LinkedIn adalah sebuah platform online semacam facebook dan juga social media lainnya namun lebih mengutamakan segi profesionalitas. Sudah jamak diketahui jika seorang pekerja ataupun freelancer profesional membuat akun LinkedIn sebagai portofolio karir mereka. Namun untuk seorang pengguna LinkedIn newbie atau pemula kadang tidak paham bagaimana caranya menggunakan LinkedIn secara profesional, walaupun salah satu manfaat dari platform adalah menjadi garis pertemuan antara instansi dan juga sebagai tempat mencari lowongan kerja.

Ada beberapa tips yang telah saya praktekkan dan terbukti berhasil setelah saya terapkan dalam menggunakan akun LinkedIn. Beberapa tips sederhana di bawah ini bisa membuat profil LinkedIn kita lebih menarik sehingga mudah mendapat connection baru dan juga sampai ditawari pekerjaan tanpa melamar.

1. Buat data diri yang jelas

Langkah pertama untuk membuat profil yang menarik adalah gunakan foto diri yang jelas dan juga jangan berpose alay atau sok imut. LinkedIn adalah sebuah platform yang dipenuhi para profesional dan ahli, sehingga jangan membuat kredibilitas kita turun dengan foto profil yang kurang pas. Gunakan nama asli, bukan nama alias. Dan usahakan jangan menggunakan foto animasi sebagai profil.

2. Tuliskan CV sedetil mungkin

Pada kolom profil LinkedIn, kita sebaiknya mengisi personal history dan CV dengan selengkap dan sejelas mungkin. Mulai dari anda lulusan apa dan dimana, bekerja di perusahaan mana saja sebelumnya serta bekerja di bidang apa. Isi juga deskripsi atau job description yang sudah anda kuasai. Sertifikat yang pernah didapat, organisasi dan aktivitas volunteer yang pernah diikuti juga sebaiknya diisi. Hal ini akan menunjukkan soft skill kita di luar gelar dan juga karir yang pernah atau sedang kita tekuni. Saya sendiri walau lulusan sastra jepang, saya juga menuliskan berbagai prestasi menulis dan juga buku yang sudah saya terbitkan. Otomatis connection saya tak hanya terpaku pada satu bidang karir seperti penerjemahan tetapi juga creative writing.

3. Bergabung di grup profesi sesuai yang anda minati

Untuk bisa update informasi job terbaru atau minimal mendapat pengetahuan terbaru mengenai bidang profesi yang anda geluti atau minati, carilah grup profesi tertentu di forum LinkedIn. Saya bergabung di forum General Affair Indonesia mengingat pekerjaan utama saat ini adalah sebagai GA Staff. Di sini anda bisa berkenalan dengan banyak orang yang ahli untuk memperluas networking.

4. Jangan segan mengupdate profil

Prestasi dan juga seminar apapun yang membuat anda mendapat sertifikat khusus, juga perlu dicantumkan di profil. Dengan kata lain anda harus terus mau belajar untuk mengupgrade kemampuan. Profil yang jelas dan lengkap, lebih menarik brand atau calon klien. Saya baru saja mendapat tawaran menjadi freelance translator dari salah satu agency internasional di Vietnam setelah tertarik dengan profil dan juga pengalaman saya. Seorang newbie atau fresh graduate jangan keder dulu, isi saja karya atau kemampuan yang bisa anda kerjakan misal microsoft word, desain dan lain-lain meski belum pernah bekerja sebelumnya.

5. Jangan ragu untuk mempromosikan karya atau personal branding

Jika anda punya karya tulis, share saja di LinkedIn. Atau jika anda jago desain, upload karya di profil atau tawarkan diri pada sebuah brand dan agency yang sesuai. Jangan malu untuk promosi karya . Saat saya menolak tawaran menjadi penerjemah bahasa Jepang luar pulau, saya menawarkan diri untuk menjadi freelancer penerjemah naskah sehingga saya bisa mengerjakan di rumah. Syukurlah, tawaran saya menarik calon klien dan saat ini sedang dalam masa tawar-menawar.

Mudah sekali bukan? Cek lagi profil LinkedIn anda dan segera jadikan seprofesional mungkin. Semoga sukses menarik klien dan mendatangkan rezeki.