Writing Insight: Trinity, The Naked Traveler

Instagram: trinitytraveler 


Senang sekaligus gugup setelah mendapat tugas untuk mewawancarai  Trinity. Siapa sih yang tidak kenal beliau? Travel blogger yang berjasa mempopulerkan genre travel writing di Indonesia itu, salah satunya ya traveler keren ini. Traveling sudah menjadi passionnya hingga berhasil membuahkan karya. Tak hanya bercerita lewat blognya yang diberi tajuk The Naked Traveler, Trinity juga berhasil menerbitkan seri buku traveling yang best seller tiap tahunnya.

Traveling dulunya dianggap sebagai kebutuhan tersier. Orang harus menabung dulu agak lama supaya bisa jalan-jalan. Sedihnya lagi karena alasan kesibukan, traveling menjadi aktivitas yang tidak dianggap penting. Seiring berkembangnya teknologi dan juga mungkin tingkat stres yang makin tinggi, membuat traveling makin dicari. Dan Trinity sukses membuktikan jika traveling pun bisa menjadi kebutuhan sama pentingnya. Siapa yang tahu lho kalau menjadi travel blogger itu ternyata bukan menjadi tujuan awalnya.


  • Traveling dan Menulis Itu Sejalan

Trinity suka menulis, sama besarnya dengan traveling. Sejak masih duduk di bangku SMA, ia menjadi reporter koran sekolah sehingga kemampuan jurnalistiknya terasah dengan baik. Selain itu tiap kali traveling, Trinity pasti akan menuliskan catatan perjalanannya di sebuah buku diary. She is a natural  story-teller. Artikel-artikelnya juga sering dimuat di majalah semasa itu. Tak ada batasan untuk menulis. Trinity akan menuliskan pengalaman jalan-jalannya lalu dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya.

Instagram: trinitytraveler


Dan dari saran teman-temannya itulah akhirnya Trinity mulai melanjutkan cerita tentang serba-serbi travelingnya di media blog. Tak ada niat untuk menjadi populer di pikiran Trinity. Siapa yang tahu justru dari hobi itu nantinya akan mengantarkan Trinity di jalan kesuksesan sebagai penulis. Do what you love, love what you do, sangat tercermin dari apa yang dikerjakan seorang Trinity.


  • Prinsip Menulis Menurut Trinity

Ketika saya bertanya soal prinsip apa saja yang dipakai untuk membuat artikel atau tulisan bertema traveling, Trinity menjawab,”Tidak ada prinsip khusus. Yang penting tahu mau menulis di media apa dan tentunya tetap sesuai fakta,  juga menerapkan prinsip jurnalistik.”

Menulis di blog tentu berbeda jika akan menulis di majalah. Blog itu mediumnya lebih santai dan kita bisa menggunakan bahasa sehari-sehari seperti sedang bercerita dengan teman. Jika ingin mengirimkan artikel ke majalah, tentunya harus tahu bagaimana karakter majalah itu sendiri. Berikutnya adalah harus sesuai dengan fakta. Misalnya, alamat sebuah tempat wisata tidak boleh salah dan bagian-bagian lokasinya tentu tidak boleh ada kekeliruan.

Tulisan-tulisan Trinity menekankan pada kejujuran dari pengalamannya menjelajahi suatu tempat. Tentunya itu sesuai dengan apa yang ia rasakan dan alami selama perjalanan. Dari judul blog The Naked Traveler saja pembaca pasti bisa menarik kesan jika ceritanya ditulis secara honest. Inilah yang menjadi ciri khas unik Trinity yang masih dipertahankan hingga sekarang.


  •  How to Stay Positive

Menulis pengalaman traveling secara jujur ternyata juga menarik pengalaman berkesan buat Trinity yaitu menerima kritik.

Instagram: trinitytraveler

“Aku menulis di blog kan sesuai dengan pengalamanku, yang namanya mengalami sendiri tentu bisa berbeda dengan apa yang dialami orang lain. Aku tidak menulis tutorial atau panduan.”

Oleh sebab itu, Trinity lebih banyak melakukan perjalanan dengan dananya sendiri supaya tidak menjadi halangan untuk tetap menulis secara honest. Tentunya hal ini berbeda jika perjalanannya mendapat dukungan dari sponsor. Jika disponsori, tulisan pasti tidak akan terlalu outspoken, ada hal-hal yang harus ditinjau ulang sebelum akhirnya tulisan itu tayang atau diterbitkan.

Itulah insight menarik dari phone-interview saya dengan penulis yang baru saja menjelajah Asia Tengah ini. Tunggu saja tulisan menariknya setelah berkunjung ke Kirgistan, Tajkistan dan Uzbekistan.  Tekuni apa yang kita cintai, siapa tahu kamu akan menemukan pengalaman berharga seperti Trinity.

 

You Might Also Like

18 comments

  1. Saya jadi pengen traveling juga :D Heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayuuk mbak, banyak yang bagus di Jawa

      Delete
  2. Keren ya, bisa bertemu dengan Trinity dan bisa berbagi pengalaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya ngobrol via telepon mbaak, moga aja bisa ketemu next :)

      Delete
  3. Terkadang kalau mau traveling,ada saja hambatannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba dirinci apa aja yang membuat rencana gagal,,,dicari solusinya :)

      Delete
  4. Seru banget ya, kalau bisa jalan-jalan ke luar negeri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Backpackeran udah bisa mbak,,saya malah pengen kliling Indonesia dulu haha

      Delete
  5. Di lihat dari foto,pemandangan nya keren-keren :)

    ReplyDelete
  6. Keren mb reffi bisa mengulik lebih dalam tentang trik nulis trinity.

    Beneran pingin traveling deh

    ReplyDelete
  7. setuju banget writing as honest people. Trinity emang jujur bgt tulisannya. Nice sharing mbak, salam kenal

    ReplyDelete
  8. selalu jadi idola deh mbak Trinity ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren emang,wah makasih mas sudah mampir, sama2 blogger keren nih :D

      Delete
  9. Idolakuuuuuu. Karena mba trinity aku sampe skr rutin traveling tiap tahun. Krn dia aku bertekad harus bisa mengunjungi minimal 1 negara baru tiap thn. Karena dia aku skr menganggab traveling adalah kebutuhan primer dan tiap bulan alokasi gaji terbanyak 60% masuk ke budget traveling :p. Saking cintanya aku jalan2 :). Kalo ga prnh baca buku mba trinity, mungkin sampe skr aku cm menjelajah tempat itu2 saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah semangat mbaak, moga wishlistnya terpenuhi tiap tahun yaa :D

      Delete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^