Menurut Fatimah Mernissi, seorang peneliti asing, menulis dapat membuka aura kecantikan seorang perempuan. Tulisan yang ditulis dengan penuh perasaan dan ada luapan emosi di dalamnya, membuat beban depresi berkurang. Menulis juga bisa menjadikan seorang tak hanya cantik secara fisik maupun rohani, dari menulis seorang perempuan bsa menghasilkan karya yang bernilai materi.

Seperti Indari Mastuti yang telah terjun di dunia tulis-menulis secara total. Ia tak pernah kehilangan energi dan selalu tampak cantik di usianya saat ini. Berbagai masalah yang sempat melanda di masa remajanya, tidak membuat wanita ini tumbuh menjadi gadis pemurung. Dengan tulisannya ia eksis hingga bisa menghasilkan uang. Menulis memang sangat mengasyikkan, namun jika ingin mencapai kesuksesan seperti Indari Mastuti yang telah menerbitkan puluhan buku, diperlukan adanya kedisiplinan dan ketekunan dalam menyusun tulisan.

Indari selalu menyusun rencana kegiatan secara detil tiap harinya. Ia juga sudah terbiasa membuat list target yang harus dicapai dalam harian hingga dalam hitungan bulan. Kebiasaan disiplin dan berusaha mematuhi deadline yang dibuatnya itulah yang mendorong Indari untuk terus produktif menulis dan dan juga mengurus bisnis-bisnisnya. Menyadari betapa pentingnya mematuhi deadline agar target menulis dan berbisnis tercapai, Indari beserta timnya meluncurkan produk metriks.

Metriks bisa digunakan untuk menyusun jadwal dan target menulis serta apa saja yang ingin dicapai dalam bisnis. Dengan adanya rencana yang sistematis dan terstruktur, kita akan bisa mengevaluasi hal-hal apa saja yang bisa segera kita selesaikan dan apa saja yang masih belum mencapai target. Metriks sendiri sedang laris terjual di pasaran. Sudah banyak testimoni positif dari pengguna metriks karena rata-rata produktivitas mereka meningkat dengan adanya metriks.

Mari gunakan metriks untuk aktivitas menulis dan kegiatan anda lainnya yang masih sering selesai melebihi deadline. Jadikan diri anda produktif dengan menggunakan metriks.