Kata para pria, perempuan adalah makhluk yang cukup sulit dipahami. Apa yang terucap seringkali berbeda dengan isi hati. Menurut beberapa orang, puisi adalah sebentuk karya yang bebas penafsirannya. Bisa jadi apa yang ditangkap oleh para pembaca, sedikit atau malah jauh berbeda dengan jalan pikiran penulis puisi.


Perempuan mirip dengan puisi. Masing-masing memiliki keindahan khas. Perempuan feminin nan lembut, dapat terkesan dengan puisi romantis mendayu. Perempuan berkarakter kuat dan dominan, berkorelasi dengan puisi penuh kalimat lugas tanpa perlu metafora berlebihan. Perempuan unik, mirip dengan puisi yag berisikan kalimat singkat, hanya terdiri satu atau dua kata, namun tetap menarik dan memikat.


Pemaknaan hati perempuan dan puisi memang butuh ketelitian tingkat tinggi. Jika ingin tahu apa arti sebenarnya, tanyakan saja langsung pada si perempuan dan si penulis puisi bersangkutan. Perempuan dengan sisi konservatifnya, mirip dengan aturan sajak lama seperti pantun dan gurindam yang terikat dengan hukum rima serta baris. Perempuan dengan pola pikir terbuka dan dinamis setipe dengan gaya puisi zaman kini yang terbebas dari aturan kaku puisi gaya lama. Keduanya memiliki keunikan. Keduanya sama-sama indah.
sumber : google


Jika perempuan identik sebagai manusia yang mengedepankan naluri serta perasaan, maka puisi tercipta dari kekayaan rasa tersebut. Jika para penyair pria mampu mengasah kepekaan rasanya, maka tentu tidaklah sulit untuk belajar memahami perasaan perempuan. Tidak ada hal yang sulit, hanya butuh kemauan saja. Perempuan, indahkanlah dirimu, sebagai barisan puisi indah di jantung dunia. Untuk semua perempuan, ibu, nenek dan juga, Diriku.