4 Cara Menulis Cerita Romance Agar Tidak Monoton

4 Cara Menulis Cerita Romance Tidak Monoton

Romance adalah genre yang paling banyak diminati oleh penerbit dan pembaca. Bahkan di beberapa seleksi naskah yang saya amati akhir-akhir ini, meminta romance menjadi salah satu unsurnya. Memilih untuk menulis  genre romance memang menjadi tema yang sering dipakai oleh penulis pemula ataupun penulis senior. Siapa sih yang tidak pernah mengalami jatuh cinta dan patah hati? Romance adalah sebuah genre yang dialami banyak orang.

Masalahnya, seringkali pembaca genre romance akhirnya bosan dengan cerita cinta yang monoton dan bisa dengan mudah ditebak alurnya. Akhirnya, belum membaca isinya, hanya dilihat dari sinopsis, terkadang calon pembaca berpikiran skeptis terhadap sebuah buku romance.

Padahal jika tahu ramuannya, romance pun bsia diubah menjadi menarik dan tidak mudah ditebak. Contohnya salah satu pembaca novel terbaru saya Red Thread yang mulanya sama sekali tidak pernah membaca genre romance karena jenuh. Setelah membaca novel saya, dia seolah berada di dunia baru dengan sesak, kegelapan, jatuh cinta yang menggelora sekaligus membuat penasaran. (Baca Juga: Proses Kreatif Novel Red Thread)

 Maka bagi Anda yang ingin membuat naskah romance tidak monoton dan menarik minat pembaca agar mau membuka halaman hingga akhir, cobalah beberapa tips di bawah ini.

Buatlah Karakter Unik

Alur boleh mirip dengan naskah romance yang sering Anda baca, misalnya tentang cinta segitiga atau kasih tak sampai. Yang perlu diperhatikan adalah karakter di dalam ceritanya. Jangan membuat karakter terlalu sempurna seperi khayalan Anda atau layaknya aktor di dalam drama korea yang tidak ada cela. Jadikan orang-orang di sekitar Anda sebagai laboratorium tokoh.


Your Character Is Your Own Laboratory


Pilih sikap dan watak yang akan ditonjolkan utama lalu pilih juga sisi lemah yang bisa menjadi ciri uniknya atau bisa memengaruhi jalannya cerita. Misalnya saat saya memilih tokoh Bella di dalam novel Red Thread. Sosok Bella memiliki kecantikan sempurna dan tubuh langsing bak model serta mempunyai kekasih tampan hingga bisnis menjanjikan.

Kelemahan sosok Bella ternyata ada keculasan tersendiri yang digunakan untuk memenuhi keinginan pribadinya, dan pembaca baru bisa menebak di bagian tengah cerita. Buatlah karakter unik dan serealis mungkin yang tentunya sesuai dengan alur yang Anda buat.


      Campuran Genre yang Menjadi Bumbu Penyedap Romance

Pernah membaca novel Twilight? Jika Anda menggemari film dan novelnya, pasti tahu bagaimana kisah cinta Edwad Cullen dan Bella Swan itu sangat menarik untuk disimak. Sebenarnya formula kisah cinta itu klise, ada kisah cinta segitiga, kisah cinta berbeda dunia (vampir dan manusia), dan konflik batin antara tokoh utamanya.


Yang membuat Twilight menarik, adanya bumbu dunia vampir yang sangat kompleks dan dunia shapeshifter yang diwakili Jacob dengan keluarga serigalanya. Istilah-istilah dunia fantasi turut menambah khayalan pembaca makin berkembang. Edward digambarkan sebagai seorang vampir yang terbiasa makan darah hewan sehingga mudah bergaul dengan manusia biasa tanpa membunuh, ini sudah menjadi ciri unik dari cerita vampir sebelumnya.


Novel Red Thread


Anda bisa menyampurkan romance dengan genre fantasi, thriller, atau komedi. Contoh romance-comedy yang membuat jantung berdebar sekaligus sakit perut karena tertawa di tiap bab adalah novel best-seller Resign. Novel Red Thread yang saya tulis tidak diramu dengan unsur fantasi atau komedi, melainkan unsur suspense (ketegangan) , melodrama, dan twist (kejutan) di tiap bab. Dan dengan ketiga unsur tersebut, saya menyebutnya sebagai dark romance.


       Menonjolkan Profesi Tokoh

Jika Anda membaca novel-novel metropop seperti karya Ika Natassa, maka pasti kita akan mengenal sekelumit kehidupan seorang bankir. Latar belakang Ika Natassa sebagai banker itulah yang dijadikan profesi utama tokoh di dalam novel-novelnya. Pembaca pun tak hanya disuguhi kisah cinta, tetapi juga mendapat wawasan baru.


Menonjolkan Profesi Tokoh
Tell Your Character's Job


Anda bisa mencari profesi apa yang akan menjadi pekerjaan tokoh. Kalau dia pengangguran misalnya, bakat tersembunyi apa yang dipunyai. Jikalau Anda tidak memiliki profesi khusus, lakukan riset bisa dari mewawancarai sahabat atau mencari referensi dari internet dan buku. Masukkan aktivitas sehari-hari di dunia kerja sebagai salah satu latar pendukung cerita. Pembaca pun akan mendapat insight baru.

Ending yang Tidak Klise

Ending yang tidak klise ini maksudnya tidak sesuai ekspektasi pembaca. Misalnya si tokoh A dan B jatuh hati sejak lama dan mereka digambarkan sebagai pasangan sempurna, namun di akhir cerita mereka malah terpisah bukan karena ada orang ketiga tetapi cinta itu mendadak hilang begitu saja. Ketidaksukaan-ketidaksukaan kecil menumpuk hingga mengikis rasa cinta mereka misalnya. Tugas Anda dari awal hingga akhir adalah menuliskan konflik-konflik kecil itu secara cerdas agar pembaca tidak bosan. Bisa sesekali dibumbui intrik.


novel Red Thread Reffi Dhinar


Nah itulah 4 cara agar cerita romance tidak monoton. Anda juga bisa membaca novel Red Thread sebagai salah satu referensinya. Dan seminggu ke depan saya membuka open PO lagi berbonus kelas menulis gratis tema Dark Romance  di WA group. Anda yang memesan dan membeli di masa PO sampai tanggal 25 Juli berarti berhak mengikuti kelasnya. Buku bisa dipesan melalui

DM IG: @reffi_dhinar

Jangan lupa menuliskan nama, alamat, dan nomor telepon yang memiliki WA. Jangan sampai melewatkan kesempatan ini ya

Post a comment

12 Comments

  1. yeayy..aku udah punya novelnya ^^ ~Hanumazka

    ReplyDelete
  2. Menonjolkan profesi tokoh bisa menjadi sumber informasi bermanfaat bagi pembaca juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget ini bisa jadi wawasan baru 😆

      Delete
  3. Merci, Kk sarannya.
    Btw campur pake bahas prcis atau semacamnya kk biar menarik. 🙃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaa saya bisanya English sama Japanese. Prancis susaah

      Delete
  4. Kak bisa share cara buat cerita action misteri yang ga monoton...
    Soalnya teman saya bilang kalau plot cerita saya dangkal... Apa kakak punya saran?
    Maaf, ada lagi untuk cerita fantasi apa saja saja yang harus diperhatikan... Supaya tetap logis bagi pembaca.. sekian ... Maaf kalau berlebihan.. mohon bantuannya kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, novel saya La Venganza hahahahah promosi. Kalau novel saya suspense-misteri-drama keluarga, romance malah nggak ada. Saya jarang baca action misteri, kamu bisa coba baca referensi ceritanya Pulang karya Tere Liye, atau baca novel thrillernya Paula Hawkin or karya-karyanya Agatha Christie. Karena saya belum baca naskahmu, penilaian plot dangkal itu kurang bisa saya pahami. Karena agar plot itu menarik, harus ada konflik yang menarik. Tokoh utama menginginkan sesuatu lalu ada hambatan di tengah perjalanan ia mencapai tujuan, ada sisi up n down dan perubahan emosional dari sisi tokoh hingga mencapai tujuan, dan bagaimana cara tokoh menyelesaikan masalahnya.

      Untuk cerita fantasi, kamu harus membuat dunianya dulu. Misal nih kamu membuat cerita dunia sihir. Buat bagaimana sistem masyarakatnya, ciri orang-orangnya, istilah yang akan dipakai misal di Harry Potter sampai ada istilah Muggle dan non muggle. Fantasi itu berdasarkan imajinasi kamu, tidak ada di dunia, jadi kamu perlu membuatnya seolah hidup di benak pembaca, kelogisan secara nalar tentu berbeda dengan cerita biasa. Lalu buat plot menarik dan karakter yang oke. Semoga membantu ya

      Delete

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^