Kita semua pasti punya yang namanya teman hingga sahabat dekat. Saya punya, dan mereka bertiga sudah menjadi sebagian jiwa saya. Meski kini saya punya beberapa sahabat lainnya, tapi ketiga perempuan yang sudah mau dan sudi menyebut saya sebagai soulmatenya ini, telah bertahan paling lama. Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar dalam persahabatan.

Mari saya ajak sedikit flashback ke bulan Juli tahun 2006. Saya yang masih berumur 15 tahun, datang terlambat di hari pertama menjadi siswi putih abu- abu. Tersisa satu bangku, dan di samping serta belakang saya ada tiga orang siswi itu, yang kini menjadi sahabat karib saya.

Lalu di bulan September 2006, celetukan iseng muncul. Kami mewujudkan nama pertemanan kami menjadi Narsiz Gank.

Apa yang kami jalani? Ada masanya kami tertawa terbahak-bahak, tak jarang pula kami bertengkar, sering sekali saling mengkritik, atau melakukan tindakan bodoh bersama-sama. Wigati, cantik dan paling perempuan, hihi, Lita yang sangat ekspresif dan peduli, Iif yang paling cuek gayanya tapi luar biasa sabar menghadapi keanehan saya.

Saya ini makhluk aneh, itu label yang sukses disematkan kawan yang mengenal saya. Saya seorang pemimpi, keras kepala, super galak, tapi bisa super mellow. Narsiz Gank sangat paham dengan kebutuhan saya untuk menyendiri. Mereka menjadi tempat saya mengadu kala patah hati. Mereka juga yang menjadi rem buat sikap saya yang beringas jika ada yang menyakiti dan tidak menghargai.

2009, setelah kelulusan, kami terpencar di tempat kuliah berbeda. Cerita kami berlanjut dan jarak mulai membatasi. Tapi, hati tak pernah berbohong dan tahu dimana rumahnya. Narsiz Gank selalu menjadi tempat yang sama, walau jarang berjumpa dan berbicara.

Wajah kami mungkin menua, tubuh kami akan berkurang keprimaannya, hidup kami mungkin akan sulit bersinggungan di saat kami telah berkeluarga. Tapi, ini bukti. Sahabat sejati itu ada. Benci, luka, sedih, akan ada dalam tiap fase hubungan. Dan dengan bangga, saya mengatakan jika sewindu ini kami berempat sudah teruji dalam berbagai riak gelombang.

Karena kalian sahabatku, maka tak akan lenyap meski Tuhan mencabut nafasku. Karena kamu sahabatku, maka jiwa kita akan selalu saling merindu.

Happy Anniversary, Narsiz Gank 2006-2014  ☺