Bulan ini memasuki masa jenuh saya menulis blog. Ide-ide berhamburan namun tidak ada satu pun yang bisa saya eksekusi karena ketika akan ditulis, ide itu menguap atau malah hambar hingga tidak menarik lagi. Memasuki minggu ketiga Januari, saya hanya menulis satu postingan. Lalu karena tidak enak juga melihat blog yang hanya terisi satu tulisan, maka saya lakukan beragam cara untuk memantik ide.

Ternyata menulis tanpa ada ide awal pun bisa juga dibuat. Seperti kali ini, saya yang tidak menulis opini tentang kehidupan sehari-hari seperti biasanya, akhirnya terpancing untuk menuliskan bagaimana cara seorang blogger bisa tetap menulis meski tidak ada ide yang mendatangi. Coba saja tips di bawah ini yang barangkali bisa Anda terapkan.


Menulis Keyword Apa Saja di Situs Keyword Planner
Biasanya keyword planner ini digunakan untuk membuat artikel SEO. Blogger akan menyertakan kata kunci di bagian tubuh postingan  agar ranking blognya meningkat di pencarian Google. Ternyata, keyword planner juga bisa saya pakai untuk mencari pemantik ide. Saya menggunakan www.keyword.io lalu mengklik kata kunci ‘cara menulis tanpa ide’.

mencari keyword di keyword.io


Setelah mengkliknya, banyak pilihan kata kunci yang bisa membantu saya mencari link tulisan lain di Google. Saya bisa memilih kira-kira artikel apa yang ingin saya buat, bisa jadi ‘cara menulis ide email’ atau yang lainnya. Variasi kata kunci membuat otak saya bergerak untuk mencari artikel referensi lainnya.

banyaknya kata kunci yang bisa dipilih



Mengecek Trend Media Sosial
Sebagai pengguna aktif media sosial, pasti sudah familiar dengan hashtag, bukan? Biasanya ketika ingin mengecek berita terkini, saya cenderung lebih menyukai mengecek hashtag di twitter. Settingan hashtag di Twitter juga bisa dibuat sesuai negara yang ingin kita lihat. Misalnya ‘Indonesia Trends’, bisa dicek apa saja yang menjadi cuitan favorit para pengguna Twitter. Seperti yang saya cek di bawah ini, terlihat jika topik debat capres menjadi perbincangan yang ramai di Twitter. Meskipun saya tidak menonton acara debatnya, saya bisa mengecek perkembangan acaranya.



Nah setelah mengklik salah satu hashtag, bisa saya cek bagaimana pengguna Twitter menanggapi acara tersebut dengan persepsi mereka. Yang awalnya tidak ada ide menulis, malah terpancing untuk membuat rangkuman atau analisis dari cuitan para netizen Twitter. Menulis tentang artikel yang sedang hangat diperbincangkan akan mudah menarik pengunjung juga ke blog kita.





Blogwalking

Grup untuk sharing link blog di FB

Blogwalking masih menjadi favorit para blogger untuk meningkatkan traffic, selain itu yang menginginkan agar nilai Domain Authority-nya (DA) naik juga disarakan untuk sering melakukannya. Ketika saya buntu ide, biasanya saya membuka grup blogger yang berisi link dari blogger-blogger lain. Judul dan tema yang menarik akan saya kunjungi dan baca sampai habis, lalu ide tak jarang muncul kemudian.

Akun untuk sharing link blog di Twitter



Sebagai blogger, Anda harus banyak-banyak mencari referensi grup blogger tidak hanya untuk membagikan postingan dan mencari job, tetapi juga sebagai akuarium kumpulan ide dari blogger lain. Yang harus diingat jangan sampai mengopas tulisan orang lain alias plagiat ya.


Membuat Survei di Media Sosial
Bisa jadi ada banyak kata kunci dan juga artikel yang menarik untuk diulas, tetapi masih bingung mau menulis yang mana? Coba buat saja survei topik di Facebook, Instagram atau Twitter. Masing-masing media sosial tersebut memiliki fitur survei. Dengan adanya survei ini juga bisa menarik para follower Anda untuk menunggu artikel selesai dibuat dan kemungkinan mereka akan berkunjung ke blog bisa lebih besar.


Itulah beberapa cara menulis blog ketika sedang buntu ide. Manfaatkan media sosial dan web generator yang baik untuk memancing ide keluar dan tinggal kita pilih untuk diulas lebih dalam. Jangan lupa untuk menyaring informasi agar jangan sampai menulis artikel berdasarkan berita hoax ya, tetap saring dengan kemampuan literasi media yang baik. (Baca Juga: Cara MenangkalBerita Hoax)