.comment-content a {display: none;}

Wednesday, 10 December 2014

Elegi

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 15:51
Response 

Kau datang menyorongkan bejana
Isinya darah dan air mata
Yang kaubilang milikmu
Diretas habis semenjak kepergianku

Sempat aku bimbang
Apakah aku yang salah
Mengira bahwa hatiku paling luka
Anggap dirimu akan bersukacita

Tak disangka
Kejora itu menyelinap di tidurku
Kerlipnya berpendar
Kecil dan samar
Perlahan menerangi ruangku yang hambar

Mulai aku berdamai
dengan remukku, bongkahan lalu
Kau acuh merangsek maju
Tak mau jika cahayaku bukan untukmu

Tapi tanganmu telah menggenggam jemari lainnya
Tak sepatutnya kau terus berdusta
Pada kepingan hati baru yang harusnya kau jaga

Luka dan air mata siapa
Apakah itu milikmu atau
kepalsuan penipu mata?

2 komentar:

Fikri Maulana on 10 December 2014 at 22:14 said...

Saya pengagum puisi ini :)

reffi dhinar seftianti on 10 December 2014 at 22:29 said...

Syukurlah,meski suasana puisinya sarat kesedihan :-)

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge