Apakah Blog Butuh Niche? Mungkin Tidak Harus


menulis blog tanpa niche

Blog ini dibuat sejak awal memang tanpa mempedulikan niche. Beberapa diskusi yang saya ikuti sering menyarankan jika blog dengan niche khusus akan lebih mudah dimonetizing dan juga memiliki pembaca yang pastinya setia karena segmentasi yang diulas di blog. Saya pun akhirnya memutuskan untuk membuat satu blog lagi yang khusus membahas film dan serial yang saya ikuti demi memiliki blog niche tertentu. Memang tidak mudah dan menulis tanpa niche lebih membebaskan buat saya.

Saya salut dengan para blogger yang bisa menulis artikel di blognya yang memiliki niche tanpa jenuh. Ya, saya merasakan ada beberapa hal yang membuat saya sulit mengubah blog Kata Reffi ini memiliki niche khusus. Dan mungkin ini juga diamini oleh blogger lain tanpa niche.


·         Masalah 1: Niche Mendorong Terjadinya Keringnya Konten
Masalah terbesar pertama yang dihadapi dalam blog satu niche adalah mempercepat terjadinya kekeringan ide konten. Konten yang bagus tentu memiliki tulisan yang dalam, membedah topik secara detail dan menarik pembaca kapanpun (lifetime content). Ketika beberapa bulan atau berganti tahun maka ide tulisan bisa jadi mulai mengering.

menulis blog tanpa niche
unsplash.com (@rawpixel)

Ambil saja contoh jika Anda memilih tema blog tentang kecantikan. Blog yang membahas tentang kecantikan biasanya berisi review kosmetik, tips kecantikan dan juga serba-serbi lainnya. Betapa banyak blog lain yang juga memiliki niche sama juga telah membahas topik yang Anda buat. Belum lagi jika kulit wajah Anda ternyata tidak cocok untuk menggunakan produk kosmetik dari klien atau brand tertentu. Mengorbankan kulit wajah demi review tentu saja sangat riskan. Masalah lainnya adalah Anda pun mulai membahas topik yang sama setelah ide mulai kering atau berusaha menggodok ulang artikel lama.

·         Masalah 2: Mudah Bosan dan Mudah Tergantikan
Jika Anda sama seperti saya yang mudah bosan, maka memiliki niche akan menyiksa batin dan pikiran Anda. Tentukan tujuan Anda ngeblog. Saya ngeblog untuk berbagi info dan ide yang sedang saya pelajari atau sesekali beropini mengomentari fenomena sekitar. Jika saya memaksakan diri untuk ngeblog satu niche saja sementara ada banyak ide di kepala, bisa dipastikan saya pasti akan jenuh.


menulis blog tanpa niche
Boring deh
unsplash.com (@julienpier)


Saat Anda memulai blog dengan niche tertentu, maka ada banyak jutaan kemungkinan di negeri yang sama juga ada ratusan blog seperti Anda. Memang tulisan masing-masing blogger pasti punya gaya berbeda, tetapi ketika Anda mencari referensi untuk artikel dan menemukan terlalu banyak kesamaan isi konten yang ingin Anda ulas, mungkin ini justru akan membuat Anda tertekan. Banyaknya blog niche serupa juga memberikan pilihan yang banyak untuk  pembaca. Blog Anda bisa jadi akan mudah dilihat sepintas saja.

Tantangan dari ngeblog tanpa niche pastilah ada. Seringkali di sebuah pertemuan blogger saya ditanya menulis niche apa. Saya bisa menjawab satu blog saya membahas film dan serial sedangkan blog yang justru lebih banyak pengunjungnya ini tanpa niche khusus. Ada soal traveling, opini, cerita random, dan tips. Namun justru menuliskan hal-hal yang saya sukai juga bisa menarik pembaca setia. Jika Anda ingin memperkenalkan blog tanpa niche,  cobalah hal-hal berikut ini.

1.       Bereksperimen Sebebas Mungkin
Saya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada hal-hal unik atau hal baru yang menarik saya untuk belajar. Maka Anda harus membebaskan diri untuk terbuka pada segala kemungkinan topik yang menarik. Saat saya tertarik untuk membahas soal perempuan, maka saya akan banyak membaca permasalahan soal perempuan, mendengarkan curhatan teman perempuan lebih saksama, dan membaca blog yang menyinggung soal masalah perempuan.

Berikutnya jika saya sedang tertarik untuk belajar literasi  media untuk menangkal hoaks, saya ambil kursus daring gratis di Coursera. Topik-topik itu memperkaya wawasan saya, maka saya tuliskan di blog supaya pembaca bisa mendapat informasi bergizi yang serupa.


menulis blog tanpa niche
bebaskan ide
                 (http://www.writerstoauthors.com/how-to-come-up-with-story-ideas/)

2.       Fokus Pada Kualitas Konten
Karena tidak ada niche khusus yang ditawarkan, maka fokuslah pada kualitas konten. Saat sedang membahas mengenai traveling yang saya jalani, maka saya akan mengulas lebih dalam mengenai tempat-tempat yang saya singgahi dan juga mengulas dari sudut pandang sebagai seorang pelancong. Kalau membahas soal tips move on dari patah hati, maka saya akan menawarkan solusi yang pernah saya jalankan dan juga dari saran banyak teman atau menambahkan ide dari artikel lain yang juga masuk akal untuk dipraktikkan. Buatlah konten yang padat isi dan tidak meninggalkan kualitas.


menulis blog tanpa niche
Buat konten yang keren
(http://jeffsamoray.com/to-be-a-successful-content-writer-you-must-have-this-skill/)


3.       Fokus Pada SEO dan Media Sosial
Anda pasti akan sulit jika ingin menerapkan email marketing untuk pembaca blog jika tidak memiliki niche khusus. Maka yang bisa Anda maksimalkan adalah fokus pada SEO. Saya biasanya mencari ide keyword di keyword planner, membaca referensi judul dari blog lain yang akan membahas topik mirip, lalu mulai membuat kontennya. Judul yang menarik (tidak clickbait), menerapkan keyword di badan artikel, dan gambar yang mendukung tentunya bisa menarik pengunjung lebih mudah.

