita. Padahal sama saja. Di usia perkembangan anak-anak dari remaja sampai menjelang dewasa, peran orang tua dibutuhkan sama besarnya. Seorang ibu rela menyisihkan waktu istirahat demi mendampingi anak-anak belajar, melayani suami, mengatur perputaran roda ekonomi keluarga, dituntut menjadi koki dan harus rela mengenyampingkan waktu untuk bercengkerama dengan sahabat. Kenapa para pria tidak dimintai tanggung jawab yang sama porsinya?

Pria sudah bekerja keras membanting tulang demi memenuhi nafkah sekeluarga. Capek dan lelah menjadi alasan utama untuk tidak sedikit membantu istri. Misalnya dibalik posisinya, apakah para pria ini siap? Perempuan yang menjadi pencari nafkah utama lalu pria menjadi bapak rumah tangga. Apakah para pria yang tak pernah tahu ruwetnya mengatur uang, mendidik anak-anak dan juga menyenangkan semua anggota keluarga tersebut bersedia berganti peran dengan istri?  Istri akan dicaci jika mengeluh uang yang diterima dari suami kurang. Istri dibilang harus pintar membagi apa yang diterima demi cukup membayar listrik, air dan juga pendidikan anak. Jika dilihat secara mendetil, sebenarnya tugas seorang ibu sama sekali tak sederhana, malah cenderung kompleks.
Budaya patriarki di Indonesia inilah yang saya sebutkan mengapa membuat perempuan menjadi terkungkung dalam tradisi. Modernitas dan emansipasi masih hanya sebagai seremonial saja karena pada prakteknya, perempuan lagi-lagi harus dihadapkan pada pilihan bekerja atau menikah? Sekolah lagi atau lalu berisiko jadi perawan tua? Perjuangan itu masih belum selesai hingga kini.

Sosialisasi Tentang Tokoh Perempuan Masa Kini

Perjuangan Kartini di bidang pendidikan perempuan atau kisah kepahlawanan Tjut Nyak Dien di masa penjajah seharusnya tak hanya diceritakan terus-menerus hingga masa kini, tanpa adanya cerita para tokoh perempuan di masa modern. Seorang walikota perempuan yang tangguh dan berdedikasi seperti Bu Trismaharani, sineas film jempolan seperti Mira Lesmana dan juga motivator perempuan Merry Riana juga menjadi cerita nyata yang keteladanannya perlu digaungkan.

Pengenalan mengenai perempuan inspiratif tersebut, jangan hanya diceritakan di antara para perempuan, laki-laki juga perlu diperkenalkan.

Kesadaran untuk sama-sama berhak mengenyam pendidikan setara dan hak untuk berkarir akan sangat percuma jika masih menggema di telinga para perempuan saja. Memang sudah mulai banyak pria yang tidak menganggap masalah dengan strata pendidikan wanita atau karir mereka, namun coba tanyakan pada sebagian besar lainnya. Apakah siap jika pasangannya menempuh jenjang pendidikan dan karirnya  melampaui para pria? Apakah ego mereka bersedia untuk menerima kesetaraan tersebut?

Menjadi Perempuan Pintar Tak Boleh Jumawa

Jikalau perempuan memiliki kesempatan untuk berpendidikan tinggi atau meski tanpa sekolah bisa meraih passion yang diidamkan dan berkarir sesuai pilihannya, tak serta merta lantas menjadi jumawa atau tinggi hati. Perempuan pintar juga harus memiliki kepekaan yang sama tingginya. Apalagi jika kita yang mengalami ketidakadilan hanya karena gender sebagai perempuan, coba memulai untuk menyebarkan paham bahwa perempuan dan pria adalah makhluk berbeda, punya kemampuan fisiologis berbeda, namun menjadi satu bagian dalam keluarga.

Ayah bertugas menjadi penopang nafkah keluarga, juga wajib mau membantu ibu yang sibuk merawat anak-anak. Tugas bergantian untuk membersihkan rumah, saling berkomunikasi mengenai impian dan pilihan hidup masing-masing. Sesekali harus ada yang mengalah jikalau memang waktu dan situasi tidak memungkinkan untuk berjalan bersama. Misalnya, perempuan yang mengandung dan butuh menjaga kesehatan, pasti tak bisa bekerja full time di kantor. Maka cuti bekerja sementara, baru berkarir lagi setelah waktu dan keluarga mampu mengerti juga bukan pilihan buruk.

