3 Manfaat Menulis untuk Pikiran dan Tubuh



Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan. Anda bisa menyalurkan pendapat, imajinasi dan keluh kesah anda lewat tulisan. Banyak yang sesungguhnya memiliki bahan tulisan tapi takut mengirimkannya ke media karena merasa karyanya tidak layak muat, atau ada yang beranggapan bahwa untuk menjadi seorang penulis, harus memiliki bakat dan wawasan yang luas.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, juga tidak sepenuhnya benar, untuk menghasilkan karya yang ‘berisi’ tentunya perlu wawasan yang luas dalam mengolah tulisan, tetapi seluas apapun pengetahuan dan sekuat apapun bakat Anda, apabila tidak diasah dengan rajin, tentunya bakat tersebut akan terpendam percuma. Dalam artikel ini akan diuraikan bagaimana membangkitkan kepercayaan diri anda dalam menulis. (Baca juga: Tips Memancing Ide Penulis)

Menulis adalah salah satu sarana dimana kita bisa melampiaskan kemarahan, kebencian bahkan rasa malu tanpa takut ada yang tahu. Kegiatan menulis seperti ini sering kita kenal dengan menulis di diary (buku harian). Inilah beberapa manfaat menulis yang mungkin belum Anda ketahui.


1.      Menulis dapat menyehatkan tubuh manusia

Menurut Fatimah Mernissi, seorang panulis wanita yang banyak menuliskan karyanya dalam bahasa Arab dan Perancis, kegiatan menulis akan mengencangkan kulit dan lebih baik daripada operasi plastik. Bahkan penelitian mengenai manfaat menulis bagi kesehatan juga telah diteliti oleh seorang ahli bernama Pennebeaker dan hasil penelitiannya telah ditulis dalam buku yang berjudul Opening Up : The Healing Power of Expressing Emotions.

Source: @oddityandgrace
(Unsplash)

 

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Pennebeaker, diketahui bahwa responden mahasiswa yang menuliskan perasaan atau trauma terberatnya dapat mengurangi prosentase kunjungan ke rumah sakit kampus. Mungkin setelah menuliskan pengalaman traumatis atau kejadian yang mengesalkan, Anda akan semakin merasa semakin terpuruk, tetapi setelah unek-unek tersebut tersalurkan perasaan  akan menjadi lebih baik, apalagi bila Anda malu untuk menceritakan hal tersebut pada orang lain.

(Baca Juga: Mewujudkan Hasrat dan Tetap Waras dengan Blog

Anda mungkin juga tidak langsung bisa menjadi penulis yang hebat, namun setidaknya setelah mengetahui fakta menyehatkan dengan menulis, pandangan Anda soal kegiatan menulis yang identik dengan kegiatan melelahkan serta membosankan akan mulai berubah. Lihat, Anda bisa menjadi penulis mulai dari sekarang.

 

2.      Menulis mampu membersihkan pikiran dan memecahkan masalah

  Menulis mampu membuat jernih pikiran. Kalau semua penat dan keluh kesah bisa Anda tuangkan dalam sebuah tulisan lalu dibaca kembali. Anda bisa melihat masalah yang dialami dengan lebih jernih.


Source: @all_who_wander
(Unsplash)

 


Bahkan dengan menuliskan semua permasalahan, Anda dapat berpikir sejenak serta dapat berpikir ulang tentang pemecahan masalah yang tidak terduga. Apabila ketika Anda sedang berpikir dan muncul tanda ‘bola lampu’ menyala di otak anda mengenai solusi permasalahan tersebut maka segera tuliskan, agar ide tersebut tidak segera menguap.

 

3.      Menulis secara bebas dapat membantu kebuntuan pikiran

Menulis tidak membutuhkan modal yang besar, yang Anda butuhkan hanya kertas dan alat tulis atau alat untuk membantu mengetik. Yang dimaksud dengan saat Anda diwajibkan menulis adalah misalnya ketika seorang karyawan atau praktisi yang harus menuliskan laporan dan jurnal dengan bahasa yang kaku dan resmi, kadangkala bisa menimbulkan kebuntuan di otak.


Source: @aaronburden
(Unsplash)

 

Tentu hal itu akan menjadi hal menyulitkan, bukan? Oleh karena itu, menurut Pennybeaker, menulis karangan bebas tanpa peduli struktur kata dan kalimat dapat membantu mencairkan kebuntuan otak dan Anda pun dapat segera menyelesaikan tugas menulis formal anda dengan pikiran lapang. Istilah umumnya free writing.

(Baca Juga: Proses Kreatif Sebelum Menulis)

 

Inilah tiga manfaat menulis yang mungkin sudah Anda ketahui atau bahkan ada yang masih ragu untuk memulai hobi menulis? Menulislah bebas sembari belajar memperbaiki kualitas.

Post a comment

0 Comments