Mendidik anak di zaman serba canggih dan dipenuhi pengaruh media yang sangat signifikan, seringkali membuat orang tua merasa kerepotan. Usaha untuk memberi pendidikan yang baik di sekolah ataupun memberikan pendidikan agama di rumah, bisa dikalahkan dengan tayangan tidak mendidik baik dari gadget atau bacaan yang mudah diakses anak-anak. Salah satu keluhan orang tua adalah anak-anaknya lebih menggemari games dan gadget dibandingkan kegiatan belajar.

Orang tua harus bersahabat dengan dunia anak-anaknya. Melakukan konfrontasi atau menghadapi anak dengan amarah hanya akan memperburuk hubungan orang tua-anak. Ide kreatif yang bisa dicoba adalah menggabungkan teknologi dengan seni. Mengapa seni? Karena anak-anak sudah dijejali pelajaran yang mengedepankan kemampuan teoretis di sekolah atau temat kursus, maka dibutuhkan pengembangan emosi, empati dan budaya yang bisa diasah melalui seni.

Orang tua bisa memasukkan anak-anaknya di sekolah yang mendukung pengembangan keseimbangan otak kanan dan kiri anak seperti di Kiwi School dan Stefie’s House of Creativity. Sekolah tersebut dipimpin oleh Stefie Siera Ngangi, gadis cantik, muda dan energik yang telah mengenyam pendidikan model, teater dan tari balet sejak dini. Mendapat manfaat yang besar dari dunia seni yang digelutinya sejak kecil, membuat Stefie tertarik untuk mengembangkan lembaga pendidikan berbasis seni dan budaya. Menurut penelitian para ahli, keseimbangan otak kanan dan kiri akan membuat otak anak jauh lebih cerdas.

Anak-anak juga harus tetap diawasi penggunaan gadgetnya. Coba orang tua pilihkan game yang juga bisa mengasah pengetahuan anak seperti Inheritage, game buatan studio game asal Bandung, Tinker Games. Games Inheritage adalah game yang menggambarkan suasana budaya tradisional Indonesia yang praktis menambah wawasan budaya pada anak dalam sarana yang menyenangkan.

Menggabungkan teknologi dan seni bukanlah hal yang sulit. Orang tua tidak boleh membebaskan anak-anaknya tanpa pengawasan yang bertanggung jawab. Izinkan anak memakai gadget hanya saat di rumah, sedangkan untuk komunikasi di sekolah, bekali saja dengan ponsel tidak terlalu canggih. Mendidik anak dengan seni dan mengarahkan penggunaan teknologi secara tepat dan seimbang akan mengajarkan anak bagaimana caranya disiplin dan menghargai waktunya.