.comment-content a {display: none;}

Thursday, 25 May 2017

Cleopolitan, Modernitas Berbalut Nuansa Kekeluargaan

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 23:20
Response 
0 komentar Link ke posting ini

Cleo Business Hotel baru saja merayakan hari jadi ke dua tahun pada 20 Mei 2017 lalu. Pesta perayaan anniversary tersebut dirayakan pada 21 Mei 2017 di cabang Cleo Business Hotel yang ketiga di Jalan Jemursari No. 157. Mengambil tema Cleopolitan, suasana modern dan juga meriah dengan konsep standing party membuat para tamu bisa larut dalam kebahagiaan. Dominan warna hitam dan emas menumbuhkan citra elegan pada tema ulang tahun bertajuk Cleopolitan ini.

doc. pribadi

Cleo Busines Hotel berada di bawah naungan Tanly Management bersama dengan Vasa Hotel dan Solaris Hotel. Dalam perayaan kali ini suasana ceria, santai dan juga kekeluargaan dibangun secara apik oleh tim manajemen Cleo Business Hotel. Sebagai pembukaan, Bapak Hermanto, selaku pendiri, memberikan pidato singkat mengenai pesan dan kesannya terhadap pesta hari jadi yang sangat menarik. Disambung dengan sambutan COO Cleo Business Hotel yaitu Ibu Belinda Natalia serta para GM di masing-masing cabang hotel. Yang tak kalah mengejutkan, setelah beberapa sambutan, Ibu Sandrawati Jusuf, istri dari Bapak Hermanto selaku founder, juga mendapat surprise ulang tahun dari keluarga tercintanya.

Ibu Sandrawati Jusuf (membawa buket bunga) dan keluarga: doc. pribadi



Konsep Cleopolitan didapat dari perpaduan ide yaitu Cleo dan metropolis. Mengingat tiga hotel Cleo sudah berdiri dengan sukses di kota Surabaya sebagai kota metropolis, maka tema Cleopolitan dianggap mewakili pertumbuhan ketiga cabang hotelnya. Rangkaian acara dalam program Cleopolitan sebenarnyaa sudah dilaksanakan sejak bulan Februari tahun ini, salah satunya pemilihan Cleo Ambassador. Di sini tampak sekali jika tim maanjemen menyadari akan peran generasi muda yang bisa menjadi orang tangguh dalam dunia bisnis terutama di bidang perhotelan. Pemilihan Cleo Ambassador tersebut disambut hangat oleh dunia akademika Surabaya dan sekitarnya.
  

Para anak muda cerdas dan berbakat  diseleksi dari kurang lebih 25 universitas. Masing-masing dari mereka menjalani psikotes, english test dan juga beberapa tes lainnya untuk menguji kecakapan dan kemampuannya. Tugas dari Cleo Ambasaador ini nantinya akan menjadi pertner dari Tanly Management dalam bidang sales marketing. Tentunya selama mengemban tugas sebagai ambassador, anak-anak muda terpilih itu akan belajar banyak hal yang akan sangat bermanfaat dalam pengembangan networking serta soft skill di masyarakat.    
Cleo Ambassador terpilih: doc. pribadi



Tak lupa juga diselenggarakan kompetisi yang dapat diikuti masyarakat umum yaitu kompetisi Foto Kopi. Kopi dengan berbagai nuansa dipotret dengan citarasa seni yang unik. Hasil jepretan para peserta dipajang pada sebuah booth dan  mendapat vote dari tamu acara Cleopolitan. Launching Cleo Privilege Membership menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Nantinya para tamu yang sering menginap di Cleo Business Hotel, bisa menggunakan Cleo Privilege Membership dengan berbagai benefit.


Modernitas acara, suasana yang hangat ditambah spot menarik seperti spot jajanan tradisional menguatkan citra hotel ini sebagai hotel yang merangkul beragam kalangan. Fasilitas pun tak boleh diragukan. Ketiga cabang hotel memiliki keunggulan masing-masing tanpa meninggalkan kualitas utamanya. Dibangun di tempat-tempat strategis seperti dekat bandara, dekat dengan pusat perbelanjaan dan juga ikon kota adalah ciri keunggulan masing-masing cabang. Di setiap koridor hotel juga disediakan air mineral Cleo secara cuma-cuma. Jaringan internet wifi pun layak diacungi jempol.  Semoga Cleo Business Hotel semakin berkembang dan sukses. Happy Anniversary, Cleo Hotel!

photo of the day: doc. pribadi


Tuesday, 23 May 2017

My Personal Statements

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 16:40
Response 
0 komentar Link ke posting ini

Thank you for the lessons that I received from here. May the successful bless this place. One memorable thing that I learnt and always remember, when I decided to broke my relationship for a few years ago, I went to office with a full of tears :v LOL. Maybe some people asked me why I chose this option and why I kept silence.

In this post I will say,''I won't marry a guy who can share his heart and time easily with other girl. I won't marry a guy who doesn't know how to work hard and appreciating his girl.''

Then, some people asked me, Am I in relationship now? I say, no I'm still single. Closer to someone and falling love again, yes I did, but maybe he isn't the best so I chose to leave.

Some of my friends asked me again,''Do you still have a willing to give your ex back to your life??"

I said,''No, it's absolutely triple 'NO'!"

Once your couple cheat on you, it is very difficult to build the trust again. In my experience, my ex cheated on me first, then I gave the apology. In a rough months, I was like a zombie. Trying to build my trust and facing my fear of losing alone. Nobody could save me. Until we made a plan about marriage and our parents agreed, but once again I got a doubt. Unfortunately, my doubtness came true. My ex tried to play with  another girl and we had a big fight. So I decided to leave him.

Through many adventures, I found if 'shit person' doesn't deserve loyalty. I go to travel with new bestfriends, learning new ability, gaining many achievements and falling in love with another guy (even it failed again, but I didn't get hurted so much), and reach the new point. Now I decide to leave my safe zone.

Yes, some gossips reveal, bad comments occur because of my option to leave my 'comfort place'. But I think, everyone who works in one place always knowing good or bad moment. Just like a love relationship, if it's time to leave, so I leave. I leave with many hugs, warm shakehands, and a big honour. It was my college after I graduated as bachelor student.

Well, let's gone by gone. Hakuna Matata. :)

Wednesday, 17 May 2017

Manusia Hidup karena Chaos

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 07:56
Response 
0 komentar Link ke posting ini
Hidup adalah sekumpulan chaos. Kekacauan dan ketidakteraturan yang kadang membuat kita ingin diam, tak ingin bergerak. Bagi yang menginginkan kedamaian, tanpa kekacauan, bisa kusebut ia hidup tapi 'mati'.
Hidup adalah anugerah, jika dilihat dari sudut pandang Ketuhanan. Kita tercipta dari satu sel sperma unggul yang sanggup membuahi sel telur hingga menjadi bayi. Kita berhasil melewati masa sakit di masa kecil hingga tumbuh sehat mendewasa, ya itu anugerah. Namun anugerah itu didapat dari sekumpulan 'chaos'.
Jika ibu tak berani memperjuangkan sakit luar biasa saat melahirkan, dan memilih untuk membunuh janinnya, maka bisa dipastikan kita takkan lahir. Aku dan kamu pasti menyatu dengan darah yang dipaksa keluar dari rahim. Kekacauan, derita, kasih sayang, teriakan, sekarat adalah segala 'chaos' dalam hidup ibu supaya kita terlahir.
Tuhan menciptakan manusia  dan  mengaruniainya untuk mampu mengambil keputusan.
Dalam hidup sebagai manusia yang 'dewasa', chaos adalah bagian mutlak. Kau akan kacau ketika jatuh cinta, kau akan kacau balau saat hatimu patah, kau akan seolah mati ketika impianmu gagal.
Rangkaian kekacauan itulah pembentuk hidup.
Agar kita kuat, maka kita ditempa dan dihantam.
Agar semakin bijak, kita diberi ujian sesuai kelas diri.
Dan manusia 'chaos' bisa memilih semangat atau malah pasrah tanpa berusaha.
Sesungguhnya apa karunia Tuhan paling berharga?
Bukannya hidup,tetapi akal dan hati agar kita bisa memilih bagaimana kita menjalani hidup.

