Masih santer berseliweran di media sosial dan online berita tentang mahasiswa S2 yang tersangkut kasus pidana, gara-gara menulis status menghina Yogya di akun Path. Florence Sihombing, yang akrab disapa Flo, menghina kota Yogyakarta dengan kata-kata tidak pantas dan malah mengizinkan kawan-kawannya untuk melakukan repath atau semacam fungsi retweet pada twitter. Kasus tersebut menjadi cerminan bagi kita, betapa kalimat yang kita ucapkan hingga yang kita tulis, bisa menjadi personal branding yang menempel pada nama kita. Jika kita mendengar nama Flo disebut, otomatis kita akan teringat pada kasus fenomenalnya.

Bagaimana cara membangun personal branding yang baik? Mungkin banyak di antara kita yang masih kebingungan tentang cara menemukan kelebihan pada diri  untuk dijadikan sebagai brand atau image di tengah masyarakat. Untuk itu mungkin kita perlu belajar dari tempat dan tentor yang tepat. Salah satu tokoh yang sangat peduli dengan pentingnya membangun personal branding yang baik adalah founder Indscript Creative, Indari Mastuti.

Menyadari potensi public speaking dan kemampuan menulis yang bisa menjadi nilai jual kemampuan pada dirinya, mendorong Indari Mastuti untuk mendirikan Indari Mastuti Management (IMM). IMM didirikan untuk memberikan jasa training, pelatihan khusus penulisan kreatif atau creative writing, serta bisnis kreatif dan public speaking yang juga bertema kreatif pula. Klien yang menjadi target bisa berasal dari instansi hingga perorangan pada kaum menengah ke atas. Coverage area IMM juga mencapai tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Bergabung dengan IMM, akan melatih kemampuan diri kita di bidang positif misalnya bagaimana cara berbicara atau membawakan presentasi secara menarik dan kreatif, membuat buku, menangkap peluang bisnis, dan kegiatan lainnya, kemudian akan memberi kita sebuah identitas baru. Bisa jadi anda akan dikenal sebagai seorang penulis atau trainer. Anda juga akan melatih diri agar bertindak dan berkata-kata secara tepat.

Jelas sekali betapa pentingnya personal branding positif bagi seseorang. Jangan sampai kita salah kaprah dalam menyikapi era kebebasan informasi sehingga membahayakan nama baik dan juga merugikan dirisendiri. Bangun identitas yang cemerlang, jangan menjadi Flo-Flo berikutnya.