Friday, 22 August 2014

Tiga Hal Nggak Keren Tapi Menjadi Trend

Setelah membaca beberapa status facebook milik teman-teman yang entah benar-benar kenal atau tidak, saya mendapati banyak kemirisan. Status yang dibuat dengan satir, sedih atau memelaskan, itu dibuat anak-anak muda yang harusnya memiliki jiwa semangat. Apalagi hal-hal yang dikeluhkan juga bukanlah hal yang besar sebenarnya. Sedangkan orang-orang yang usianya beberapa tahun di atas usia dua puluhan saya dan kawan-kawan facebook tersebut, malah begitu bersemangat menjalani hari-hari mereka. Seolah mereka yang usianya tiga puluhan, empat puluhan sampai enam puluhan itu adalah manusia yang lebih muda dari saya.

Remaja dan dewasa muda di sekitar saya saat ini sedang terjangkit virus lebay. Ya lebay senengnya, lebay sedihnya atau lebay memproklamirkan betapa anyep hidup mereka. In fact, hal apa saja sih yang bisa saya rangkum dari hal-hal nggak penting tapi menjadi trend itu?

1. Mengeluhkan sekolah dan kuliah yang nggak selesai-selesai
Banyak yang mengeluhkan kalau Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang memaksa siswa bekerja dua atau tiga kali lebih keras dari biasa. Abege-abege itu mengaku nggak punya waktu buat hang out sama teman, waktu menjalani hobi berkurang, tapi frekuensi main facebook dan ngetwit meningkat.

“Helloo, kalau memang nggak sempet, ngapain elu facebookan?” batin saya keki banget baca status sok menderita di timeline. Skripsi yang katanya susah bingit dan kuliah yang nggak selesai-selesai juga berseliweran statusnya. Kalau kuliah nyambi kerja sih, saya bisa maklum. Tapi ituuuh, mahasiswa yang nggak kerja tapi keluyuran pakai duit ortu, trus ngomong skripsinya masih jalan di tempat, ngapain aja sih? Emang skripsi diliat pakai mata melotot bakalan selesai dengan sendirinya? Tolong berpikir pakai otak jangan pakai sikut, nih sikut saya nganggur pengen nyikut kamu-kamu yang hobi ngeluh without the real action. Saya juga pernah skripsi, saya juga pernah mengalami susahnya sekolah.

Semuanya sama aja. Di tahun terkahir saya semasa SMU, adalah tahun kedua dicanangkannya ujian dengan 6 mata kuliah untuk IPA dan juga IPS dari yang sebelumnya hanya 3 mata pelajaran. Lalu saya dan teman-temna lantas demo gitu menuntut mata ujian dikurangi separuh? Ya begini ini nasib kelinci percobaan, yang bisa saya dan teman-teman lakukan adalah berjuang sekeras mungkin agar bisa lulus. Skripsi juga sama beratnya, which in case bisa saya lewati di tengah pontang pantingnya nyari duit snediri buat ngebiayain ongkos bimbingan, sidang dan wisuda yang bikin ortu merem melek ngeliat biayanya. Akhirnya, saya bisa lulus dengan biaya sendiri, nerbitin satu novel, skripsi lulus dengan IPK ciamik dan mengantarkan saya menjadi lulusan terbaik kedua di jurusan sastra Jepang.

2. Kapan nikah? Kapan punya pacar?
Status yang sering berseliweran di beranda adalah keluhan tentang keinginan untuk punya pacar bagi jomblo yang udah berkarat jomblonya namun masih unyu umurnya dan juga keluhan para jones (jomblo ngenes) yang single di usia mendekati atau melewati batas minimum pantas nikah, pengen nikah dalam waktu dekat tapi entah sama siapa.

Pengen banget sih boleh? Tapi kalau sampai update status di wall tentang hal itu-itu melulu, rasanya pngen saya lemparin koin terus ngomong,”Yuk, diulang lagi. Ngenesmu bikin saya ngakak.”

Kalau memang pengen punya pacar, ya PDKT dong sama incarannya. Tapiiii, eits tunggu dulu. Liat dulu kepantasan dirimu. Udah pantes pacaran belum? Padahal duit masih ditanggung ortu. Udah matang belum pikiranmu kalau pengen nikah? Wong, bukannya kerja yang bener lalu menabung untuk biaya nikah nanti, eh malah ngeluh dan galau nggak penting bingiit. Coba deh, isi waktu nganggurmu dengan baca buku, ikutan komunitas, having fun with your life and friends, kenal dengan orang-orang baru. Tuh, banyak orang yang sama jomblonya sama kalian tapi prestasinya seabrek. Ada yang berjuang bikin usaha sendiri, menerbitkan buku, atau menabung buat bikin rumah sama istrinya suatu saat nanti.