Apapun pilihan perempuan, tak boleh menjadi batu sandungan. Pria tak boleh takut dengan perempuan pintar. Sedangkan perempuan pintar tak boleh memandang rendah dan remeh pria. Saling menghargai dan empati tak terbatas pada sesama (jenis kelamin), seyogyanya bagi yang beda jenis pun harus tetap serupa rasa pengertiannya.

Thursday, 13 July 2017

Mengalahkan Anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 08:20
Response 
0 komentar Link ke posting ini

Siapa sih yang suka dengan anyang-anyangan? Apalagi jika sedang traveling atau mau istirahat di malam hari, terkena anyang-anyangan pasti sangat mengganggu. Berkali-kali ke toilet dan merasakan ketidaknyamanan di area perut bagian bawah, juga sangat mengganggu aktivitas. Kadangkala sering mengalami anyang-anyangan diidentikkan dengan penyakit infeksi saluran kemih.

Penyebab anyang-anyangan juga bermacam-macam, bahkan jenis kelamin juga menentukan.
·     Saluran kemih perempuan lebih pendek dari pria, sehingga diperkirakan jika pendeknya organ tersebut membuat perempuan lebih mempermudah bakteri E.Coli untuk berkembang biak.
·       Bagaimana anda membersihkan alat saluran kemih setelah buang air kecil juga berpengaruh. Jika anda membasuh dari belakang ke depan, otomatis bakteri dari saluran anus akan berpindah ke organ intim.
·  Menopause, hubungan seksual dan juga kuman yang menyebabkan keputihan ternyata juga memberikan pengaruh hingga perempuan bisa mengalami anyang-anyangan, dan lain sebagainya.

Meskipun infeksi saluran kemih sering dikaitkan dengan anyang-anyangan, tidak selalu hal tersebut mengindikasikan penyakit yang parah. Anyang-anyangan juga bisa muncul karena perubahan kondisi fisiologis tubuh. Menurut Dokter Devintha dalam artikel di Detik Health, bisa jadi anyang-anyangan yang timbul karena tanda tubuh sedang dehidrasi. Ketika anda sedang berada di tempat yang suhunya panas dan berkeringat lebih banyak dari biasanya, serta kurang minum air putih, maka respon yang terjadi adalah anyang-anyangan.

Untuk membedakan gejala anyang-anyangan biasa dengan tanda infeksi saluran kemih dapat dilihat dari gejala lain yang mengikuti. Jika anda hanya merasakan hasrat sering buang air kecil dalam jangka waktu beberapa jam tanpa sakit di bagian pinggang, warna air seni yang masih jernih, maka jangan terlalu cemas. Namun jika gejala anyang-anyangan muncul dengan nyeri di bagian pinggang serta perut bagian bawah, air seni yang warnanya lebih keruh dan suhu tubuh yang meningkat atau demam, maka anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Setelah melalui pemeriksaan dan hasil tes laboratorium tetap menyatakan tidak ada bakteri dan gangguan di saluran kemih, kemungkinan lainnya anda mengalami overaktif bladder. Seseorang yang didiagnosa mengalami overaktif bladder akan kehilangan kontrol untuk menahan keinginan buang air kecil bahkan bisa mengompol. Gangguan otot polos pada kandung kemih dan asetilkolin yang bocor akan menyebabkan penyakit tersebut.



Untuk mengobati anyang-anyangan juga tidaklah sulit. Anda bisa mencoba beberapa cara sebagai berikut:

·  Jangan suka menahan hasrat untuk buang air kecil. Jika sudah muncul keinginan untuk buang air kecil, segera pergi ke toilet.
·     Perhatikan kebersihan air dan toilet. Bakteri yang ada di dalam air kotor dan penggunaan WC duduk dengan banyak orang, bisa memicu pertumbuhan kuman yang dapat menyebabkan anyang-anyangan serta infeksi saluran kemih.
·      Cukup minum air putih.
· Mengonsumsi ekstrak buah cranberry untuk pengobatan alami anyang-anyangan.

Mendapati buah cranberry tidak ditemukan di lingkungan kita? Maka jangan khawatir. Saat ini sudah muncul produk obat herbal alami yang bermanfaat untuk menyembuhkan anyang-anyangan. Prive Uricran dibuat sebagai produk satu-satunya menggunakan buah cranberry yang banyak ditemukan di Amerika Serikat yang diperkenalkan di Indonesia. Segera beli Prive Uricran dan rasakan jika tak akan ada lagi keluhan ke kamar mandi berkali-kali.