Selain itu buatlah artikel dengan minimal tulisan 500 kata atau lebih bagus lebih seperti 1000 kata agar lebih mudah terindeks Google. Jangan lupa untuk membagikan link tulisan di seluruh media sosial yang Anda punya. Saya pun membuat fanpage khusus untuk blog yang kini memiliki 1000 pengikut. Jika Anda rutin membagikan konten berkualitas di media sosial, maka tidaklah sulit untuk mencari pembaca.


Itulah beberapa masalah dan solusi jika Anda ingin menulis blog tanpa niche. Yakinlah pada diri dan perbanyak membaca. Jangan merasa minder jika belum memiliki blog niche khusus. Happy blogging!

You Might Also Like

30 comments

  1. Thanks kak Refi. Tulisan yang bermanfaat banget buat aku yang newbie dalam blogging ini. Salam kenal yaa

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah keren kak. Ovi masih blogger pemula jadi masih belum memperdulikan niche. Tulisan aja dlu apa yang ingin di tulis. Karena tujuan utamanya biar plong😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip, yang penting tingkatkan kualitas tulisan, :D

      Delete
  3. betul banget sob, blog dengan niche terkadang kontennya kering dan tidak menarik.. aku juga termasuk blog tanpa niche btw..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanpa niche pun bisa kok blognya ramai, semangat ya :)

      Delete
  4. kalau saya ga bosan sama sekali mbak, tapi kekeringan konten sangat mungkin, makanya saya selalu cari judul artikel untuk beberapa bupan kedepan, biar pas nulis ga mentok2 amat. kayak 2019 ini saya udah bikin planning tulisan dari judul aja udah ada 10 judul yang notabenenya untuk ngisi blog selama 5 bulan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. keep on going mas,, saya juga lagi kepikiran buat ngurus blog film saya hahaha,,moga nggak jadi anak tiri

      Delete
  5. Terima kasih tipsnya, Mbak. Saya tadinya mau bikin blog niche travel tapi blog yang sekarang masih campur-campur, ini lebih saya suka sih, bisa berbagi banyak hal. Jadi kepikiran juga buat fanpage. Makasih udah sharing, Mbak

    ReplyDelete
  6. Blogku berawal dari gak berniche, Mbak, alhamdulillah ini lebih condoh ke niche tertentu. Semoga kelak nggak sampai kekeringan ya ideku.

    ReplyDelete
  7. Bener juga nih. Blog dengan niche tertentu itu jadinya agak membatasi kita untuk menulis. Kadang bikin agak jenuh sih nulis tema yang itu-itu saja
    Tapi ya memang semua ada plus minusnya sih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh saya juga punya satu blog lagi dengan niche, cuma belum konsisten, semoga bisa :)

      Delete
  8. thank you udah berbagi mba, jadi diingetin lagi

    ReplyDelete
  9. Blog utamaku juga tak berniche ;) Lalu tertarik untuk membuat beberapa lainnya dengan niche tertentu. Semua dijalani dengan enjoy aja. Sepanjang kita bahagia dengan blog kita, entah itu berniche atau tidak, di situlah tujuan awal ngeblog kita sudah terlampaui.

    ReplyDelete
  10. Itulah kenapa blog yang Saya monetize juga tanpa niche hehehe.. Blog yang pake niche Saya pake khusus untuk bisnis online. Makasih sharingnya ya mba.. sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  11. saya pernah nih mbk, berada di masa tiap mau posting cari keyword dulu. lama-lama malah puyeng, malah bikin males update blog, hiks

    sekarang mah lebih nikmati ngeblog dengan apa adanya, enjoy dengan cara sekarang sih. kalau perlu keyword ya cari, kalau pas pengen curcol aja ya tinggal nulis aja

    toh, ngeblog itu passion, gak mau terbebani. sudah lah badan ini berat, masa ngeblog harus dibawa berat juga, wkkwwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibikin happy mbaak, hehe don't stop blogging :)

      Delete
  12. Menarik juga ya, mbak. Menulis blog dengan niche khusus akankah memancing kejenuhan? bisa jadi, sih.

    maka, sayapun punya dua blog, yang satu niche khusus yang satu mah bebas aja. hehehe

    ReplyDelete
  13. Hai mba, aku juga lebih suka blog gado-gado meski lebih banyak nuis soal jalan-jalan dan seputar dunia anak. Pengen bikin blog berniche tapi belom kepegang ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mbak, saya juga bikin satu haha belom aktif banget

      Delete
  14. Blog utama saya nichenya gado-gado, tapi saya juga punya blog niche tertentu. Nulisnya suka-suka, deh.

    ReplyDelete
  15. Awalnya blog saya juga memiliki tema khusus, tapi akhir-akhir ini saya memutuskan untuk menuliskan hal-hal yang saya sukai tidak terpaku pada tema tertentu dan memang ide lebih banyak ngalir.

    ReplyDelete
  16. Sangat bermanfaat tulisannya, akan saya baca berulang-ulang sebagai pengingat agar tidak malas menulis, hehe :)

    ReplyDelete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^