No Excuse Untuk Negative Thinking



 

Jika diibaratkan api, pikiran negatif adalah api yang membakar semangat dan juga kemampuan berpikir jernih kita sampai habis. Siapapun yang sedang dilanda pikiran negatif akan susah mencerna masalah dengan kepala dingin. Orang-orang yang tidak memiliki niat buruk akan mudah dicurigai hanya karena pikiran negatif.  Menyusahkan bukan? Masalahnya, di tengah carut-marut dunia yang dipenuhi kepalsuan dan kebohongan, rasa-rasanya wajar saja jika negative thinking itu tumbuh subur di benak kita.

Sebelum kita lebih lanjut membahas tentang negative thinking ini, kita perlu berkenalan lebih dalam dengan beberapa faktor umum yang bisa memicu pikiran negatif. 

 

 Penyebab Negative Thinking

Pertama, seseorang bisa memiliki negative thinking jika memiliki pengalaman ditipu atau dikhianati orang yang sangat ia percayai. Trauma tersebut membekas pada hati sehingga ketika ada seseorang yang lain menyatakan janji, tidak dengan mudah dipercayai. Yang paling parah, bisa jadi orang yang trauma tersebut menjadi orang yang sulit membuka hatinya pada siapapun. 

Kedua, negative thinking karena iri atau cemburu. Kok bisa? Negative thinking tipe ini menyerang ketika kita iri pada keberhasilan atau apa yang dimiliki orang lain kemudian mengasumsikannya hanya karena kebetulan atau tindakan tidak baik. Contohnya, teman sekelas kita bisa lolos ke perguruan tinggi favorit sementara kita gagal. Kemudian di pikiran ini muncul pemikiran begini,”Ah, dia kan anak orang kaya. Wajar saja bisa lolos, pasti karena duit ortunya.” Padahal kita tidak tahu kalau teman itu berhasil karena mati-matian belajar. Buruk sekali, bukan?

woman looking through window
Image: @chalis007 (Unsplash)

 

Jenis negative thinking yang ketiga adalah negative thinking yang tumbuh karena ketidakpercayaan pada diri. Pikiran negatif yang muncul pada tipe ini adalah jenis yang paling sering melanda siapapun dan juga paling merusak. Bayangkan, hanya karena takut mencoba dan takut gagal serta jutaan ketakutan lainnya, seseorang bisa tidak mau mencoba mengejar mimpinya. 

Ketidakyakinan dan kurangnya tekad pada diri itulah yang membuat seseorang tidak mau berusaha keras memperjuangkan tujuannya. Takut mencoba alhasil hanya bisa jalan di tempat. Efeknya, karena konflik batin antara takut gagal dan ingin mencoba, membuat seseorang malah kehilangan fokus pada apa yang dikerjakannya sekarang.

Kalau melihat efek buruk yang ditimbulkan dari negative thnking, seharusnya kita mulai mencari cara agar bisa menghindarinya. Menghalau pikiran negatif sebenarnya mudah saja, ya berpikirlah positif. 

Masalahnya, mungkin kita sudah benar-benar berniat untuk mengubah pikiran negatif, namun banyak faktor eksternal yang justru ikut mendorong munculnya pikiran-pikiran buruk. 

 

Cara Berpikir Positif

Jika sudah seperti ini, kita harus memiliki prinsip yang tegas agar tidak dikalahkan oleh prasangka negatif yang ditujukan pada diri sendiri maupun orang lain. Terapkan prinsip no excuse alias tidak kompromi pada hal-hal yang bisa meracuni pikiran.

Ada beberapa langkah supaya kita bisa tetap berpikiran positif antara lain sebagai berikut,

1.      Menyadari Jika Manusia Memiliki Kelebihan dan Kekurangan

Mungkin teman atau tetangga yang kita kenal itu selama ini tidak menonjolkan kelebihannya. Maka ketika mereka memperoleh keberhasilan, kita sama sekali tak menyangka dan hanya menilainya dari sisi kekurangannya saja. Ada pepatah, dalamnya laut bisa kita ukur namun dalamnya hati tidak ada yang bisa mengetahui. Begitupula dengan kemampuan manusia sesungguhnya. 

Think Positive text illustration
Image: @sonance (Unsplash)

 

Jika kita memang hanya mengetahui kelemahan seseorang itu dan tidak menyadari kelebihannya, maka jangan terburu-buru memberi penilaian negatif pada apapun yang berhasil ia capai. Kita saja pasti mempunyai sisi yang tak diketahui orang lain. Tekankan hal ini pada mindset kita, agar rasa iri yang timbul bisa perlahan disingkirkan.

 

2.      Mengasah Kemampuan Pada Diri

Daripada sibuk mengamati hidup orang lain hingga menimbulkan pikiran yang buruk-buruk, kenapa kita tidak berfokus pada diri sendiri saja? Gali apa yang ada di dalam diri dan yang belum kita eksplorasi. Misalnya, bakat menyanyi, menulis, membuat prakarya dan lain-lain. 

spiral freestanding calendar on white surface
Image: @manasvita (Unsplash)

 

Menyibukkan diri dalam hal yang disukai, akan mengalihkan pikiran negatif kita. Jika hobi atau bakat itu terus kita asah dan tekuni, bukan hal yang mustahil jika suatu hari kita bisa berprestasi menyamai atau mengungguli yang lainnya. Tapi kembali lagi, tujuan berprestasi itu pun bukan untuk disombongkan.

 

3.      Belajar Memaafkan

Kok belajar memaafkan? Ini berhubungan dengan penyebab negative thinking jenis pertama yang dijelaskan sebelumnya. Pernah dikhianati dan dicurangi oleh orang yang paling dekat di masa lalu, bisa membuat kita tidak mudah percaya dengan kebaikan dan ketulusan orang lain.

i love you heart with i love you text
Image: @dodge (Unsplash)

 

Belajarlah memaafkan dan belajar membuka hati meski kita harus tetap berhati-hati. Cobalah untuk berdiskusi dengan Tuhan tiap kali kegelisahan itu menghampiri. Belajar memaafkan akan mendamaikan hati.

 

4.      Belajar Berani

Wajib, harus, pokoknya kita tidak boleh lagi memelihara rasa takut di dalam diri kita. Memiliki sedikit sikap berhati-hati agar tidak terjerumus pada kesalahan itu memang benar, tetapi kalau sampai kita tidak maju-maju juga demi mencapai impian yang kita idam-idamkan hanya karena suara-suara negatif di dalam otak, maka yang rugi besar itu kita. 

quote 3D text
Image: @merttly (Unsplash)

 

Bacalah buku-buku biografi orang sukses dan juga  berkumpullah dengan orang-orang yang memiliki pikiran positif.  Pikiran negatif itu bisa menular, lho. Seorang anak yang sejak kecil terus dihina oleh keluarga dan teman-temannya, besar kemungkinan akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri. Itulah sebabnya, kita perlu cerdas memilih lingkungan dan pergaulan yang tepat agar semangat positif kita juga tumbuh.

 

Jangan izinkan pikiran negatif menghabiskan tempat di hati dan otak. Berpikiran positif dan bersyukur adalah obat terbaik agar segala hal yang memberatkan di dalam diri bisa terhapus.

7 komentar

Arif Rudiantoro mengatakan...

Terimakasih Mbak Paparanya, saya pun kdang terjerat Pikiran Negatatif kadang baru lihat muka orang pikiran dan hati sudah menafsirkan sifat mereka dan kebanyakan negatif.

Masih berusaha hehe
Memandang apapun dan siapapun dg padangan positif tentu dg berhati-hati juga.

Ikrom Zain mengatakan...

memang negatif thingking merusak sekali
belajar memaafkan adalah salah satu yang paling sulit
tapi dengan mencobanya kita akan bisa lepas dari belenggu negatif thingking ini
terima kasih ulasannya mbak

ocha mengatakan...

Halo mbak terima kasih atas sharingnya

Saya pribadi orang yang dipenuhi negative dan positive sekaligus, karena saya tau negative thinking itu bahkan bisa merusak hati makanya saya selalu menekankan diri untuk berpikir positif juga. Dan ketika membaca sharing ini, saya merasa dikuatkan kembali

Reffi Dhinar mengatakan...

Wah sama-sama, Mbak. Semoga kita semua terus semangat ya :)

Reffi Dhinar mengatakan...

baik, sama-sama, thanks for reading :)

Reffi Dhinar mengatakan...

Saya juga membuat tulisan ini karena sadar kalau saya juga butuh belajar. sama-sama :)

fanny_dcatqueen mengatakan...

Capeeeek loh negative thinking trus2 an :D. Kadang ga ngerti dengan orang yang seperti itu. Dengan dia selalu berpikir jelek, yg ada hidupnya ga tenang, bawaan curiga Mulu, temen ga ada, sifat jd makin jelek, lama2 ngaruh ke kesehatan -_- .

Semoga yg cara berpikirnya masih begitu, bisa segera sadar, dan mulai mencoba berfikir positif supaya LBH sehat hidupnya :D