Saturday, 14 July 2018

Investasi Kepala Itu Juga Penting!




Investasi kepala itu apa?  Bisa dengan jalan pendidikan formal,  bisa dari baca buku,  bisa dengan gabung komunitas,  atau ikut workshop dan seminar.  Ada yang berbayar dan ada pula yang gratis.

Nah saya memilih untuk memadukan keduanya.

Sebagian orang pernah berkata, apa tidak sayang uang dipakai buat beli buku?  Buat apa datang ke seminar gratis tapi jaraknya jauh,  kan sayang uang transportnya.  Hobimu apa bisa bikin kaya?  Serta jutaan komentar satir lainnya.

Masalahnya,  ada investasi positif dan ada yang bisa dibilang tidak memberi kontribusi pengembangan pribadi (saya tidak bilang negatif,  toh definisi ini bisa berbeda bagi tiap orang).  Kalau kamu hobi main game online sampai lupa belajar misalnya,  jelas itu tak membuatmu berkembang.  Lain halnya kalau dari hobi main game lalu berkembang jadi juragan studio game,  jelas itu hobi yang berkontribusi positif.



Let's say,  apa yang saya pilih dan pelajari itu sejalan dengan passion.  Dan  kadang kalau terlalu melenceng,  akan ada alarm dari hati dan kepala.

 Itulah sebabnya sebelum mengambil keputusan untuk belajar sesuatu atau ikut workshop yang berbayar,  well I will ask myself a thousand times wether I need it for my passion or not.  Tidak semua bagian diri kita perlu dioptimasi,  cukup yang sejalan dengan tujuan yang saat ini ingin dicapai.  Contoh,  saya tak akan serius belajar koding,  cukup di konten karena itu tak menjadi minat saya meski ada hubungannya dengan blog.  Buktinya,  menjadi content writer bisa menghasilkan karya juga 😁

Lantas bagaimana agar kita mengenali pilihan tertentu sudah sejalan dengan passion dan goal kita?

 1.   Buat Plus Minus List
Sebelum memutuskan,  buat daftar nilai plus dan minus.  Cantumkan sejujur-jujurnya apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan.  Lihat apakah kelebihan itu lebih banyak mengarah pada tujuan kita?

 2.   Goal Setting
 Buatlah resolusi dengan setting tujuan atau goal setting yang jelas serta terukur.  Ingin mencapai apa tahun ini,  aktivitas bulanan apa yang akan dilakukan,  pencapaian harian apa yang dibutuhkan.  Serta tools dan penunjang apa yang wajib atau perlu untuk membantu kita juga wajib ditulis.

 Seperti saya yang ingin menjadi Japanese Interpreter,  penulis buku plus content writer,  maka saya butuh latihan bahasa,  menulis buku dan juga branding.  Branding bisa dari blog dan networking.  Sempat saya ingin menyeriusi dunia HRD,  tetapi ternyata itu bisa dipelajari sambil bekerja di kantor.  Branding utama saya tentu bahasa dan tulisan.  Soft skill yang tak terlalu industrial lebih saya sukai karena sejalan dengan impian lain yang lebih besar.

 4.   Find The Right Circle 
Cari komunitas,  mentor dan lingkungan yang mendukung.  Jadilah pemacu diri untuk maju tetapi juga fokus.  Tidak semua skill harus dipunyai,  jadilah spesialis satu atau dua bidang, bukannya generalis yang kemampuannya setengah-setengah.

Inilah yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan.  Investasi kepala itu sama pentingnya dengan tubuh,  tak terlihat namun hasilnya bisa meningkatkan kualitas diri bahkan hidup.

2 comments:

  1. Setuju lah klo investasi kepalanya sesuai bacaan ini,, saya sudah merasakan sendiri manfaatnya,, rugi di awal tapi ilmunya bermanfaat untuk mengasah wawasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya investasi akan kliatan di hasilnya :)

      Delete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^