 



Saturday, 8 July 2017

Tips Menggaet Job Menulis di Website Freelancer

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 07:11
Response 
8 komentar Link ke posting ini



 Menulis bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup menggiurkan. Saya saja yang saat ini bekerja sebagai pegawai kantoran, masih berusaha untuk menulis buku serta artikel. Apakah saya serakah? Hmm, tentu tidak. Saya sadar jika sebagai perempuan, akan ada masanya  mengalami cuti bekerja kantoran, entah karena harus mengurus keluarga atau cuti melahirkan misalnya. Menjadi perempuan yang terbiasa memiliki penghasilan sendiri, lalu mendadak harus diam tanpa karya adalah sebuah hal yang sulit saya bayangkan. Menulis bisa menjadi salah satu alternatif untuk tetap berkarya sekaligus memperoleh rezeki.

Ditambah lagi, lewat dua passion saya, menulis dan bahasa asing, juga menjadi penolong utama di saat saya membutuhkan dana di tahun terakhir kuliah. Dengan menekuni dunia penerjemahan dan menjadi content writer, saya tak kebingungan untuk mengumpulkan dana bimbingan skripsi hingga wisuda.

Sudah banyak bermunculan website lokal maupun internasional yang membantu para freelancer. Mungkin anda mengenal situs Freelancer.com atau untuk lokal seperti projects.co.id dan sribulancer.com. Job menulis artikel, desain, penerjemahan dan masih banyak lagi, dapat menjadi sumber penghasilan tambahan untuk  freelancer. Tetapi beberapa teman sesama penulis curhat kepada saya, kenapa bid atau penawaran mereka jarang dilirik calon klien ya? 


Saya sudah beberapa kali memperoleh job menulis dari projects.co.id dan juga dari grup blogger. Nah, kali ini akan saya bagi beberapa tips untuk membuat penawaran yang menarik klien hingga sukses direkrut untuk mengerjakan project.

1. Lengkapi profil
Seorang owner project tentu tidak ingin jika ia bekerjasama dengan seseorang yang track recordnya tidak jelas. Gunakan foto profil yang jelas, tidak bergaya alay dan isi semua data mengenai skill secara jelas. Tak perlu mencantumkan alamat lengkap, namun deskripsikan kemampuan anda seperti berbahasa asing, skill menulis/desain web, dan lampirkan portofolio karya.

2. Be confident with your main skill
Jika ingin menjaid freelancer profesional, anda juga harus memiliki jam terbang yang cukup sehingga klien bisa mempercayakan proyeknya. Saya selalu berusaha update tulisan di blog. Hal-hal yang menarik minat akan saya tulis di blog dari soal opini, fiksi, review film, review kuliner atau sekadar catatan renungan. Saya labeli sendiri-sendiri tiap kategori tulisan. Saya juga terus membaca untuk menambah pengetahuan. Nah, dari situlah saya percaya diri untuk mencoba bid di project penulisan artikel. Contoh tulisan di blog menjadi portofolio saya yang sejauh ini sering menarik minat owner untuk berdiskusi lebih lanjut hingga project tersebut berhasil saya peroleh.

3. Gunakan bahasa profesional
Meskipun owner project bukanlah perusahaan atau instansi resmi dan lebih sering perorangan, anda tidak boleh menggunakan bahasa alay, jangan menggunakan singkatan tak resmi serta sok akrab. Saya akan menyapa singkat secara formal, memperkenalkan diri serta pekerjaan secara singkat lalu langsung menjelaskan portofolio tulisan.
Contoh saat saya mengajukan bid di project penulisan artikel wisata.

Selamat Pagi
Perkenalkan, saya Reffi Dhinar dari Sidoarjo. Saya adalah seorang penerjemah bahasa Jepang, blogger, penulis buku dan content writer. Saat ini saya aktif menulis di blog saya www.wordholic.com. Berikut ini beberapa link tulisan di blog  yang berkaitan soal traveling,

www.......
www........
 
