Sudah 30 tahun berlalu dan aku baru berjumpa dengannya sekarang. Bocah bermata bening itu kini telah menjadi pria gagah dengan simbol kejantanan dan kehormatannya, simbol yang dulu kuagung-agungkan. Tubuhku kini telah menua, kumis dan rambut memutih seluruhnya dan sedikit melengkung karena rematik.
“Bapak, bagaimana kabarnya? Saya sangat rindu sekali dengan Bapak,” ujarnya
Air mataku jebol. Maafkan aku, thole. Dulu aku pernah menelantarkanmu.