Anak adalah titipan Tuhan. Kita sangat paham dengan hal tersebut, tapi nyatanya yang terjadi adalah orang tua sering terlihat lupa dan menginginkan anak-anaknya tumbuh sesuai dengan sekehendak ayah bundanya. Tak jarang, balita dijejali pelajaran bahasa asing, berhitung dan membaca agar bisa menguasai pembelajaran dasar di usia pra sekolah. Anggapan bahwa kecerdasan diukur dari pintar membaca, berhitung apalagi ditambah berbahasa asing di usia balita semakin marak di tengah masyarakat modern.

Chike School and Daycare sebagai tempat penitipan sekaligus pendidikan bagi balita dan anak usia pra sekolah, hadir dengan sistem yang berbeda. Meski sekolah ini tidak mewajibkan anak-anak untuk menguasai teori praktis, murid-muridnya akan tetap berkembang aspek keilmuannya dalam suasana yang fun misalnya dalam permainan.

Menurut Yanifili Ziliwu, Kepala Sekolah Chike School and Daycare, anak-anak adalah pribadi unik yang tak bisa disamakan metode pendidikannya. Tiap anak punya potensi terpendam yang akan berkembang baik di bawah pengarahan yang tepat. Berdasarkan dari pengalaman membawahi daycare dan sekolah khusus anak penyandang autis, Yanifili menemukan sistem pendidikan yang terarah, terintegrasi dengan ilmu pengetahuan sekaligus tidak mengurangi unsur fun bagi anak. Bagaimanapun juga balita dan anak usia pra sekolah 80% kegiatannya masih berkisar di dunia permainan. Pemberian beban pelajaran yang tidak sesuai porsinya dapat memicu stres pada anak.

Untuk mendukung sekolah yang dipimpinnya, Yanifili juga mengadakan training khusus bagi pengajar. Pengajar dipilih dengan seleksi yang cukup ketat. Orang-orang yang memiliki rasa cinta dan dedikasi pada dunia anaklah yang paling dicari. Kurikulum yang mampu memahami karakter tiap anak, akan memudahkan pendidik untuk memberikan pendidikan sesuai dengan gaya belajar dan bermain anak. Jika anda tertarik untuk mengetahui seluk beluk Chike School and Daycare, silahkan baca semua informasinya di situs www.chike-preschoolanddaycare.com atau hubungi telepon 085215779101.