Besar harapan saya agar kita dapat bekerjasama. Link artikel tersebut bisa menjadi referensi anda. Terima kasih 
 
4. Jangan asal memberikan portofolio yang kurang sesuai
Kalau anda banyak menulis tentang politik, jangan mencantumkan link tulisan berbau politik untuk project artikel relationship. Amat sangat tidak nyambung. Jikalau anda tertarik dengan sebuah project, namun anda tidak memiliki karyanya, maka buatlah. Contohnya, anda jago menulis dan mendesain blog, namun selama ini tidak sempat mempublikasikan karya desain blog pada orang lain, maka gunakan saja contoh desain yang tersimpan di laptop sebagai portofolio. Atau misal anda belum pernah menerjemahkan artikel bahasa Inggris ke bahasa Indonesia tapi anda yakin dengan kemampuan anda, maka ambil satu artikel bahasa Inggris lalu segera terjemahkan. Lampirkan hasil karya anda yang baru dibuat sebagai bahan menarik minat calon klien.


artikel di wisatawan.id yang saya dapat di projects.co.id

5. Disiplin dan tidak mudah putus asa
Saya mendapat job di projects.co.id setelah setahun bergabung. Hal itu terjadi karena saya kurang rajin menawarkan bid serta mudah putus asa. Teruslah menambah portofolio karya, rajin menawarkan bid, tidak mudah menyerah meski sering ditolak. Jika sudah mendapat project, kerjakan secara profesional serta tepat waktu sehingga klien akan memberikan rating tinggi. Rating tersebut akan menjadi poin anda yang menambah nilai bagus sebagai anggota freelancer berkompeten.


artikel saya yang di-hire klien di blog.singmuni.com

Tertarik untuk menekuni dunia freelancer? Pekerjaan ini dapat menjadi pekerjaan utama bila anda disiplin. Buat yang mahasiswa dan ibu rumah tangga, akan sangat membantu menambah pundi-pundi receh yang cukup lumayan. Jangan berhenti berkarya ya!

Wednesday, 28 June 2017

Mencari Jati Diri Mirip Belanja Online

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 01:13
Response 
2 komentar Link ke posting ini


Jati diri, rasa-rasanya hal ini menjadi sebuah topik utama dalam hidup seseorang. Jati diri adalah suatu identitas, merk atau saya sebut sebuah label yang diinginkan seseorang dalam hidupnya. Kadangkala jati diri itu tidak digaungkan, hanya berada di dalam motto hidup dan diyakini dengan sepenuh hati. Lalu apa hubungannya antara pencarian jati diri dengan belanja online?

Yang dilakukan pelaku belanja online biasanya terdiri dari beberapa tahapan berikut,

~Mempunyai keinginan
~Mencarinya di website atau situs belanja online
~Menemukan barang
~Membandingkan harga
~Setelah paparan harga didapat, membandingkan desain
~Mencari review soal produk yang akan dibeli
~Sreg, klik beli
~Transfer
~Menunggu barang diterima

Kalau saya rangkum secara garis besar, proses diatas bisa diklasifikasikan dalam proses mencari, proses membandingkan, proses membeli lalu proses menerima. Mirip dengan proses pencarian jati diri. Di saat kita masih kanak-kanak hingga menjelang dewasa, proses mencari sosok yang pantas untuk dijadikan sebagai role model hidup itu berlangsung. Di saat akal mulai berkembang dan pengalaman hidup bertambah, kita mulai membandingkan satu karakter dengan karakter lain. Kalau sudah menemukan gambaran profil jati diri yang pas, kita akan memakai sosok itu sebagai jati diri, dan proses berikutnya adalah beradaptasi dengan jati diri yang sudah kita bangun serta kita terima.

Masalahnya, seperti belanja online, tak semua barang yang kita beli akan cocok dipakai. Tokoh yang dipilih dan jati diri yang kita bangun tak selalu benar-benar sesuai dengan kepribadian kita.  Jati diri itu sebenarnya sudah ada di dalam raga dan pikiran, bahkan kita mungkin sudah merasakannya namun karena pengaruh eksternal seperti ikut apa kata orang lain, takut tidak diterima lingkungan dan segudang pertimbangan lain, makanya kita takut mengapresiasinya.

Namun, perlu diingat. Jati diri yang bertentangan dengan agama, bukanlah jati diri melainkan hanya hawa nafsu dan egoisme. Mencintai sesama jenis contohnya, bukanlah tindakan yang bisa didukung. Jikalau ada sebuah kesalahan penafsiran jati diri seperti itu, dengarkan lagi dan merenunglah. Bukankah dari hati kecil kita ada suara yang mengatakan jika tindakan menentang kodrat tersebut adalah salah? Manusia punya sarana untuk dekat dengan Tuhan, salah satunya lewat hati nurani.

Jati diri yang tepat adalah passion yang ingin kita kejar, impian yang kita bangun dan juga kepribadian yang kita punya. Seiring bertambahnya usia, kita pasti tahu mana itu baik dan buruk. Yang memang merugikan, segera buanglah, jika memberi manfaat maka pertahankan. Jadi sudah siap menemukan jati diri anda?

 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge