.comment-content a {display: none;}

Friday, 11 April 2014

Intrik Cinta Beda Negara

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 20:19
Response 







Judul Buku : The Dream In Taipei City
Penulis        : Mell Shaliha
Jumlah halaman : 358 halaman
Tahun terbit : Februari, 2014
Penerbit : Penerbit Indiva

 Cinta melintasi batas negara. Itulah yang disampaikan dalam novel berbahasa ringan dan menyentuh ini. The Dream In Taipei City mengisahkan perjalanan hidup seorang gadis blasteran Jawa-Taiwan bernama Ella Tan. Ella, yang juga seorang muslimah berjilbab, hijrah ke negara kelahiran ayah kandungnya untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi. Kedua orang tuanya telah bercerai dan mereka memiliki kesepakatan jika Ella sudah dewasa, maka ia akan tinggal dengan ayah kandungnya.

Seperti kisah-kisah fiksi pada umumnya, Ella kesulitan beradaptasi dengan keluarga barunya. Ibu dan adik tirinya, merasa cemburu dengan kehadiran Ella. Alhasil, setelah diterima di National Taiwan University (NTU), Ella memilih hidup di sebuah flat, terpisah dari keluarga ayahnya. Dari sini kita bisa memetik hikmah, jika perceraian dalam hal apapun akan tetap mengorbankan si anak. Beruntung, Ella memiliki kawan-kawan yang siap mendukungnya untuk beradaptasi dengan kehidupan Taipei, termasuk juga seorang sahabat dekatnya yang berasal dari Korea, Hae Yo.

Intrik mulai terjadi ketika Ella jatuh cinta dengan seorang dosen muda NTU, Marcell Yo. Marcell Yo beberapa kali bertemu dengan Ella dalam peristiwa tak terduga. Setelah beberapa kali interaksi, Ella mengetahui jika Marcell Yo memiliki seorang kekasih yang juga rupanya dikagumi oleh sahabatnya, Hae Yo. Di sinilah point of interest novel ini. Ella seorang muslimah berjilbab, digambarkan berusaha menekan perasaan pada dosen mudanya. Pelajaran yang bisa kita peroleh adalah cinta perasaan sebesar apapun yang menekan hati, terutama cinta, jangan sampai membutakan logika. Ella susah payah menutupi perasaannya agar tidak mengganggu hubungan baiknya dengan Marcell Yo.

Penulis dapat menceritakan detil yang indah dalam cerita sekaligus menceritakan keindahan sudut-sudut kota Taipei dengan baik. Pembaca tak hanya dapat membayangkan situasi kotanya, budaya masyarakat setempat juga terekam cukup baik. Salah satu isu yang diangkat dalam novel ini sangat menarik, yaitu mengenai cinta lintas negara. Perbedaan budaya dan bahasa memang tak menghalangi tumbuhnya cinta, tetapi berkaca dari perceraian kedua orang tuanya di masa lalu, Ella berpikir seribu kali jika ingin menjalin hubungan dengan pria beda negara.

Namun perjalanan hati siapa yang bisa menghadangnya? Ketika perasaan itu terus bersemi, Ella semakin bimbang dengan hatinya. Putusnya Marcell Yo dengan Miss Wang, kekasihnya, menambah kegalauan di hati Ella. Ditambah lagi setelah hubungan Hae Yo  dengan Miss Wang semakin akrab, membuat Ella sedikit merasa kehilangan sosok sahabatnya. Hae Yo tiba-tiba mendapat telepon dari kakaknya yang mengatakan jika ayahnya sedang sakit keras. Kesedihan Ella bertambah karena ia belum sempat berpamitan dengan Hae Yo. 

Kepergian seseorang justru memberikan kita pelajaran betapa berartinya orang tersebut, itu juga yang dirasakan Ella Tan. Kepergian Hae Yo yang sangat mendadak tak hanya membuatnya menyesal tetapi juga menghapus kegundahan hatinya pada Marcell Yo. Begitupula dengan Hae Yo yang menghapus kekagumannya pada Miss Wang setelah mengetahui perilaku Miss Wang yang tidak baik. Perasaan rindu untuk seorang sahabat, perlahan berubah menjadi rasa cinta yang mendalam.

Novel ini menyelipkan pesan cinta klasik,”Cinta yang indah adalah cinta yang menguatkan dan membawa perubahan indah bagi pribadinya,”. Hae Yo akhirnya kembali ke Taiwan dan menyatakan rasa tertariknya pada agama Islam. Ella dan Hae Yo sama-sama merasakan jika perasaan mereka telah bermetamorfosa lebih dari sekedar sahabat. Tetapi mereka lebih mementingkan pencapaian mimpi mereka sambil terus berharap akan disatukan dalam ikatan indah, bila Tuhan berkehendak. Cinta memupus rasa takut Ella dan memberi hikmah pada Hae Yo. Kekuatan cinta yang disatukan dengan jalannya logika.

3 komentar:

Fahri Prahira on 11 April 2014 at 22:43 said...

okeeeh gan, mari mampir dan join di buku digital saya, http://katapai.blogspot.com

Mell Shaliha on 9 June 2014 at 01:17 said...

terimakasih review yang sangat menarik. ijin copas yaa... semoga bermanfaat :)

Reffi Seftianti on 11 June 2014 at 01:04 said...

silahkan mbak :D, senang sekali sudah dikunjungi penulisnya ^^

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge