Advertisement

Main Ad

Akulah Gunung Berapi

Gunung berapi
Begitulah kusebut diriku
Menyimpan magma di tiap retak kawah
Siap menyemburkan erupsi yang kau kenal
Gelora yang memerah

Bisa tolong kau bisikkan?
Sekelumit penawar resah
Diterima gendang telingaku
Awan panas muncul seru
Gunung berapi ingin mengejarmu

Lahar meleleh ganas
Menghajar tiap bagian daratan
Gemuruh gempa sebelumnya
Tanda jantung beralih cepat dan rupa
Gugup ketika jumpa

Akulah gunung berapi
Kaulah daratan yang ingin kupijaki
Jangan lari
Lava panasku tak menyakiti
Sampai pada rumahmu

Gemuruh itu anggun menari

Posting Komentar

2 Komentar

Arman Zega mengatakan…
gak pernah bisa memahami puisi mbak. maaf ya.
bagus kok puisinya, cuma aku gak ngerti. hehe
Reffi Dhinar mengatakan…
hehe,terima kasih telah berkunjung... puisi ini berupa ungkapan rindu saja,,,untuk pemahaman tergantung tiap2 pembacanya... :D