Sosialisasi Sertifikasi Florist Level 2 Sebagai Oase Pecinta Bunga



Bunga selalu menarik minat. Untuk pemberian spesial pada seseorang, kita juga mencari bunga yang sesuai dengan tujuan hadiah. Bahkan ada yang mengatakan jika lewat bunga kita tahu bagaimana karakter seseorang. Itulah sebabnya bisnis florist masih langgeng hingga kini. Melihat prospek bisnis florist yang tetap berdenyut di tengah era globalisasi, Citta Florist bekerjasama dengan IPBI (Ikatan Perangkai Bunga Indonesia) cabang Surabaya menggelar event sosialisasi dan simulasi sertifikasi florist level 2.



Acara tersebut berlangsung selama dua hari dengan tujuan berbeda. Di tanggal 22 Oktober 2019, sosialiasi sertifikasi florist level 2 disampaikan oleh florist profesional, Bapak Andy Djati Utomo, S.sn, AIFD, CFD. Bagi siapapun yang ingin mengikuti ujian resmi tersbeut harus mengetahui bagaimana ketentuan ujian, mekanisme penilaian, strategi agar lulus ujian dan lain-lain. Sedangkan di hari berikutnya pada 23 Oktober, simulasi ujian praktek sebagai aplikasi teori yang sudah diperoleh juga dilakukan. Kedua acara dilakukan di Hotel Quest Surabaya.



Citta Florist telah resmi memegang izin sebagai tempat penyelenggara ujian (TUK) dengan nama TUK Cumbacitta. Bapak Andy Djati Utomo selaku narasumber resmi yang ditunjuk oleh LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi), membagikan semua ilmu dan mereview hasil praktek peserta agar sesuai dengan ketentuan penilaian ujian. Menariknya, peserta yang hadir tidak semua merupakan pebisnis bunga atau florist profesional. Para penyuka bunga yang masih amatir dalam merangkai pun banyak yang bergabung.

Keseruan Acara

Ada hal-hal menarik yang bisa diamati selama acara berlangsung, bahkan ketika saya hadir di hari kedua pun beraneka ragam wawasan baru membuat saya terkesima. Jadi tidak semua orang tahu jika untuk menjadi florist profesional pun kita butuh sertifikasi. Dan ujian tersebut juga resmi di bawah payung pemerintah. Di hari pertama, Kabid Pauddikmas dari Diknas Surabaya, Ibu Thussy Apriliyandari, yang membawahi lembaga kursus juga menyatakan kekagumannya pada acara sosialisasi serta simulasi. Tidak semua tahu jika dari sebuah hobi dan kecintaan pada bunga, maka bisa menjadi profesi yang menjanjikan di masa depan. Bukan sekadar berbisnis, tetapi juga diakui di dunia keprofesian.



Tentunya dalam berbisnis, kreativitas merangkai bunga menjadi hal penting, tetapi dalam koridor sertifikasi ada hal-hal yang perlu dipelajari. Sertifikasi keahlian tersebut menjadi oase bagi para perangkai bunga untuk bisa lebih berdaya dalam karir floristnya.
TUK Cumbacitta telah memegang SK dari LSK sehingga bisa menggelar uji kompetensi seni merangkai bunga dan desain floral. Lembaga kursus yang menerima SK resmi barulah LKP Cumbacitta (Lembaga Kursus & Pelatihan). Dengan demikian Citta Florist yang sebelumnya dikenal sebagai produsen rangkaian bunga untuk berbagai kesempatan, kini telah berkembang juga menjadi lembaga kursus keterampilan sekaligus tempat diselenggarakaannya tes kompetensi yang juga menjadi program pemerintah.



Uji kompetensi sertifikasi level 1 telah dilaksanakan dua kali pada September 2018 dan Juni 2019. Tentunya dengan semangat untuk meningkatkan kemampuan para pebisnis dan yang berminat untuk menjadi florist profesional, perlu untuk melewati tahapan-tahapannya.
Peserta yang ingin mengikuti uji sertifikasi level 2, diwajibkan mengikuti sosialiasi 22 Oktober, tetapi tidak diwajibkan untuk mengikuti simulasi keesokan harinya. Namun menurut pandangan saya. Justru di kegiatan simulasi inilah maka pemahaman peserta bisa benar-benar diuji dan bisa mengetahui kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki. Peserta simulasi mendapat fasilitas bunga segar beberapa jenis, vas, air untuk bunga sambil membawa perlengkapan merangkai bunganya sendiri.



Seru sekali melihat peserta yang sebagian besar ibu-ibu ini memeras otak untuk menghasilkan beberapa bentuk rangkaian bunga. Salah satu peserta yang duduk di depan saya sempat panik karena waktu 3 jam terasa sempit dan bertanya pada saya apakah rangkaian bunganya sudah bagus. Setelah selesai, peserta diminta untuk mengisi nama bunga apa saja yang sudah digunakan dengan nama latin dan perkiraan harganya. Mereka diarahkan untuk mengasah wawasan, meningkatkan keterampilan teknis serta mempertajam insting berbisnis.





Nantinya bobot ujian kompetensi akan dibagi menjadi dua proses. Uji teori berlangsung selama satu jam,sedangkan uji praktek akan berlangsung selama 3 jam. Hal paling krusial tentu saja pada uji praktek karena percuma jika wawasan teorinya sangat bagus namun dalam prakteknya masih kurang. Di acara simulasi inilah peserta bisa mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Harapan Untuk Generasi Muda

Harapan dari diselenggarakannya acara sosialisasi dan simulasi yang masih baru diselenggarakan di Surabaya adalah meningkatnya atensi generasi muda terutama dari kaum milenial untuk mau melirik wilayah keterampilan ini. Selama ini kita mungkin tahu beberapa jenis profesi seperti MUA (Make Up Artist), Youtuber, Blogger dan pekerjaan lainnya. Florist adalah salah satu jenis profesi yang tak kalah menjanjikan dan mengasah berbagai elemen keterampilan.

Di saat merangkai bunga, kita harus paham komposisi warna agar penyusunannya tetap seimbang dan menarik, bagaimana cara meletakkan tangkai dan memotong bagian bunga, paham tak hanya nama namun juga di sisi mana bunga seharusnya diposisikan. Yang punya passion di bidang seni dan suka dengan keindahan visual, perlu untuk melirik seni merangkai bunga.



Dengan adanya LKP Cumbacitta yang sudah resmi memiliki SK, maka masyarakat umum di Surabaya dan sekitarnya bisa datang untuk belajar. Legalitas kursus sangat penting karena hal ini bersinergi dengan hasil yang akan kita dapatkan. Selain terampil merangkai bunga, kita juga berkesempatan mengikuti uji sertifikasi.

Semoga acara sosialisasi dan simulasi ini tidak hanya berjalan satu kali. Anak muda dan masyarakat awam perlu tahu soal seni merangkai bunga ini. Siapa tahu ke depannya akan lahir florist-floris andalan dari Jawa Timur.

0 Comments