Banyak di antara generasi muda termasuk kita mungkin di antaranya, yang memimpikan untuk belajar di luar negeri sekaligus bisa bekerja. Lengkapnya fasilitas dan ingin merasakan sensasi berada di negara empat musim misalnya, menjadi tujuan mengapa banyak orang bercita-cita mengais rezeki di luar negeri.

Namun tak semuanya memiliki pikiran yang sama. Wempy Dyocta Koto adalah buktinya. Pria yang dilahirkan pada 14 Oktober 1976 lalu ini telah tinggal dengan keluarganya semenjak balita hingga selesai menyelesaikan pendidikan S2 di Australia. Meskipun sudah terbiasa tinggal di negara asing, orang tua Wempy selalu mendekatkan dirinya dan saudara-saudaranya dengan budaya tanah leluhur. Tiap kali liburan sekolah, Wempy dikirim orang tuanya kembali ke kampung halaman di Padang panjang, Sumatra Barat. Dan saat sedang liburan itulah Wempy belajar bahasa Indonesia dan budayanya.

CEO Wardour & Oxford ini sebelumnya telah mengenyam banyak pengalaman berharga sewaktu bekerja di beberapa perusahaan asing ternama seperti American Express, dan Young & Rubicam Bands. Di perusahaan-perusahaan tersebut ia belajar banyak hal mengenai seluk beluk dunia bisnis dan bagaimana cara membesarkan brand sebuh produk. Pengetahuan dan skill yang ia miliki dijadikan dasar untuk membuat perusahaan konsultan bisnisnya sendiri setelah kembali ke Indonesia.

Pada tahun 2009, Wardour & Oxford berdiri untuk membantu brand asal Indonesia  dengan ruang lingkup branding, marketing, public relation dan lain-lain. Brand besar yang sukses menjadi populer dan eksis setelah berada di bawah pengarahan Wempy dan perusahaannya di antaranya adalah Kebab Turki Baba Rafi dan Maicih. Kini Wempy juga terus berusaha membantu brand lokal lainnya.

Dari Wempy Dyocta Koto kita bisa belajar tentang makna nasionalisme sesungguhnya. Orang tua Wempy juga berjasa mendekatkan anak-anaknya dengan tanah leluhur. Kita butuh generasi cerdas dan memiliki skill mumpuni untuk membangun negerinya sendiri meski telah lama menimba ilmu di negeri asing. Semoga banyak bermunculan generasi unggul yang mau membangun Indonesia seperti Wempy. Wempy telah berjasa dalam menyebarkan virus cinta produk dalam negeri.