Thursday, 17 April 2014

Lelaki Hujan


Jejak kakimu di tanah berlumpur
Itulah sisa
senyummu yang lindap
goyahkan kebekuanku
Runtuh dan kerap

Hujan itu pertanda
pada kabar kehadiranmu
memelukku di bawah payung
Seraya berujar
"Debarku adalah sabda,''

Sesekali badai mengusik kita
Sesekali badai mengubah rentan
Sesekali hujan justru jatuh
menganak sungai pada kornea
Sesekali, saja

Eloknya,
itulah penguji mimpi kita
Kita bicara, bersedih lalu tertawa
Kau, Lelaki Hujan
mengusung senyumku
pada episode penuh kedewasaan
Kau,
Sial, yah hanya kau

Mari berdansa
dalam orkestra merah hati
Hujan tanpa atap
Akan teguh menjadi saksi

Lelakiku
ini aku
Bumi yang rela menjadi
Bendungan rintik hujanmu
Rindu

.

1 comment:

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^