Monday, 15 May 2017

Cantik Warna Pada Kuku dengan Nail Art

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 16:00
Response 
0 komentar Link ke posting ini


Perempuan identik dengan kecantikan. Tiap perempuan di dunia pasti ingin jika penampilannya sempurna dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk juga pada kukunya. Perempuan yang cuek seperti saya, tidak terlalu memusingkan soal kuku. Selama kuku tangan dan kaki terpotong rapi dan juga tidak kotor, saya menganggap jika kuku tersebut tidak apa-apa. Namun pada workshop yang diselenggarakan di Cleo Hotel Walikota Mustajab, saya mengetahui lebih banyak tak hanya tentang mempercantik kuku. Kuku juga digunakan sebagai indikator kesehatan organ pada tubuh mnusia.

Dalam event bertajuk Dry Marble Technique, Nail Art WorkShop and Contest tersebut, hadir dua spokeperson yang sharing mengenai cara merawat kesehatan kuku dan bagaimana cara mempercantiknya. Pada sesi pertama, Dokter Dina, spesialis kulit dan kelamin dari Clariskin membeberkan dengan jelas apa saja ciri-ciri kuku sehat dan kuku yang sakit.  Kesehatan kuku dapat dicek dari garis, cekungan dan juga warnanya. Kuku normal memiliki permukaan halus dan tidak  terdapat garis atau cekungan. Warna kuku juga terlihat sama, juga tidak ada kesan noda di atasnya.

Menurut Dokter Dina,   jika kuku kita mengalami perubahan warna misal menjadi lebih gelap dari biasanya, terjadi penebalan atau penipisan kuku, muncul pendarahan disertai nyeri, maka sebaiknya kita harus segera berkonsultasi ke dokter. Kuku yang sakit tak hanya bisa membuat kita tidak nyaman, tetapi juga bisa berbahaya. Kuku yang berdarah dapat menjadi sarang kuman dan bakteri. Selain itu kita dapat mengetahui indikasi penyakit organ dalam seperti gangguan ginjal atau pencernaan dari perubahan warna dan tekstur kuku.

Menginjak sesi kedua, Mbak Izza Farchatie, owner Halal Nail membagikan tips untuk mempercantik penampilan kuku. Dalam kesempatan tersebut, peserta workshop belajar salah satu teknik nail art yaitu dengan dry marble. Saya yang tidak hobi menggunakan kuteks, jadi tertarik dengan nail art. Belajar nail art butuh kesabaran, ketelitian tinggi dan tentunya kreativitas. Mbak Izza memperkenalkan produk Halal Nail yang sifat kuteksnya water permeable alias menyerap air. Alhasil jika muslimah menggunakannya saat sedang tidak menstruasipun, tidak akan terganggu ibadahnya.

Kuku yang polos bisa dijadikan kanvas cantik dalam bentuk mini. Untuk memulas kuteks pada kuku juga tidak boleh sembarangan. Beda bentuk kuku tentu beda penanganannya. Teknik untuk membuat kuku terlihat ramping juga dijelaskan oleh Mbak Izza. Bermodalkan beberapa warna kuteks, kita bisa membuat berbagai bentuk motif. Misalnya warna putih sebagai dasar, lalu kita menggunakan ujung jarum pentul untuk memberi titik dari kuteks merah. Dengan satu tarikan, maka akan muncul motif hati. Kita dapat juga menyampurkan warna hingga berbentuk emboss.

Peserta workshop sangat asyik dengan kuku palsu dan kuteks. Saya juga jadi penasaran bagaimana caranya seorang Nail Art Artist bisa membuat beragam karya menakjubkan pada sebuah kuku. Seni dan kecantikan itu terkandung dalam nail art. Beauty is in your finger tips.

 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge