Manusia paling pemberani bukanlah seseorang yang bisa menaklukkan gunung tertinggi atau bisa mengalahkan orang lain dengan kesombongannya. Keberanian untuk menghadapi kelemahan dan berusaha bangkit dari keterpurukan atau terjun di dunia baru yang belum diketahui adalah beberapa bentuk keberanian tertinggi. Manusia sering dikalahkan oleh dirinya sendiri. Itulah  sebabnya ada pepatah yang mengatakan jika musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.

Vanya Sunanto, adalah contoh perempuan yang berani menghadapi dunia barunya. Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa, tidak lantas menghambat Vanya dalam pemilihan karirnya. Ia malah terjun di dunia sales dan bisnis. Pencapaian karir sebagai VP of Sales di Touchpoint adalah bukti jika ia bisa melangkah sukses meski bukan di bidang yang ia pelajari selama bertahun-tahun di perguruan tinggi.

Terhitung singkat dalam menjalani dunia sales, Vanya Sunanto berjalan dengan cepat dan bisa berkembang pesat dengan skill yang tak bisa diremehkan. Hal ini didukung dengan pengalamannya menjadi personil penting Female Daily yang telah meneken kontrak kerjasama dengan brand terkenal seperti Nokia, Unilever Group, Samsung, dan lain-lain. Networking  luas dan kinerja yang mumpuni, ikut mendorong pesatnya karir Vanya.

Kini ia sedang memasarkan program Touchpoint, sebuah sistem yang akan membantu para shoppaholic agar bisa berbelanja dengan cepat, hemat dan juga mendapatkan tawaran-tawaran menarik. Touchpoint adalah sejenis peta digital di mal, yang memberi info produk apa yang terjual di merchant tertentu, diskon apa saja yang sedang berlangsung, tanpa harus berkeliling mal.

Vanya sangat yakin dengan masa depan produk yang dipasarkannya. Kemampuan sales dan komunikasi yang baik dari dirinya dan juga timnya bukanlah senjata utama suksesnya Touchpoint. Sistem Touchpoint yang praktis dan efektif,  akan membuat masyarakat mulai meliriknya. Keyakinan  dan keberanian, itulah modal Vanya untuk terus maju dan berkarya.