Maaf adalah kalimat sakti yang bisa menyembuhkan segala luka dan juga dendam. Orang yang meminta maaf terlebih dahulu bukan berarti ia lebih lemah, tetapi justru dengan menyegerakan kata maaf tersebut, hati juga akan lebih damai. Begitupula dengan orang yang memberi maaf.  Sebuah kemuliaan yang besar jika seseorang bisa memaafkan tanpa menunggu orang yang berbuat salah padanya untuk meminta maaf.

Masalahnya, kadang tanpa kita sadari kita meremehkan makna maaf, terutama jika kita menjadi pihak yang bersalah. Setelah orang lain memaafkan kesalahan lalu, bukan berarti kita bisa bebas berlaku seakrab dan sehangat dulu. Semua bisa kembali, namun luka yang telah tertorehkan juga butuh waktu untuk sembuh. Jangan marah jika kita masih sering dicurigai, jangan kesal jika kepercayaan belum bisa kita peroleh sepenuhnya. Ini sudah reaksi alami dari orang yang pernah tersakiti.

Jadi, dari kesalahan sebelumnya cobalah untuk instrospeksi diri. Berusaha mengontrol diri sebelum berlaku atau berkata apapun. Sebab hati yang pecah, tak akan sama lagi meski kata 'maaf' telah menjadi perekatnya. 


Sumber Foto : www.desicomments.com