Pasti kita sudah familiar dengan Kebab Turki Baba Raffi dan Sour Sally, bisnis kuliner Indonesia yang sudah dikenal dimana-mana. Wempy Dyocta Koto adalah sosok penting dikenalnya dua brand lokal tersebut. Bagi penggemar teknologi informasi, mungkin juga sudah tidak asing dengan internet service provider HYPERNET. HYPERNET dipimpin oleh Sudianto Oei, pebisnis tangguh lulusan Binus yang membangun bisnisnya sejak sebelum lulus kuliah.

Tetapi siapa yang sangka, jika Wempy juga pernah berkecimpung di bidang bisnis startup berbasis teknologi.  Dalam petikan wawancara dengan Wempy Dyocta Koto yang diliput oleh yahoo.com pada 9 Juli 2013, Wempy berbagi cerita tentang keterlibatannya sebagai advisor perusahaan startup teknologi Kalibrr. Keunikan dari perusahaan tersebut adalah memanfaatkan teknologi online sebagai situs pencari pekerjaan yang memberikan solusi menarik.

Memanfaatkan teknologi untuk mempermudah kehidupan sehari-hari, dilirik oleh pebisnis startup. Jika HYPERNET membantu penggunanya baik personal dan korporasi dalam penyediaan jaringan internet dengan kecepatan cepat dan coverage area yang luas, Kalibrr berdiri pada 2012 sebagai penghubung pencari kerja dengan instansi terkait.

Wempy bekerjasama dengan Paul Rivera mendirikan Kalibr dengan modal pribadi. Investasi awal didapatkan dari Kickstart ventures. Kalibr yang disebut sebagai online training that gets you job, memberikan training pada pencari kerja dan nantinya akan disesuaikan dengan instansi atau perusahaan yang ingin diisi lowongannya, kini sangat populer di Filipina. Sedangkan HYPERNET telah mengisi banyak acara berskala internasional dan nasional dengan memberikan fasilitas internet jaringan seperti wifi untuk digunakan secara bebas oleh pengunjung event.

Teknologi memiliki dua sisi. Jika dipergunakan unuk tujuan hiburan dan edukasi atau menjadi lahan bisnis, maka teknologi bisa disebut sangat bermanfaat. Yang menjadi masalah jika penggunaan teknologi ditujukan untuk kegiatan kriminal dan mengganggu privasi orang lain. Berkaca dari Wempy Dyocta Koto dan Sudianto Oei, kita bisa meniru jejak mereka untuk melihat peluang bisnis bahkan dari kemajuan teknologi.