Menjadi entrepeneur kini tak hanya sekedar menjadi lahan mencari rezeki. Setelah sukses membangun bisnis, tak ada salahnya jika kita mau saling berbagi ilmu. Seperti yang kita ketahui jika semakin banyak orang yang tergerak menajdi entrepeneur, maka masyarakat akan lebih mandiri dan kondisi ekonomi nasional jauh lebih kuat. Muri Handayani dan Titin Agustina, dua wanita yang memutuskan untuk berwirausaha, kini memberikan teladan bagi lingkungannya dengan tak segan memberikan ilmu yang mereka kuasai.

Muri Handayani memiliki bisnis pakaian muslimah yang sudah mencapai pasaran luar negeri seperti Amerika, Australia, Hongkong dan beberapa negara lain. Produksinya juga sudah tersebar di banyak kota melalui agen dan distributor terpercaya. Bisnisnya sendiri memiliki slogan “We Love To Share”, yang berarti tidak hanya mengutamakan profit atau keuntungan tetapi juga memiliki misi untuk berbagi.  Muri Handayani berbagi ilmu tentang bisnis online melalui Sekolah Bisnis Online (SBO) mulai tahun 2013.

Hani, pangilan akrab Muri Handayani, mengawali kegiatan berbagi ilmunya melalui instagram. Karena respon positif dari banyak orang, Hani membuka SBO untuk menyebarkan ilmu wirausaha pada ibu rumah tangga. Niat tulus tersebut muncul agar perempuan khususnya ibu rumah tangga tetap bisa berdayaguna meski tak bekerja di perusahaan atau menjadi pegawai. Mandiri secara finansial sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru, tentu lebih bermakna dibanding menjadi pegawai yang berada di bawah perintah orang lain dan sekedar menunggu gajian tiap bulan.

Tak jauh dari apa yang dilakukan Muri Handayani, Titin Agustina juga menularkan ilmu prakarya, yakni mengerjakan kerajinan cantik dari kain perca pada lingkungannya. Bahkan ia juga pernah mengajarkan teknik berkarya pada narapidana wanita di Bandung. Hasil kerajinan tersebut dibeli olehnya dan dijual kembali melalui platform usahanya, Kraviti.

Hani dan Titin membuktikan pada kita jika seorang entrepeneur juga bisa menyandang peran sebagai seorang pendidik. Muri Handayani berkarya melalui online teachingnya sedangkan Titin Agustina memutuskan untuk menggeluti dunia sociopreneur. Apapun namanya, kita bisa meneladani kiprah kedua wanita hebat tersebut.