3. Mengeluh nggak cantik.
“Aku tahu aku nggak cantik, nggak putih and nggak seksi kaya cewek-cewek kesukaanmu. Makanya kamu jadi nyepelein aku.” Udah tahu gitu, si cewek ababil yang kebetulan jadi temen pesbuk saya itu, lalu upload poto dibuat unyu-unyu, entah tujuannya buat apa. Betapa amberegul bahrelway, bahrelway deh (Bagi yang kepo akun Meme Comic Indonesia pasti tahu petikan lirik tersebut) :p

“Kalau abis lebaran nggak kamu kenalin ke ortumu berarti kita putus.”
“Aku pengen kencan.”
“Kok nggak jadi dateng? Ya udah kencan sendiri aja.”

Itu semua ditulis oleh cewek usia di atas 24 tahun dan sudah bekerja secara nyaman. Hello, mbak atau mungkin mas-mas yang sedang mengalami insecure dalam sebuah hubungan. Kalau udah jelas nggak dihargain, ngapain dipertahanin? Apalagi buat cewek yang smart and has a pretty charming. Hubungan tanpa kejelasan arahnya, sama tragisnya sama jomblo yang rutin berdoa agar malam minggu selalu turun hujan deras dan banjir.

Saya sendiri emang nggak pernah alay? Pernah dan sering, tapi nggak perlu kaan semua orang di medsos itu tahu ke-alay-an saya dan kesusahan saya. Fesbuk diciptakan untuk hiburan, so please jangan penuhi dengan drama nggak penting. Kalau bisa nulis status panjang-panjang, kenapa nggak bikin buku aja sekalian? Berkarya dan juga bisa jadi terapi galau. Itu yang saya lakukan. Bisa jadi status saya itu hanya topeng atau curhatan terselubung yang saya buat keren menjadi tulisan fiksi. Hahaha, indahnya kreativitas.

Jangan lama-lama fase alaynya, supaya kesempatan keren mau mampir di hidupmu dan calon pasangan kece mau menoleh dan mendekatimu. Saya pernah mengalami fase patah hati yang bikin badan kurus kering, tapi sekarang saya punya kekasih smart yang sayang saya sebagaimana saya adanya. Saya punya temen-temen dari yang pendiam banget sampai yang metal gilanya. Keluarga juga menjadi tempat saya bisa pulang kapanpun. Happiness is in your heart inside, not outside!

4 comments:

  1. Happiness is in your inside~… setujuuu semoha para alayer baca postong ini biar berita yg penting di TL.gak kekubur sm twit alay -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. setujuu...silahkan share mbk...supaya virus alay semakin berkurang :)

      Delete
  2. bukan membela yang mengalami kurikulum 2013.
    mbak juga pernah mengalami jadi kelinci percobaan kan? dan nuntut untuk dibatalkan? mungkin kalau ada fb, mbak udah ngomel-ngomel juga disitu kan?
    wajarlah mbak, namanya anak remaja, masih mencari jati diri. mengeluh seakan udah jadi kebiasaan. cara berpikir mereka kan tentu berbeda dengan cara berpikir mbak yang udah merasakan banyak pengalaman hidup. hehe
    nanti mereka pasti nerima juga kok. penolakan di awal aja. ntar juga terbiasa.

    ReplyDelete
  3. Aku harus bersaksi tentang perbuatan baik Ibu Amanda Amanda Perusahaan Kredit.
    Saya tidak pernah berpikir saya akan sepanjang hidup saya bertemu seseorang seperti Ibu Amanda. Dia adalah permata yang langka. Saya Husnah dan saya meluangkan waktu saya untuk bersaksi tentang Ibu Amanda karena dia akhirnya menawarkan apa tidak ada orang lain bisa.
    Saya dan suami saya masuk ke utang yang sangat besar dengan debitur dan Bank dan kita mencari pinjaman dari perusahaan pinjaman yang berbeda tetapi semua datang ke sia-sia. sebaliknya mereka membawa kita ke dalam lebih banyak utang dan berakhir meninggalkan kami pecah sampai saya datang di kontak dengan Ibu Amanda, Dia menawarkan pinjaman meskipun pada awalnya saya takut akan berakhir seperti pinjaman perusahaan lain saya telah menemukan tapi dia tidak seperti mereka. Sekarang kita telah akhirnya menetap utang kami dan memulai bisnis baru dengan uang yang tersisa dari pinjaman.
    Hubungi Ibu Amanda melalui salah satu email berikut.
    amandarichardssonloanfirm@gmail.com, amandaloan@qualityservice.com, amandaloanfirm@cash4u.com atau Anda dapat menghubungi saya melalui email saya untuk arahan lebih lanjut ikmahusnah@gmail.com

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^